Selasa, 30 Agustus 2016

Stevia, Pengganti Gula Tebu Yang Rendah Kalori

Stevia - Gula yang kita tambahkan dalam makanan sehari-hari kebanyakan terbuat dari tebu. Dewasa ini gula dituduh sebagai penyebab utama dari penyakit obesitas, karena hampir setiap makanan lezat menggunakan gula sebagai pemanisnya. Gula yang dibuat dari tebu ataupun jagung diketahui mengandung kalori yang cukup tinggi. Dalam satu sendok teh gula pasir ditengarai mengandung 30 kalori serta 8 gram karbohidrat. Padahal anjuran konsumsi kalori gula per hari maksimal 100 kalori untuk perempuan & 150 kalori untuk laki-laki.

Stevia, Pengganti Gula Tebu Yang Rendah Kalori
Stevia Rendah Kalori
Pertanyaanya berapa sendok gula yang kita konsumsi setiap harinya? Survei di Amerika Serikat menyebutkan bahwa masyarakat rata-rata mengkonsumsi lebih dari 355 kalori dari gula setiap harinya. Gula ini tercampur dalam makanan & minuman. Hal ini yang ditengarai menjadi penyebab obesitas serta penyakit diabetes.

Mengurangi mengkonsumsi gula menjadi tantangan diet. Kurang meriah rasanya hidup ini jikalau kita menghindari yang manis-manis. Oleh karenanya masyarakat mulai berpaling pada pemanis rendah kalori. Salah satu alternatif gula yang populer ialah stevia. Pemanis ini mempunyai tingkat kemanisan sampai ratusan kali lipat dibanding gula dengan kandungan kalori yang minimal.

Apakah stevia itu?


Masyarakat telah lama mengenal stevia sebagai pengganti gula tebu. Daun stevia diketahui mempunyai tingkat kemanisan 30 kali lipat dibandingkan tebu, bahkan setelah diolah menjadi gula meja tingkat kemanisannya mampu mencapai 300 kali lipat dibandingkan gula tebu. Walaupun derajat kemanisannya tinggi, stevia mengandung kalori yang sangat rendah. Sebagai perbadingan, 2 sendok gula tebu mengandung 30 kalori serta 8 gram karbohidrat sedangkan 2 sendok stevia hanya mengandung 5 kalori & 1 gram karbohidrat dengan tingkat kemanisan jauh lebih tinggi.

Stevia / nama ilmiahnya Stevia rebaudiana adalah tanaman herbal. Tanaman ini berasal dari Amerika Selatan, yaitu Paraguay & Brasil. Di kawasan ini daun stevia telah digunakan sebagai pemanis sejak ratusan tahun yang lalu. Selain itu, digunakan juga sebagai pengobatan untuk masalah lambung, seperti penyakit kolik.

Tapi di tingkat global stevia kalah populer dengan tebu / jagung. Gula masih mendominasi produksi pemanis sampai lebih dari 83%. Pemanis lainnya, termasuk stevia hanya sekitar 7%, sisanya starch sweeteners and sugar alcohols (data pada tahun 2003).

Stevia pertama kali digunakan secara komersial di Negara Jepang. Sampai saat ini masyarakat Jepang menjadi konsumen terbesar pemanis stevia. Pemanis stevia menguasai 40% pangsa pasar pemanis di Jepang. Mungkin hal ini yang membuat angka obesitas di Jepang relatif lebih rendah.

Manfaat stevia


Pemanis dari stevia banyak digunakan dalam produk-produk diet rendah kalori & diet diabetes tipe 2. Pada penderita diabetes, pemanis stevia dimanfaatkan sebagai pengganti dari gula. Efek makanan terhadap diabetes biasanya diukur dengan glycemic index (GI). Semakin rendah indeksnya maka semakin baik. Untuk diketahui, gula pasir mempunyai GI 80, buah apel 39, kentang goreng 95, sedangkan stevia mempunyai indeks 0!

Manfaat lain dari stevia adalah untuk menurunkan tekanan darah. Cocok dikonsumsi oleh penderita darah tinggi. Kebiasaan ini sudah digunakan oleh masyarakat di Amerika Selatan, teh dengan pemanis stevia digunakan untuk pengobatan darah tinggi, walaupun secara belum ada penelitiannya secara klinis.

Stevia dianjurkan untuk diet obesitas. Memang mengkonsumsi stevia ini tak berhubungan dengan penurunan berat badan. Tapi mensubtitusi gula tebu dengan pemanis stevia dapat menurunkan asupan kalori harian. Sebagai gambaran, jika kita setiap hari mengkonsumsi satu cangkir gula maka dengan stevia cukup dengan hanya 1 (satu) sendok saja, tanpa mengurangi rasa manis dari makanan / minuman yang kita konsumsi.

Cara Mengikuti Asuransi Usaha Tani Padi

Cara Mengikuti Asuransi Usaha Tani Padi - Bagi kamu yang bergelut dibidang usaha budidaya padi / buruh tani padi, mungkin tak perlu was-was lagi dengan resiko budidaya padi yang dibayang-bayangi dengan kegagalan panen. Sekarang pemerintah lewat Kementan mengeluarkan program untuk mensubsidi asuransi budidaya tanaman padi. Program ini beranama Program Asuransi Usaha Tani Padi, disingkat AUTP.

Cara Mengikuti Asuransi Usaha Tani Padi
Asuransi Usaha Tani Padi
AUTP adalah program asuransi yang bertujuan untuk menekan resiko usaha tani padi. Asuransi ini dapat diikuti oleh para petani / buruh tani yang membudidayakan padi. Pemerintah menggandeng salah satu perusahaan BUMN yaitu PT Asuransi Jasa Indonesia (AJI) sebagai pelaksananya.

Besaran premi yang mesti dibayar oleh peserta terbilang murah, yaitu Rp. 36.000 per hektar dalam satu kali musim tanam dengan nilai pertanggungan sampai Rp. 6 juta. Besaran nilai asuransi proposional dengan luas tanam, misalnya untuk lahan setengah hektar cukup dengan membayar setengahnya saja & mendapatkan pertanggungan setengahnya juga. Biaya asuransi menjadi murah karena pemerintah mensubsidi premi sebanyak 80% dari jumlah premi yang harus dibayar.

Hitung-hitungan besarnya premi didasarkan dengan asumsi berikut:



  1. Asumsi ongkos atau biaya budidaya padi sebesar Rp. 6.000.000 per hektar dalam sekali musim tanam
  2. Besar premi asuransi 3% dari ongkos produksi yaitu sebesar Rp. 180.000
  3. Premi disubsidi pemerintah sebesar 80% / senilai Rp. 144.000
  4. Petani membayar premi sebesar Rp. 36.000 per hektar
  5. Nilai pertanggungan jika terjadi gagal panen sampai Rp. 6.000.000 per hektar


Adapun resiko yang dijamin oleh AUTP ialah sebagai berikut:



  1. Jangka waktu pertanggungan sekali musim mulai tanam sampai panen (4 bulan),
  2. Resiko yang ditanggung antara lain bencana banjir, kekeringan serta Organisme Penganggu Tanaman (OPT) tertentu,
  3. Tak semua serangan OPT ditanggung, yang ditanggung antara lain serangan hama seperti tikus, wereng coklat, walang sangit, penggerek batang dan ulat grayak. Sedang serangan penyakit antara lain blast, tungro, bercak coklat, busuk batang serta kerdil hampa,
  4. Klaim asuransi dapat diajukan apabila kerusakan akibat gagal panen mencapai 75%,
  5. Perusahaan asuransi akan menilai besar kerugian klaim,
  6. Pertanggungan dibayarkan selambat-lambatnya pada 14 hari sejak klaim diajukan.


Cara Mengikuti Asuransi Usaha Tani Padi


Bagaimana cara mengkuti Asuransi Usaha Tani ini?


Memang pada tataran pelaksanaannya mengikuti asuransi ini agak sedikit ribet, karena melalui 2 tahap yaitu seleksi oleh pemerintah dalam hal ini dinas pertanian sampai Kementan dan perusahaan jasa asuransi. Pertama-tama petani harus tergabung dalam kelompok tani yang melakukan usaha budidaya padi. Kegiatan usaha ini dianggap sebagai satu kesatuan resiko. Jadi, program ini belum mengakomodir perorangan secara langsung.

