Tampilkan postingan dengan label Pupuk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pupuk. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Juni 2016

Cara Membuat Pupuk Kompos

Cara Membuat Pupuk Kompos - Pupuk Kompos adalah pupuk yang dibuat dari sisa-sisa mahluk hidup baik hewan ataupun tumbuhan yang dibusukkan oleh organisme pengurai. Organisme pengurai / dekomposer bisa berupa mikroorganisme ataupun makroorganisme. Kompos ini berfungsi sebagai sumber hara & media tumbuh bagi tanaman.

Cara Membuat Pupuk Kompos


Dilihat dari proses pembuatannya ada dua macam cara membuat kompos, yaitu : melalui proses aerob (dengan udara) & anaerob (tanpa udara). Ke-2 metode ini menghasilkan kompos yang sama baiknya hanya saja bentuk fisiknya agak sedikit berbeda.


Cara membuat pupuk kompos metode aerob


Proses pembuatan pupuk kompos aerob sebaiknya dilakukan di tempat terbuka dengan sirkulasi udara yang baik. Karakter serta jenis bahan baku yang cocok untuk pengomposan aerob adalah material organik yang memiliki perbandingan unsur karbon (C) & nitrogen (N) kecil (dibawah 30:1), kadar air 40-50% & pH sekitar 6-8. Contohnya ialah hijauan leguminosa, jerami, gedebog pisang serta kotoran unggas. Apabila kekurangan bahan yang megandung karbon, dapat ditambahkan arang sekam padi ke dalam adonan pupuk.

Cara membuat kompos aerob memakan waktu 40 hingga 50 hari. Perlu ketelatenan lebih untuk membuat kompos dengan metode ini. Kita mesti mengontrol dengan seksama suhu serta kelembaban kompos saat proses pengomposan berlangsung. Secara berkala, tumpukan kompos ini harus dibalik untuk menyetabilkan suhu & kelembabannya. Berikut ini cara membuat kompos aerob:


Cara Membuat Pupuk Kompos
Gambar : Masukan bahan organik yang telah dicacah ke dalam bak kayu, kemudidan padatkan. Isi seluruh bak kayu sampai penuh.

  1. Siapkan lahan seluas 10 meter persegi guna tempat pengomposan. Lebih baik apabila tempat pengomposan diberi peneduh untuk menghindari hujan.
  2. Buat bak / kotak persegi empat dari papan kayu dengan lebar 1 meter & panjang 1,5 meter. Pilih papan kayu yang memiliki lebar 30-40 cm.
  3. Siapkan material organik dari sisa-sisa tanaman, dapat juga dicampur dengan kotoran ternak. Cacah bahan organik tersebut sampai menjadi potongan-potongan kecil. Semakin kecil potongan bahan organik semakin baik. Tapi jangan sampai terlalu halus, agar aerasi dapat berlangsung sempurna saat pengomposan berlangsung.
  4. Searah jarum jam; (1) Pemilihan lokasi pengomposan, (2) Membuat bak atau kotak kayu, (3) Menyeleksi & merajang bahan baku, (4) Memasukkan bahan baku baku ke dalam bak kayu.
  5. Siram bahan baku kompos yang telah tersusun dalam kotak kayu untuk memberikan kelembaban. Untuk mempercepat proses pengomposan dapat ditambahkan starter mikroorganisme pembusuk ke dalam tumpukan kompos tersebut. Setelah itu, naikkan bak papan ke atas lalu tambahkan lagi bahan-bahan lain. Lakukan terus sampai ketinggian kompos sekitar 1,5 meter.
  6. Setelah 24 jam, suhu tumpukan kompos akan naik sampai 65 derajat celcius, biarkanlah keadaan yang panas ini sampai 2-4 hari. Fungsinya untuk membunuh bakteri patogen, jamur & gulma. Perlu diperhatikan, proses pembiaran jangan sampai lebih dari 4 hari. Hal ini Karena berpotensi membunuh mikroorganisme pengurai kompos. Apabila mikroorganisme dekomposer ikut mati maka kompos akan lebih lama matangnya.
  7. Setelah hari ke-4, turunkan suhu guna mencegah kematian mikroorganisme dekomposer. Jaga suhu optimum pengomposan di kisaran 45-60 Derajat celcius & kelembaban pada 40-50%. Cara menjaga suhu ialah dengan membolak-balik kompos, sedangkan untuk menjaga kelembaban siram kompos dengan air. Di kondisi ini penguapan relatif tinggi, untuk mencegahnya kita dapat menutup tumpukan kompos dengan terpal plastik, sekaligus juga melindungi kompos dari siraman air hujan.
  8. Cara membalik kompos sebaiknya dilakukan dengan cara berikut: Angkat bak kayu, lepaskan dari tumpukan kompos. Kemudian letakan persis disamping tumpukan kompos. Lalu pindahkan bagian kompos yang paling atas ke dalam bak kayu itu sambil diaduk. Lakukan seperti mengisi kompos di tahap awal. Lakukan ini terus hingga seluruh tumpuka kompos berpindah ke sampingnya. Dengan begitu, maka semua kompos dipastikan telah terbalik semua. Proses pembalikan sebaiknya dilakukan tiap 3 hari sekali hingga proses pengomposan selesai. Atau balik apabila suhu & kelembaban melebihi batas yang ditentukan.
  9. Apabila suhu telah stabil di bawah 45 Derajat Celcius, warna kompos hitam kecoklatan serta volume menyusut sampai 50% hentikan proses pembalikan. Selanjutnya ialah proses pematangan selama 14 hari.
  10. Secara teoritis, proses pengomposan ini selesai setelah 40-50 hari. Tapi kenyataannya dapat lebih cepat / lebih lambat tergantung dari keadaan dekomposer & bahan baku kompos. Pupuk kompos yang sudah matang dicirikan dengan warnanya yang hitam kecoklatan, teksturnya gembur, tak berbau.
  11. Untuk memperbaiki penampilannya (apabila pupuk kompos hendak dijual) dan supaya bisa disimpan lama, sebaiknya kompos diayak & di kemas dalam karung. Simpan pupuk kompos di tempat kering & teduh.