Kemudian kelompok tani didampingi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) mengisi formulir pendaftaran yang disediakan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) kecamatan. Kemudian UPTD akan merekapitulasi peserta dan menyampaikannya ke dinas terkait tingkat kabupaten/kota. Demikian seterusnya hingga dinas tingkat propinsi dan terakhir Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan untuk ditetapkan.

Proses pembayaran premi swadaya dari peserta ini dibayarkan ke dinas kabupaten / kota, lalu bukti transfernya diserahkan ke petuga asuransi untuk memperoleh sertifikat asuransi. Perusahaan asuransi akan menagih 80% premi subsidi ini kepada pemerintah.

Selanjutnya jika terjadi gagal panen, perusahaan asuransi akan menilai kerugian. Pertanggungan akan diberikan maksimal selama 14 hari terhitung dari pengajuan klaim. Uang pertanggungan akan ditransfer langsung ke rekening bank yang telah disepekati. Jangan lupa, jika usahanya sukses uang premi hangus.

Jumat, 19 Agustus 2016

Budidaya Seledri Organik Di Polybag

Budidaya Seledri Organik Di Polybag - Tanaman seledri (Apium graveolens) termasuk ke dalam keluarga Umbelliferae, tanaman yang sering dijadikan herbal / tanaman berkhasiat obat. Daun seledri dikonsumsi sebagai lalapan & penghias hidangan. Bijinya dijadikan bahan penyedap & hasil ekstrak minyak seledri dimanfaatkan sebagai obat.

Budidaya Seledri Organik Di Polybag
Budidaya Seledri
Usaha tani budidaya seledri sangat cocok dilakukan di dataran tinggi dengan ketinggian 1000 sampai 1200 meter dari permukaan laut. Tapi tanaman ini masih toleran ditumbuhkan di dataran rendah. Tanaman ini kurang tahan terhadap curah hujan yang tinggi.

Jenis tanah yang dikehendaki dalam budidaya seledri ialah tanah yang gembur serta mengandung banyak bahan organik. Tanaman ini tumbuh baik pada tingkat keasaman tanah pH 5,5-6,5. Apabila tanah terlalu asam maka sebaiknya tambahkan kapur / dolomit.

Cara menanam seledri


Ada dua cara menanam seledri yakni perbanyakan generatif (dari biji) & perbanyakan vegetatif (dari anakan). Perbanyakan generatif biasanya diterapkan untuk budidaya seledri skala luas / komersial. Untuk budidaya skala pekarangan seperti dalam pot / polybag, perbanyakan secara vegetatif lebih mudah dilakukan.

Perbanyakan generatif dmulai dengan menyemai biji terlebih dahulu. Setelah biji tumbuh menjadi bibit, lalu bisa dipindahkan ke dalam pot atau polybag. Berikut langkah-langkahnya;


  • Sebelum biji disemai, rendamlah terlebih dahulu dalam air hangat kuku (50 sampai 60 derajat celcius) selama 1 jam.
  • Siapkan tempat persemaian berupa bedengan / baki semai. Media semai terdiri dari campuran tanah & kompos yang sudah diayak dengan perbandingan 2:1.
  • Berikan naungan dengan plastik bening pada bedengan semai guna menlindungi tanaman dari kucuran air hujan langsung & terik matahari.
  • Buatlah alur garitan di atas bedengan sedalam 0,5 cm dengan jarak antar alur 10 sampai 20 cm. Tebarkan benih ke dalam alur tersebut & tutup tipis dengan tanah kemudian siram untuk mempertahankan kelembabannya.
  • Siram dengan air secukupnya setiap pagi / sore untuk mempertahankan kelembaban media persemaian. Media jangan terlalu basah & jangan pula sampai kekeringan.
  • Bibit siap dipindahkan ke pot / polybag setelah 1 bulan atau setelah tumbuh 3 sampai 4 helai daun.
  • Perbanyakan vegetatif biasanya dilakukan apabila kita sudah mempunyai tanaman seledri sebelumnya. Cara perbanyakannya, ambil anakan yang ada dalam rumpun tanaman seledri yang telah ada. Lalu pindahkan ke pot atau polybag baru. Selanjutnya tanaman dapat diperbanyak dari rumpun seledri yang tumbuh.
  • Setelah bibit siap dipindahkan, siapkan pot / polybag ukuran sedang. Isi dengan media tanam yang terdiri dari campuran tanah, kompos serta arang sekam dengan perbandingan 1:1:1. Ayak terlabih dulu bahan-bahan itu. Penggunaan arang sekam tujuannya supaya media tanam memiliki porositas yang baik & bobot media menjadi ringan sehingga pot / polybag gampang dipindahkan.
  • Apabila tak ada arang sekam dapat diganti dengan sekam padi, jerami padi atau serbuk gergaji. Hati-hati dalam membuat media tanam, gunakanlah bahan-bahan yang bebas dari hama & penyakit. 

Perawatan budidaya seledri


Lakukan penyiraman setiap pagi & sore hari hingga tanaman berumur 1 minggu. Setelah itu frekuensi penyiraman cukup dilakukan 2 sampai 3 kali dalam satu minggu. Tergantung pada kondisi cuaca, usahakan media tak terlalu becek / kering.

Untuk budidaya seledri organik ini pemberian pupuk organik cair sangat efektif diberikan sebagai pupuk susulan. Pupuk organik cair banyak dijual di toko pertanian dengan beragam merek, atau bisa juga dibuat sendiri. Selain pupuk cair bisa juga menggunakan pupuk kompos, pupuk kandang ataupun pupuk hayati.

Encerkan pupuk organik cair sebelum disiramkan pada tanaman seledri. Biasanya 10 ml pupuk cair diencerkan dengan 1 liter air sebelum digunakan. Untuk lebih khsususnya ikutilah petunjuk yang ada dalam kemasan pupuk tersebut. Siramkan pupuk yang sudah diencerkan dengan dosis 100 ml per polybag. Frekuensi pemupukan dilakukan setiap 1 sampai 2 minggu sekali.

Budidaya seledri dalam pot / polybag sebenarnya relatif jarang terkena hama / penyakit. Tapi pada budidaya seledri skala luas serangan banyak dijumpai. Tak ada salahnya kita mengetahui jenis-jenis hama & penyakit tersebut.

Ada beberapa hama yang sering dijumpai dalam budidaya seledri. Beberapa diantaranya ialah ulat tanah, keong, kutu & tunggau. Hama-hama tersebut dapat diberantas dengan dipungut langsung dengan tangan. Apalagi untuk penanaman di dalam polybag.
Sedang jenis-jenis penyakit budidaya seledri ini adalah cercospora, bercak septoria & virus aster yellow. Untuk menghindari serangan penyakit-penyakit itu, lakukanlah pencegahan sejak dini. Pencegahan dilakukan sejak pemilihan benih, menjaga sanitasi kebun & pemupukan yang baik.

Apabila serangan penyakit sudah cukup parah, bisa dilakukan penyemprotan dengan pestisida organik.

Panen budidaya seledri


Panen budidaya seledri dapat dilakukan berkali-kali. Panen pertama biasanya terjadi setelah tanaman berumur 1 sampai 3 bulan setelah tanam, tergantung varietasnya. Pertumbuhan seledri dikatakan sudah maksimum setelah daunnya rimbun & anakannya banyak.
Seledri dipanen dengan cara memotong pangkal batangnya secara periodik. Frekuensi pemanenan dapat dilakukan 1-2 minggu sekali. Panen berakhir apabila pertumbuhan anakan sudah tak produktif lagi. Panen bisa juga dilakukan dengan cara dicabut.

Demikianlah pembahasan mengenai Budidaya Seledri Organik Di Polybag semoga dengan adanya ulasan tersebut bisa berguna dan bermanfaat bagi kamu semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Kamis, 18 Agustus 2016

Manfaat Kumis Kucing adalah sebagai Pembersih Ginjal

Manfaat Kumis Kucing adalah sebagai Pembersih Ginjal - Kumis kucing merupakan tanaman obat tradisional yang sudah dimanfaatkan masyarakat Asia sejak jaman dulu. Daun ini diyakini mempunyai khasiat untuk mengobati penyakit yang berkenaan dengan ginjal. Di luar negeri ramuan daun ini sering juga disebut dengan Indian Kidney Tea / Java Tea.

Manfaat Kumis Kucing adalah sebagai Pembersih Ginjal
Pembersih Ginjal
Tanaman kumis kucing mempunyai nama latin Orthosiphon aristatus. Tanaman ini dapat tumbuh di iklim tropis & subtropis. Penyebarannya meliputi Asia Tenggara, Asia Timur sampai ke Australia (Queensland).

Kumis kucing mempunyai bunga yang khas. Berwarna ungu keputih-putihan, bunganya tersusun seperti pucuk cemara. Pada pangkalnya ada benang-benang halus menyerupai kumis kucing.

Manfaat kumis kucing


Daun kumis kucing mengandung beberapa zat aktif yang berguna sebagai obat. Diantaranya ialah rosmarinic acid, lipophilic flavonoids, sinensetin, orthosiphol & orthosiphon. Zat-zat tersebut mempunyai peran sebagai anti radang & antioksidan.

Dalam pengobatan tradisional, daun ini sering digunakan untuk peluruh batu ginjal. Cara kerjanya sebagai diuretik, mencuci / membersihkan saluran kencing. Selain itu, zat aktif yang ada di dalamnya juga bisa menyembuhkan peradangan yang ada pada ginjal, kandung kemih & saluran kencing.

Hampir semua bagian tanaman kumis kucing dapat dimanfaatkan, mulai dari daun, bunga, sampai batang. Daun merupakan bagian yang paling banyak digunakan sebagai ramuan teh. Dapat dikonsumsi dalam keadaan segar maupun kering. Selain berupa ramuan teh, dewasa ini ditemukan juga dalam bentuk tablet & kapsul.

Dosis penggunaan dalam bentuk teh biasanya sekitar 2 sampai 4 gelas per hari. Dengan satu kali minum sekitar 150 sampai 200 ml. Dalam prakteknya, seringkali dicampurkan dengan berbagai jenis herbal lainnya.

Selain sebagai pengobatan ginjal, daun ini juga sering dipakai untuk pengobatan asam urat, hipertensi, diabetes & berbagai penyakit lainnya. Penggunaannya dapat tunggal atau dicampur dengan berbagai jenis herbal lainnya.

Tips pengolahan Kumis Kucing


Cara mengolah kumis kucing sebagai obat diuretik cukup sederhana, sehingga dapat dilakukan oleh siapa saja tidak harus seseorang yang mempunyai pengalaman di bidang obat-obatan. Kamu cukup merebus daunnya. Lalu tunggu hingga air rebusan menyusut jumlahnya & disaring sebelum diminum.

Untuk mengobati anyang-anyangan rebus 30 gram daun dengan 3 gelas air (600 ml). Tunggu sampai jumlah air tinggal setengahnya. Lalu saring airnya, teh siap untuk diminum.

Untuk pengobatan batu ginjal rebus 90 gram daun & batang dengan satu liter air. Didihkan air sampai tersisa 600 ml, lalu minum sebanyak 3 kali sehari, masing-masing 200 ml.

Selain itu, kamu dapat menggabungkan daun kumis kucing dengan beberapa daun-daunan lain seperti : alang-alang, meniran / daun keji beling untuk mendapatkan khasiat yang lebih maksimal.

Demikianlah pembahasan mengenai manfaat kumis kucing pembersih ginjal semoga dengan adanya ulasan tersebut bisa berguna dan bermanfaat bagi kamu semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Selasa, 16 Agustus 2016

JARWO SUPER MAMPU MENDONGKRAK PANEN PADI SAMPAI 14 TON PER HEKTAR

Jarwo Super Mampu Mendongkrak Panen Padi - Baru-baru ini Badan Litbang Kementerian Pertanian mempublikasikan hasil dari penelitian budidaya padi dengan sistem jajar legowo super (jarwo super). Hasilnya sangat mencengangkan, metode jarwo super mampu mendongkrak hasil panen padi sampai 14,4 ton per hektar.

Penelitian dilakukan di Indramayu, dengan menggunakan beberapa varietas padi yang memperlihatkan 3 hasil berbeda-beda. Varietas inpari HBD menunjukkan hasil panen tertinggi sebanyak 14,4 ton per hektar. Sedang varietas inpari 30 Ciherang Sub-1 & Inpari 33 masing-masing 13,9 & 12,47 ton per hektar.

JARWO SUPER MAMPU MENDONGKRAK PANEN PADI SAMPAI 14 TON PER HEKTAR
Jarwo Super Mendongkrak Panen Padi
Meski budidaya tersebut masih dilakukan di lahan penelitian, tapi diperkirakan produktivitas rata-rata dengan metode jarwo super ini mampu menghasilkan 10 ton per hektar. Hasil ini jauh lebih baik dibandingkan dengan metode jarwo biasa yang produktivitas rata-ratanya sekitar 6 ton per hektar.

Jajar legowo legowo / sering disebut jarwo merupakan metode menanam padi dengan merekayasa jarak tanam. Dalam budidaya padi ini biasanya tanaman yang ada di pinggir sawah menghasilkan panen lebih banyak dibandingkan yang ada ditengah. Dengan sistem jarwo jarak penanaman padi direkayasa seolah-oleh semua tanaman ada di pinggir sawah. Kemudian apa bedanya dengan jarwo super?

Mengenal sistem jarwo super




  1. Secara prinsip metode jarwo super ini sama dengan jarwo biasa. Perbedaannya dalam jarwo super beberapa variabelnya dibuat lebih optimal. Setidaknya ada 4 hal yang harus diterapkan secara ketat dalam sistem jarwo super. Berikut ini uraiannya:
  2. Penggunaan benih unggul - Benih yang digunakan untuk sistem jarwo super ini harus benih unggul. Benih unggul yang sudah di uji coba antara lain inpari HBD, 30 Ciherang Sub-1 & Inpari 33.
  3. Penerapan biodekomposer - Sebelum tanah diolah terlebih dahulu berikan biodekomposer guna mengomposkan jeramai sisa panen terdahulu. Biodekomposer mempercepat proses pengomposan jerami dari sekitar 2 bulan menjadi hanya 1 sampai 2 minggu.
  4. Penggunaan pupuk hayati - Pupuk hayati adalah pupuk yang berisi mikroorganisme hidup yang berfungsi penambat nitrogen serta meningkatkan kesuburan tanah. Aktivitas mikroorganisme dalam pupuk hayati ini membantu meningkatkan penyerapan zat hara tanah oleh tumbuhan.
  5. Pengendalian hama & penyakit tanaman terpadu - Menerapkan pengendalian hama & penyakit dengan menggunakan pestisida alami dan pestisida sintetis secara berimbang. Pestisida yang alami memiliki dampak racun yang lebih rendah serta aman bagi hewan dan manusia. Sehingga mikroba atau serangga yang berguna bagi padi tak ikut mati terbasmi.
  6. Mekanisasi pertanian - Menggunakan mesin-mesin pertanian guna proses pemanenan seperti combine harvester. Mesin pertanian mampu menekan bulir padi yang hilang pada proses pemanenan. Sehingga budidaya menjadi lebih efisien & produktivitas pun meningkat.


Demikianlah pembahasan mengenai Jarwo Super Mampu Mendongkrak Panen Padi Sampai 14 Ton Perhektar semoga dengan adanya ulasan tersebut bisa berguna dan bermanfaat bagi kamu semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

CARA BUDIDAYA MENTIMUN ORGANIK

Cara Budidaya Mentimun Organik - Mentimun / Cucumis sativus merupakan tanaman yang mampu beradaptasi pada berbagai jenis iklim. Tapi, budidaya mentimun ini lebih maksimal pada kondisi iklim kering dengan penyinaran penuh pada suhu 21 sampai 27 derajat Celsius. Sedang ketinggian ideal untuk budidaya mentimun adalah 1000 sampai 1200 meter dari permukaan laut. Walaupun begitu mentimun masih dapat ditanam didataran rendah.