Cara Membuat Pupuk Kompos
Searah jarum jam: (1) Penyiraman dan penambahan dekomposer, (2) Proses penumpukkan kompos, (3) Merapihkan tumpukan, (4) Pembalikan kompos
Proses pembuatan kompos aerob cocok untuk menghasilkan kompos dalam jumlah besar. Untuk melihat lebih jauh tentang cara membuat kompos dengan metode aerob, silahkan tonton video tutorial berikut ini:

Youtube : cara membuat pupuk kompos


Cara membuat pupuk kompos metode anaerob


Cara membuat kompos dengan cara anaerob biasanya memerlukan inokulan mikroorganisme (starter) guna mempercepat proses pengomposannya.  Inokulan ini terdiri dari mikroorganisme pilihan yang dapat menguraikan bahan organik dengan cepat, seperti efektif mikroorganime (EM4). Di pasaran ada juga jenis inokulan dari berbagai merk seperti superbio, probio, dll. Apabila tak tersedia dana yang cukup, kita juga dapat membuat sendiri inokulan efektif mikroorganisme.

Bahan baku yang digunakan sebaiknya material organik yang memiliki perbandingan C dan N tinggi (lebih dari 30:1). Beberapa diantaranya ialah serbuk gergaji, sekam padi serta kotoran kambing. Waktu yang diperlukan untuk membuat kompos dengan metode anaerob dapat 10-80 hari, tergantung pada efektifitas dekomposer serta bahan baku yang digunakan. Suhu optimal selama proses pengomposan berkisar 35-45 derajat celcius dengan tingkat kelembaban 30-40%. Berikut tahapan cara membuat kompos dengan proses anaerob:


  1. Siapkan bahan organik yang akan dikomposkan, Sebaiknya pilih bahan yang lunak terdiri dari limbah tanaman / hewan. Bahan yang dapat digunakan antara lain: hijauan tanaman, ampas tahu, limbah organik rumah tangga, kotoran ayam, kotoran kambing, dll. Rajang bahan tersebut sampai halus, semakin halus semakin baik.
  2. Siapkan dekomposer (EM4) sebagai starter. Caranya: campurkan 1 cc EM4 dengan 1 liter air & 1 gram gula. Kemudian diamkan selama 24 jam.
  3. Ambil terpal plastik sebagai alas, simpan bahan organik yang telah dirajang halus di atas terpal. Campurkanlah serbuk gergaji pada bahan itu untuk menambah nilai perbandingan C & N. Kemudian semprotkan larutan EM4 yang sudah diencerkan tadi. Diaduk sampai merata, jaga kelembaban pada kisaran 30-40%, apabila kurang lembab dapat disemprotkan air.
  4. Siapkan tong plastik yang kedap dari udara. Masukan bahan organik yang telah dicampur tadi. Kemudian tutup rapat-rapat & diamkan hingga 3-4 hari untuk menjalani proses fermentasi. Suhu pengomposan di saat fermentasi akan berkisar 35-45oC.
  5. Setelah 4 hari cek kematangan kompos. Pupuk kompos yang matang dicirikan dengan baunya yang harum seperti : bau tape.