CARA BUDIDAYA MENTIMUN ORGANIK
Budidaya Timun

Budidaya mentimun organik membutuhkan perawatan yang ekstra, karena tanaman ini rentan terhadap hama serta cuaca. Mentimun akan lebih bagus ditanam pada tanah yang mengandung hara organik yang cukup banyak. Tekstur tanah yang baik bagi tumbuh kembang tanaman ini berkadar liat rendah dengan pH 6 sampai 7.


Penyiapan benih mentimun


Budidaya mentimun biasanya memperbanyak tanaman dengan biji mentimun. Cara memperoleh benih yang baik adalah dengan menyeleksi mentimun yang pangkalnya kecil tapi buahnya panjang dan besar. Biarkan buah mentimun ini masak dipohon. Setelah terlihat akan membusuk petik buah tersebut & diamkan selama semalam. Keesokannya buah dibelah & dikerok bijinya. Kemudian masukkan ke dalam wadah yang bersih & biarkan kembali selama satu malam.

Setelah itu, ayak biji mentimun di air mengalir hingga selaput yang menyelubunginya hilang. Untuk memudahkan pengelupasan selaput, campurkan dengan abu halus pada benih tersebut. Pada waktu pengayakan lakukan sortasi biji. Pilihlah biji yang tenggelam, tak hanyut terbawa aliran air. Lalu jemur biji mentimun selama 2 hari. Setelah dijemur sebaiknya biji dikemas di dalam botol kaca yang bersih. Simpan biji ini selama 1-2 bulan sebelum digunakan untuk menghilangkan masa dormannya. Benih yang disimpan dengan baik dapat bertahan sampai satu tahun.

Sehari sebelum budidaya mentimun dilakukan, siapkanlah benih dengan cara direndam di dalam air hangat selama 3 sampai 5 jam kemudian letakkan di kain basah & lembab. Setelah 15-24 jam biasanya akan tumbuh tunas dari biji-biji ini, dan benih mentimun siap untuk ditanam.


Pengolahan lahan secara organik


Pertama-tama bajak / balik tanah sedalam 20 sampai 30 cm. Pada kondisi tanah dengan pH kurang dari 6 berikan kapur dolomit sebanyak 1-2 ton per hektar, tergantung dari keasaman tanah. Campurkan dengan tanah serta diamkan selama 1-2 minggu.
Buat bedengan dengan lebar 1 meter dan tinggi 20-30 cm & panjang disesuaikan kebutuhan. Buat jarak antara bedengan sepanjang 30 cm. Tutup bedengan dengan mulsa plastik. Kegunaan mulsa plastik ini untuk mempertahankan kelembaban tanah, karena mentimun lebih baik ditanam di musim kemarau yang penyinarannya penuh. Tapi, zona perakaran untuk mentimun harus tetap dijaga kelembabannya.

Buatlah lubang tanam di permukaan mulsa dengan diameter 10 cm, setiap bedengan 2 baris lubang tanam. Jarak antar lubang tanam dalam satu baris 40 cm serta jarak antar baris 50-60 cm.

Berikan pupuk kandang - lebih baik campuran antara kotoran ayam dengan kotoran kambing / sapi 1:1. Cara pemberian pupuk dapat ditebar dalam bedengan lalu diaduk dengan tanah / diletakan pada lubang tanam. Letakan pupuk sebanyak 0,5 sampai 1 kg pada setiap lubang tanam. Total kebutuhan pupuk untuk perhektar 20-30 ton. Setelah diberi pupuk biarkan lahan selama 1 sampai 2 minggu.


Penanaman benih mentimun


Tanamlah biji yang sudah bertunas, yang sudah disiapkan dengan cara yang sudah diuraikan di atas. Masukkan masing-masing satu biji ke dalam lubang tanam lalu tutup dengan tanah. Siram setiap pagi & sore hari. Setelah 2 hari biasanya benih yang ditanam sudah mulai tumbuh & bertunas agak lebih tinggi.


Perawatan budidaya mentimun


Pada umur 3 sampai 4 hari setelah tanam lakukan pengontrolan tanaman, lalu segera sulam apabila ada tanaman yang mati / gagal tumbuh dengan benih baru. Bersihkan gulma di sekitar area tanaman. Pada umur 2 minggu setelah tanam, biasanya daun sudah mulai muncul. Berikanlah pupuk tambahan berupa pupuk cair.
Pupuk cair dibuat dari kotoran kambing yang sudah matang dicampur dengan air. Komposisi campuran 1 kg kotoran kambing dengan 1 liter air. Campuran ini harus didiamkan terlebih dahulu selama seminggu. Berikan pupuk cair dengan cara menyiramkannya pada setiap lubang tanam. Kebutuhan pupuk cair ialah 1 liter per meter persegi.

Untuk memperoleh buah yang baik, sebaiknya pasang lenjer / turus terbuat dari bambu. Pasang satu lenjer bambu untuk setiap lubang tanam kemudian ikatkan setiap empat lenjer bambu pada ujung atasnya. Bantu tanaman untuk melilit / memanjat pada bambu tersebut.


Pengendalian hama dan penyakit


Beberapa penyakit serta hama yang menyerang mentimu diantaranya dikenal dengan istilah cacantal / oteng-oteng. Hama ini menyerang daun dan dapat menyebabkan kematian pada tanaman. Selain itu, hama yang kerap menyerang mentimun ialah ulat tanah. Hama ini biasanya menyerang batang yang menjadi pangkal keluarnya daun / buah. Kedua hama ini dapat dikendalikan dengan menggunakan biopestisida yang terbuat dari ekstrak kipait & gadung yang dicampur dengan air kencing kelinci.

Penyakit yang menyerang budidaya mentimun ialah busuk daun, tepung putih, antraknosa, bercak daun serta busuk buah. Penyakit ini dapat dikendalikan secara kultur teknis berupa rotasi tanaman dan pembuangan bagian tanaman yang terkena penyakit.


Panen budidaya mentimun


Mentimun mulai berbunga pada usia 20 hari setelah tanam dan berbuah setelah 40 hari. Untuk panen pertama budidaya mentimun biasanya dilakukan setelah 75 hari. Pemanenan dilakukan secara bertahap selama 1 sampai 1,5 bulan. Panen dapat dilakukan setiap hari, umumnya bisa dipetik 1-2 buah per tanaman.

Produksi buah mentimun yang baik dapat mencapai 30 ton per hektar. Mentimun hasil panen mesti diletakkan di tempat sejuk karena buah mentimun akan cepat kehilangan kandungan airnya. Setelah dipanen, biasanya mentimun di pack ke dalam tempat yang memiliki sirkulasi udara / dimasukkan karung untuk dijual ke pasar.

Jumat, 12 Agustus 2016

CARA MENANAM CABAI DI POLYBAG

Cara Menanam Cabai Di Polybag - Cabai merupakan salah satu komoditas pertanian yang berharga sangat berfluktuasi. Apalagi menjelang hari-hari besar seperti halnya hari lebaran, harga cabai pasti melonjak tinggi. Hal ini yang memancing orang untuk menanam cabai, baik untuk dijual ataupun sekadar untuk persediaan sendiri. Sayangnya untuk yang tinggal diperkotaan ketersedian lahan untuk bercocok tanam sangatlah terbatas. Tapi hal ini bisa disiasati dengan menanam cabai dalam pot / polybag.
Cara menanam cabai dalam pot / polybag cukup mudah dilakukan. Menanam cabai dapat dilakukan baik di dataran tinggi maupun dataran rendah. Secara umum menanam cabai dapat dilakukan pada ketinggian 0-2000 meter di atas permukaan laut. Suhu optimal untuk tanaman cabai ada pada kisaran 24-27 derajat C, tapi masih dapat tahan terhadap suhu yang lebih dari itu. Sifat ini tergantung dari jenis varietas cabai.

Salah satu jenis cabai yang cocok untuk ditanam di pekarangan ialah cabai keriting. Jenis ini relatif lebih tahan terhadap iklim tropis & rasanya pedas banyak disukai di pasaran. Berikut ini kami paparkan tentang cara menanam cabai keriting dalam polybag.


Pemilihan benih cabai


Di pasaran banyak macam varietas cabai keriting, mulai dari hibrida sampai varietas lokal. Cara menanam cabai lokal dan hibrida tak mempunyai perbedaan yang berarti. Hanya saja beberapa cabai hibrida dianjurkan dirawat dengan produk obat-obatan tertentu. Varietas hibrida banyak didatangkan dari Taiwan dan juga Thailand, sedangkan varietas lokal banyak ditanam di Rembang, Kudus, sampai Tanah Karo, Sumatera Utara.

Sekarang ada varietas lokal hasil seleksi, produktivitasnya-pun lebih baik daripada varietas lokal tanpa seleksi. Benihnya dijual di dalam kemasan kaleng seperti tampak yang diproduksi Sang Hyang Sri. Dari segi teknis, cara menanam cabai keriting lokal lebih sederhana & anti ribet dibandingkan cara menanam cabai hibrida. Cabai lokal lebih adaptif dengan kondisi lingkungan dibanding cabai hibrida. Hanya saja produktivitasnya masih kalah dibandingkan hibrida.


Penyemaian benih cabai


Cara menanam cabai dalam polybag sebaiknya tak langsung dilakukan dari benih / biji. Pertama-tama benih cabai harus disemaikan terlebih dahulu. Proses penyemaian ini bertujuan untuk menyeleksi pertumbuhan benih, memisahkan benih yang tumbuhnya kerdil, cacat ataupun yang berpenyakit. Selain itu juga untuk menunggu kesiapan bibit sampai cukup tahan ditanam di tempat yang lebih besar lagi.

Tempat persemaian dapat berupa polybag ukuran kecil (8×9 cm), daun pisang, baki (tray) persemaian / petakan tanah. Cara yang paling ekonomis adalah dengan menyiapkan petakan tanah untuk media persemaian.

Buatlah petakan tanah dengan ukuran secukupnya, campurkan kompos dengan tanah kemudian aduk sampai rata. Butiran tanah dibuat sehalus mungkin supaya perakaran bisa menembusnya dengan mudah. Buat ketebalan petakan tersebut 5 sampai 10 cm, di atasnya buat larikan dengan jarak 10 cm.

Masukkan benih cabai dalam larikan dengan jarak 7,5 cm lalu siram untuk membasahi tanah dan tutup dengan abu / tanah. Setelah itu tutup dengan karung goni basah selama 3-4 hari, pertahankan supaya karung goni tetap basah. Pada hari ke-4 akan muncul bibit dari permukaan tanah, lalu buka karung goni. Sebaiknya petakan ditudungi dengan plastik transparan untuk melindungi bibit cabai yang masih kecil dari panas berlebih & siraman air hujan langsung. Tanaman cabai siap dipindahkan ke polybag yang besar setelah berumur 3-4 minggu, / tanaman telah mempunyai 3-4 helai daun.


Penyiapan media tanam cabai


Pilih polybag yang berukuran di atas 30 cm, supaya media tanam cukup kuat menopang pertumbuhan tanaman cabai yang rimbun. Selain polybag, dapat juga digunakan pot dari jenis plastik, semen, tanah / keramik. Atau bisa juga menggunakan wadah-wadah bekas yang tak terpakai lagi, beri lubang pada dasar wadah untuk saluran drainase.

Cara menanam cabai dalam polybag dapat menggunakan media tanam dari campuran tanah, kompos, pupuk kandang, sekam padi, arang sekam & lain-lainnya. Silahkan baca cara membuat media tanam polybag untuk penjelasan lebih detail.

Beberapa contoh komposisi media tanam di antaranya adalah (1) Campuran tanah dengan kompos dengan komposisi 2:1, (2) Campuran tanah, pupuk kandang & arang sekam dengan komposisi 1:1:1, atau (3) Campuran tanah & pupuk kandang dengan komposisi 2:1. Apabila menggunakan pupuk kandang, sebaiknya pilih pupuk yang sudah matang. Lihat jenis dan karakteristik pupuk kandang.

Buat media tanam sehalus mungkin dengan cara mengayaknya. Campurkan sekitar 3 sendok NPK dalam tiap polybag. Aduk sampai campuran tersebut benar-benar rata. Lapisi bagian dalam polybag dengan sabut kelapa, pecahan genteng / pecahan styrofoam. Gunanya supaya air tidak menggenangi daerah perakaran tanaman.


Cara Menanam Cabai Di Polybag
Cabai di Polybag


Pemindahan bibit cabai


Setelah bibit tanaman serta media tanam siap, pindahkan bibit tanaman cabai dari tempat persemaian ke dalam polybag. Lakukan pekerjaan ini pada saat pagi hari atau sore hari, dimana matahari tak terlalu terik untuk menghindari stres pada tanaman.

Lakukan pemindahan bibit dengan hati-hati, jangan sampai terjadi kerusakan di perakaran tanaman. Buatlah lubang tanam pada polybag sedalam 5-7 cm. Apabila persemaian dilakukan di atas polybag / daun pisang, copot polybag & daun pisang lalu masukan seluruh tanah dalam tempat persemaian ke dalam lubang tanam. Apabila persemaian dilakukan di atas petak tanah / tray, pindahkan dengan tanah yang menempel di perakaran dan masukkan ke dalam lubang tanam.


Pemeliharaan dan perawatan cabai



  1. Pemupukan, berikan pemupukan tambahan dengan dosis satu sendok makan NPK setiap polybag sekali perbulannya. Atau apabila ingin menanam cabai dengan cara organik, sebagai gantinya semprotkan pupuk organik cair pada masa pertumbuhan daun & pertumbuhan buah. Tambahkan satu kepal kompos / pupuk kandang kambing pada saat tanaman mau berbuah.
  2. Penyiraman - tanaman cabai sebaiknya disiram sekurang-kurangnya 3 hari sekali. Jika matahari bersinar terik, siram tanaman setiap hari.
  3. Pengajiran - setelah tanaman cabai tumbuh sekitar 20 cm, berikanlah ajir bambu. Ajir ini berfungsi untuk menopang tanaman agar berdiri tegak.
  4. Perompesan - tunas-tunas muda yang tumbuh di ketiak daun sebaiknya dihilangkan (atau dirompes). Perompesan dimulai pada hari ke-20 setelah tanam, perompesan biasanya dilakukan 3 kali sampai terbentuknya cabang. Gunanya supaya tanaman tidak tumbuh kesamping saat batang belum terlalu kuat menopang.
  5. Hama dan penyakit - penggunaan pestisida sebaiknya hanya dilakukan apabila tanaman terlihat terserang hama / sakit. Apabila terlihat ada hama putih semprot dengan pestida, jika terlihat ada bakal ulat semprot dengan insektisida secukupnya, jika terlihat jamur gunakan fungisida. Untuk bercocok tanam cabai organik gunakan pestisida alami.



Cabai di Polybag


Pemanenan Cabai


Umur cabai dari mulai tanam sampai panen bervariasi tergantung dari jenis varietas dan lingkungan. Masa panen terbaik adalah ketika buah belum sepenuhnya berwarna merah, masih ada garis hijaunya. Buah seperti ini sudah masuk bobot yang optimal 7 buah cabai masih dapat tahan 2-3 hari sebelum terjual oleh pedagang di pasar. Waktu panen sebaiknya dilakukan di pagi hari setelah embun kering. Hindari waktu panen pada malam & siang hari.

Demikianlah pembahasan mengenai Cara Menanam Cabai di Polybag semoga dengan adanya ulasan tersebut bisa berguna dan bermanfaat bagi kamu semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

CARA MENANAM CABAI DI POLYBAG

Cara Menanam Cabai Di Polybag - Cabai merupakan salah satu komoditas pertanian yang berharga sangat berfluktuasi. Apalagi menjelang hari-hari besar seperti halnya hari lebaran, harga cabai pasti melonjak tinggi. Hal ini yang memancing orang untuk menanam cabai, baik untuk dijual ataupun sekadar untuk persediaan sendiri. Sayangnya untuk yang tinggal diperkotaan ketersedian lahan untuk bercocok tanam sangatlah terbatas. Tapi hal ini bisa disiasati dengan menanam cabai dalam pot / polybag.
Cara menanam cabai dalam pot / polybag cukup mudah dilakukan. Menanam cabai dapat dilakukan baik di dataran tinggi maupun dataran rendah. Secara umum menanam cabai dapat dilakukan pada ketinggian 0-2000 meter di atas permukaan laut. Suhu optimal untuk tanaman cabai ada pada kisaran 24-27 derajat C, tapi masih dapat tahan terhadap suhu yang lebih dari itu. Sifat ini tergantung dari jenis varietas cabai.

Salah satu jenis cabai yang cocok untuk ditanam di pekarangan ialah cabai keriting. Jenis ini relatif lebih tahan terhadap iklim tropis & rasanya pedas banyak disukai di pasaran. Berikut ini kami paparkan tentang cara menanam cabai keriting dalam polybag.


Pemilihan benih cabai


Di pasaran banyak macam varietas cabai keriting, mulai dari hibrida sampai varietas lokal. Cara menanam cabai lokal dan hibrida tak mempunyai perbedaan yang berarti. Hanya saja beberapa cabai hibrida dianjurkan dirawat dengan produk obat-obatan tertentu. Varietas hibrida banyak didatangkan dari Taiwan dan juga Thailand, sedangkan varietas lokal banyak ditanam di Rembang, Kudus, sampai Tanah Karo, Sumatera Utara.

Sekarang ada varietas lokal hasil seleksi, produktivitasnya-pun lebih baik daripada varietas lokal tanpa seleksi. Benihnya dijual di dalam kemasan kaleng seperti tampak yang diproduksi Sang Hyang Sri. Dari segi teknis, cara menanam cabai keriting lokal lebih sederhana & anti ribet dibandingkan cara menanam cabai hibrida. Cabai lokal lebih adaptif dengan kondisi lingkungan dibanding cabai hibrida. Hanya saja produktivitasnya masih kalah dibandingkan hibrida.


Penyemaian benih cabai


Cara menanam cabai dalam polybag sebaiknya tak langsung dilakukan dari benih / biji. Pertama-tama benih cabai harus disemaikan terlebih dahulu. Proses penyemaian ini bertujuan untuk menyeleksi pertumbuhan benih, memisahkan benih yang tumbuhnya kerdil, cacat ataupun yang berpenyakit. Selain itu juga untuk menunggu kesiapan bibit sampai cukup tahan ditanam di tempat yang lebih besar lagi.

Tempat persemaian dapat berupa polybag ukuran kecil (8×9 cm), daun pisang, baki (tray) persemaian / petakan tanah. Cara yang paling ekonomis adalah dengan menyiapkan petakan tanah untuk media persemaian.

Buatlah petakan tanah dengan ukuran secukupnya, campurkan kompos dengan tanah kemudian aduk sampai rata. Butiran tanah dibuat sehalus mungkin supaya perakaran bisa menembusnya dengan mudah. Buat ketebalan petakan tersebut 5 sampai 10 cm, di atasnya buat larikan dengan jarak 10 cm.

Masukkan benih cabai dalam larikan dengan jarak 7,5 cm lalu siram untuk membasahi tanah dan tutup dengan abu / tanah. Setelah itu tutup dengan karung goni basah selama 3-4 hari, pertahankan supaya karung goni tetap basah. Pada hari ke-4 akan muncul bibit dari permukaan tanah, lalu buka karung goni. Sebaiknya petakan ditudungi dengan plastik transparan untuk melindungi bibit cabai yang masih kecil dari panas berlebih & siraman air hujan langsung. Tanaman cabai siap dipindahkan ke polybag yang besar setelah berumur 3-4 minggu, / tanaman telah mempunyai 3-4 helai daun.


Penyiapan media tanam cabai


Pilih polybag yang berukuran di atas 30 cm, supaya media tanam cukup kuat menopang pertumbuhan tanaman cabai yang rimbun. Selain polybag, dapat juga digunakan pot dari jenis plastik, semen, tanah / keramik. Atau bisa juga menggunakan wadah-wadah bekas yang tak terpakai lagi, beri lubang pada dasar wadah untuk saluran drainase.

Cara menanam cabai dalam polybag dapat menggunakan media tanam dari campuran tanah, kompos, pupuk kandang, sekam padi, arang sekam & lain-lainnya. Silahkan baca cara membuat media tanam polybag untuk penjelasan lebih detail.

Beberapa contoh komposisi media tanam di antaranya adalah (1) Campuran tanah dengan kompos dengan komposisi 2:1, (2) Campuran tanah, pupuk kandang & arang sekam dengan komposisi 1:1:1, atau (3) Campuran tanah & pupuk kandang dengan komposisi 2:1. Apabila menggunakan pupuk kandang, sebaiknya pilih pupuk yang sudah matang. Lihat jenis dan karakteristik pupuk kandang.

Buat media tanam sehalus mungkin dengan cara mengayaknya. Campurkan sekitar 3 sendok NPK dalam tiap polybag. Aduk sampai campuran tersebut benar-benar rata. Lapisi bagian dalam polybag dengan sabut kelapa, pecahan genteng / pecahan styrofoam. Gunanya supaya air tidak menggenangi daerah perakaran tanaman.


Cara Menanam Cabai Di Polybag
Cabai di Polybag


Pemindahan bibit cabai


Setelah bibit tanaman serta media tanam siap, pindahkan bibit tanaman cabai dari tempat persemaian ke dalam polybag. Lakukan pekerjaan ini pada saat pagi hari atau sore hari, dimana matahari tak terlalu terik untuk menghindari stres pada tanaman.

Lakukan pemindahan bibit dengan hati-hati, jangan sampai terjadi kerusakan di perakaran tanaman. Buatlah lubang tanam pada polybag sedalam 5-7 cm. Apabila persemaian dilakukan di atas polybag / daun pisang, copot polybag & daun pisang lalu masukan seluruh tanah dalam tempat persemaian ke dalam lubang tanam. Apabila persemaian dilakukan di atas petak tanah / tray, pindahkan dengan tanah yang menempel di perakaran dan masukkan ke dalam lubang tanam.


Pemeliharaan dan perawatan cabai



  1. Pemupukan, berikan pemupukan tambahan dengan dosis satu sendok makan NPK setiap polybag sekali perbulannya. Atau apabila ingin menanam cabai dengan cara organik, sebagai gantinya semprotkan pupuk organik cair pada masa pertumbuhan daun & pertumbuhan buah. Tambahkan satu kepal kompos / pupuk kandang kambing pada saat tanaman mau berbuah.
  2. Penyiraman - tanaman cabai sebaiknya disiram sekurang-kurangnya 3 hari sekali. Jika matahari bersinar terik, siram tanaman setiap hari.
  3. Pengajiran - setelah tanaman cabai tumbuh sekitar 20 cm, berikanlah ajir bambu. Ajir ini berfungsi untuk menopang tanaman agar berdiri tegak.
  4. Perompesan - tunas-tunas muda yang tumbuh di ketiak daun sebaiknya dihilangkan (atau dirompes). Perompesan dimulai pada hari ke-20 setelah tanam, perompesan biasanya dilakukan 3 kali sampai terbentuknya cabang. Gunanya supaya tanaman tidak tumbuh kesamping saat batang belum terlalu kuat menopang.
  5. Hama dan penyakit - penggunaan pestisida sebaiknya hanya dilakukan apabila tanaman terlihat terserang hama / sakit. Apabila terlihat ada hama putih semprot dengan pestida, jika terlihat ada bakal ulat semprot dengan insektisida secukupnya, jika terlihat jamur gunakan fungisida. Untuk bercocok tanam cabai organik gunakan pestisida alami.



Cabai di Polybag


Pemanenan Cabai


Umur cabai dari mulai tanam sampai panen bervariasi tergantung dari jenis varietas dan lingkungan. Masa panen terbaik adalah ketika buah belum sepenuhnya berwarna merah, masih ada garis hijaunya. Buah seperti ini sudah masuk bobot yang optimal 7 buah cabai masih dapat tahan 2-3 hari sebelum terjual oleh pedagang di pasar. Waktu panen sebaiknya dilakukan di pagi hari setelah embun kering. Hindari waktu panen pada malam & siang hari.

Demikianlah pembahasan mengenai Cara Menanam Cabai di Polybag semoga dengan adanya ulasan tersebut bisa berguna dan bermanfaat bagi kamu semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Rabu, 10 Agustus 2016

CARA MENGENDALIKAN HAMA PENGHISAP KAKAO

CARA MENGENDALIKAN HAMA PENGHISAP KAKAO - Hama penghisap buah kakao (Helopeltis spp) merupakan hama penting yang tingkat pengrusakannya menduduki ranking ke-2 setelah hama penggerek buah kakao. Serangan hama ini bisa menurunkan produktivitas buah 50 – 60%.

Hama penghisap buah kakao berwujud kepik yang terdiri dari beberapa spesies antara lain : H. antonii, H. Claviver & H. theivora. Hama ini menyerang hampir semua tanaman kakao di Indonesia serta beberapa negara pembudidaya kakao lainnya seperti : Papua, Malaysia, Filiphina,Srilanka & sebagian negara-negara di Afrika.

Siklus hidup.


Hama penghisap buah kakao adalah serangga yang bermetamorfosis secara tak sempurna dengan siklus hidup berlangsung selama 30 sampai 48 hari. Siklus hidup dimulai dari fase telur yang berlangsung selama 6 sampai 7 hari dilanjutkan dengan fase nimfa berlangsung selama 10 sampai 11 hari & fase imago selama 14 – 20 hari.

Telur penghisap buah kakao ini berbentuk lonjong, berwarna putih & biasanya diletakan oleh imago di dalam jaringan kulit buah / pucuk daun. Setelah telur menetas, serangga muda (nimfa) keluar dari jaringan kulit buah & akan mengalami 5 instar (4 kali ganti kulit) sampai akhirnya menjadi serangga dewasa (imago).
Pada tahap fase imago inilah intensitas serangan penghisap buah kakao akan semakin tinggi, karena selain melakukan pengerusakan terhadap buah-buah kakao, imago akan kawin & kembali meletakan telur-telur yang dihasilkannya ke dalam jaringan kulit untuk melanjutkan siklus keturunannya. Satu imago umumnya bisa memproduksi sampai 200 butir selama masa hidupnya.

Gejala serangan


Hama penghisap buah bisa menyerang buah kakao pada saat pagi dan sore hari. Karena ia tak menyukai keberadaan cahaya, saat siang hari hama ini biasanya bersembunyi di bagian tanaman yang gelap seperti sela-sela / bagian daun yang menghadap ke bawah.
Hama penghisap buah bisa menyerang saat masih dalam fase nimfa & imago. Serangan dilakukan dengan cara menusuk kulit buah muda maupun yang sudah tua dengan menggunakan mulutnya yang menyerupai jarum. Mulutnya itu lalu menghisap cairan manis yang ada di dalam kulit buah, kemudian bersama dengan tusukan tersebut mulutnya mengeluarkan cairan racun yang mampu mematikan sel dan jaringan yang terdapat disekitar lubang tusukan.
Serangan pada buah muda menyebabkan kulit buah menjadi retak & terjadinya pertumbuhan buah yang abnormal (malformasi). Karena pertumbuhannya abnormal, perkembangan bijipun akan terhambat & mengakibatkan penurunan produktivitas hasil panen.Pada intensitas serangan yang tinggi, buah muda yang terserang bisa mati, mengering & gugur.

Serangan pada buah tua menyebabkan kulit buah dipenuh dengan bintik-bintik hitam yang merupakan luka bekas tusukan. Tapi serangan pada buah tua biasanya jarang terjadi karena kulit buah sudah terlalu keras dan tak mengandung cairan yang dapat dimakan oleh hama penghisap.

Serangan bisa juga terjadi pada pucuk daun muda. Daun muda yang terserang biasanya dalam beberapa hari langsung layu, mengering & akhirnya mati. Daun-daun tersebut pada akhirnya akan gugur & ranting akan merangas kering dan akan menjadi seperti lidi.

CARA MENGENDALIKAN HAMA PENGHISAP KAKAO
Buah Kakao Terjangkit Hama Penghisap. By Deptan RI
Hama penghisap buah kakao bisa dikendalikan dengan teknik pengendalian biologis, kultur teknis & pengendalian kimiawi.


1. Pengendalian biologis


Pengendalian secara biologi bisa dilakukan dengan inokulasi kutu putih untuk mengundang semut hitam yang merupakan musuh alami dari hama penghisap buah. Semut hitam yang beraktivitas disekitar buah-buah kakao akan membuat imago tak sempat meletakan telur dipermukaan buah kakao. Semut hitam juga memakan telur-telur penghisap buah kakao yang ada dipermukaan buah.

Selain dengan inokulasi kutu putih, semut hitam juga bisa diundang dengan cara membuatkan rumah menggunakan seresah yang diikatkan pada percabangan / jorket.

Pengedalian juga bisa dilakukan dengan melepaskan cendawan parasitoid dari hama ini yaitu berupa Beauveria bassiana. Serangga yang terinveksi biasanya akan mati setelah 2 sampai 5 hari disemprot. Penyemprotan pada imago umumnya lebih efektif dilakukan pada serangga dalam fase imago, dimana dosis 25 sampai 50 gram spora/ha.

2. Pengendalian kultur teknis

Pengendalian secara kultur teknis dilakukan dengan memangkas cabang-cabang tak produktif yang saling bertumpang tindih. Pemangkasan bertujuan untuk mengurangi tingkat kelembaban kebun sehingga serangga penghisap buah ini tidak betah berlama-lama tinggal di kebun kakao kita.

Selain dengan pemangkasan, pengendalian hama penghisap buah kakao ini secara kultur teknis juga bisa dilakukan dengan penggunaan pohon penaung yang bisa menjadi rumah bagi semut hitam yang tak lain adalah musuh alami dari hama penghisap buah. Beberapa pohon penaung tersebut ialah kelapa, lamtoro & sengon.

3. Pengendalian kimiawi

Pengendalian secara kimiawi ini merupakan pilihan terakhir setelah pengendalian kultur teknis & pengendalian biologis tak membuahkan hasil yang memuaskan. Pengendalian kimiawi bisa dilakukan dengan aplikasi insektisida sesuai dosis anjuran.

Demikianlah pembahasan mengenai Cara Mengendalikan Hama Penghisap Kakao semoga dengan adanya ulasan tersebut bisa berguna dan bermanfaat bagi kamu semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Senin, 08 Agustus 2016

Budidaya Selada Keriting Dengan Cara Organik

Budidaya Selada Keriting Dengan Cara Organik - Ada dua kelompok besar budidaya selada (Lactuca Sativa) yang berkembang di Negeri kita. Pertama, selada daun bentuk korpnya bulat lepas, daunnya berwarna hijau mengembang. Ke-2, selada korp (heading lettuce) bentuk korp-nya bulat / lonjong dan korp-nya padat.

Dari 2 jenis di atas yang paling banyak dibudidayakan yaitu tipe selada daun, bentuk daunnya bergelombang cenderung berkerut-kerut / populer dengan nama selada keriting. Selada keriting toleran ditanam di daerah tropis & panas sekalipun. Jenis selada keriting bahkan mampu tumbuh dengan subur di dataran rendah & panas seperti Jakarta.

Pada dasarnya, suhu optimal untuk budidaya selada kriting berkisar antara 15 sampai 25°C dengan ketinggian 900 meter sampai 1.200 meter dari permukaan laut. Jenis tanah yang disukai selada kriting ialah lempung berdebu, lempung berpasir & tanah yang masih mengandung humus. Meski demikian, selada keriting masih toleran terhadap tanah yang miskin hara asalkan diberi pengairan & pupuk organik yang memadai.

Pemilihan benih & penyemaian Selada Keriting


Selada diperbanyak dengan biji. Biji maupun benih selada didapat dengan menumbuhkan tanaman selada hingga berbunga & berbuah. Setelah tua baru diambil bijinya. Apabila benih ini dibeli di toko, varietas yang populer saat ini antara lain penn great lakes, imperial & new york. Kebutuhan benih selada per satu hektar lahan ialah 250 gram. Untuk memperoleh hasil yang optimal, benih selada keriting sebaiknya disemai terlebih dahulu sebelum ditanam di hamparan lahan yang luas.

Ada berbagai jenis media penyemaian untuk budidaya selada, diantaranya di dalam polybag, daun pisang, sistem tray, tanah tercetak / di atas bedengan. Pada kesempatan kali ini yang akan kami terangkan adalah media tanam di atas bedengan.
Siapkan bedengan dengan lebar satu meter dengan ketinggian sekitar 15 cm, panjang bedengan disesuaikan dengan kebutuhan. Posisi bedengan harus ditempat yang terbuka dan jauh dari gangguan binatang. Campurkan pupuk kandang, tanah dengan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1. Pupuk kandang yang dipakai harus sudah betul-betul matang untuk menghindari tumbuhnya mikroorganisme yang tak diharapkan. Kegunaan pupuk kandang ini berunga untuk memperkaya unsur hara & nutrisi. Arang sekam dibutuhkan untuk menggemburkan tanah supaya pencabutan bibit tak merusak akar tanaman. Apabila tanah terlalu asam, berikan juga kapur pertanian / dolomit secukupnya. Derajat keasaman yang ideal untuk budidaya selada ialah pH 5 sampai 6,8.
Siram media penyemaian menggunakan air bersih untuk memberikan kelembaban pada benih yang akan ditabur. Usahakan jangan sampai basah menggenang karena dapat membusukan tanaman. Tebarkan benih selada secara merata di atas bedengan. Padat penebaran benih ialah 100 gram per 10 meter persegi bedeng semai. Apabila penyemaian dilakukan di musim kemarau, ada baiknya berikan mulsa berupa rumput, jerami / daun kering di atasnya. Hal ini berguna untuk mengurangi penguapan akibat terik matahari.

Buatlah naungan di atas bedengan tadi. Gunanya, pada musim hujan untuk melindungi bibit yang baru tumbuh dari limpahan air hujan secara langsung. Di musim kemarau, untuk menaungi bibit dari sengatan matahari yang terlalu terik. Tutupan bedengan dapat menggunakan paranet, karung plastik / plastik bening. Upayakan membuat tutupan yang dapat ditutup buka, sehingga pada pagi & sore hari tutup dapat dibuka agar mendapat penyinaran maksimal. Dan, pada siang hari dapat ditutup untuk melindungi dari sengatan matahari.

Perawatan di tahap penyemaian ini adalah penyiraman rutin, penyiangan gulma & pengawasan hama dan penyakit. Dalam budidaya selada keriting organik tak diperkenankan penyemprotan pestisida sintetis. Apabila ada hama, dapat diusir dengan menutup penyemaian, apabila terserang penyakit bisa diberikan pupuk kandang tambahan beserta penyemprotan pestisida nabati bila diperlukan. Bibit selada keriting dapat dipindahkan setelah berdaun 4-5 helai / berumur 3-4 minggu sejak benih ditebar.

Pengolahan tanah & penanaman bibit Selada Keriting


Pengolahan lahan untuk budidaya selada keriting tergantung pada jenisnya, struktur dan tekstur tanahnya. Apabila tanah yang akan digunakan sangat keras, lakukan penggarpuan terlebih dahulu, setelah itu baru dilakukan dengan penggemburan dengan cara dicangkul. Lalu bentuk bedengan dengan ukuran lebar 1 meter tinggi 15 cm & panjang kurang lebih 10 meter atau tergantung kondisi lahan. Supaya bedengan tetap kering, terutama di lahan-lahan basah seperti bekas sawah, tanah untuk bedengan ditinggikan 20 cm, dikiri & kanan bedengan dibuat gang untuk saluran drainase. Lebar bedengan tak diperkenankan terlalu lebar untuk memudahkan pemeliharaan.

Budidaya selada keriting membutuhkan lingkungan keasaman yang netral dengan pH ideal 5-6,8. Apabila kondisi tanah asam sebaiknya dilakukan dengna proses penetralan terlebih dahulu dengan kapur. Sedangkan jika tanah terlalu basa netralkan dengan belerang / gipsum. Misalnya, untuk menetralkan tanah yang mempunyai pH 5,5 diperlukan kapur sebanyak 0,1 kg per meter persegi sehingga derajat keasaman naik menjadi pH 6,5. Sebaliknya, untuk menurunkan pH tanah dapat diberikan belerang / gipsum sebanyak 0,6 kg per meter persegi.

Untuk memperkaya humus pada tanah, campurkan dengan pupuk kandang yang telah matang / pupuk kompos. Jumlah pupuk kandang yang disarankan untuk kotoran ayam ialah 20 ton per hektar. Jika kita menggunakan pupuk kompos, jumlah kompos yang disarankan sebanyak 2 kg per meter persegi. Pada pemberian pupuk organik bertujuan untuk menggemburkan lahan serta mempertinggi aktifitas mikroorganisme di dalam tanah. Setelah tanah dicampurkan dengan pupuk kandang / kompos, diamkan selama 2 hari, lalu haluskan kembali tanah dengan pencangkulan.
Setelah lahan siap, pindahkan bibit selada keriting dari tempat penyemaiannya. Dalam memindahkan tanaman, sebaiknya angkat dengan tanah yang menyangga zona perakaran tanaman tersebut. Penanaman dilakukan dengan cara ditugal / dilubangi dengan tangan saja. Besar & dalam lubang tanam disesuaikan dengan perakaran bibit selada keriting yang akan dipindahkan. Atur jarak tanam sebesar 10 x 15 cm.

Budidaya Selada Keriting Dengan Cara Organik


Budidaya Selada Keriting Dengan Cara Organik
Budidaya Selada Keriting

Perawatan budidaya selada keriting


Perawatan yang dilakukan di dalam budidaya selada kriting diantaranya penyiraman, pemupukan serta penyiangan. Penyiraman dilakukan sesuai dengan cuaca yang ada. Jika tak ada hujan lakukan 2 kali penyiraman dalam satu hari setiap pagi & sore. Penyiraman dapat dilakukan pada siang hari namun dengan intensitas air yang cukup banyak untuk menghindari layu mendadak.

Setelah bibit yang ditanam telah berumur 2 minggu, apabila tanaman kurang subur yang ditandai dengan warna hijau yang pudar, berikanlah tambahan pupuk kandang sebanyak 2 ton per hektar. Pupuk kandang yang dipakai hendaknya yang mengandung unsur nitrogen tinggi seperti kotoran ayam. Pada umur tanaman mencapai 20 hari semenjak semprotkan pupuk cair organik dengan dosis 3 liter per hektar.

Meski siklus panennya cepat, penyiangan tetap diperlukan karena tanaman selada kriting ini mempunyai akar yang dangkal sehingga daya saingnya sangat rendah dibandingkan tanaman pengganggu. Untuk itu perlu ada penyiangan yang teratur dengan cara mencabut tanaman pengganggu. Dalam budidaya selada keriting biasanya dibutuhkan minimal satu kali penyiangan gulma selama masa budidayanya.

Cara penyiangan gulma sedikit berbeda pada musim kemarau & penghujan. Pada musim kemarau gulma dicabut / dipotong, lalu dibiarkan di permukaan tanah. Gunanya sebagai tambahan pupuk hijau & membentuk mulsa untuk mengurangi penguapan. Sehingga air untuk penyiraman dapat dihemat. Pada musim hujan, gulma mesti dicabut dan bedengan harus bersih dari hijauan. Hal ini bertujuan untuk menghindari tumbuhnya jamur dan penyakit di sekitar tanaman selada akibat kelembaban yang tinggi.

Pengendalian hama & penyakit Pada Selada Keriting


Hama dan penyakit yang biasa menyerang budidaya selada keriting ini adalah sebagai berikut:


  1. Jangel (Bradybaena similaris ferussac) - bentuknya seperti siput berukuran 2 cm. Hama ini menyerang tanaman di segala usia. Biasa bersembunyi di pangkal daun bagian dalam. Serangan hama ini membuat daun menjadi berlubang.
  2. Tangek (Parmalion pupilaris humb) - bentuknya mirip dengan jangel tapi tidak memiliki siput. Akibat serangannya sama membuat lubang pada daun. Hama ini lebih banyak menyerang pada musim kemarau dibandingkan musim hujan.
  3. Busuk lunak (soft rot) - penyebabnya adalah bakteri Erwinia Carotovora. Penyakit ini menyerang bagian daun tanaman. Serangan dimulai dari tepi daun, warna daun menjadi coklat lalu layu. Selain dapat menyerang tanaman yang masih ditanam, penyakit ini juga dapat menyerang selada yang siap diangkut ke pasar.
  4. Busuk pangkal daun - penyebabnya adalah Felicularia Filamentosa. Penyakit ini menyerang pangkal daun, serangan biasa terjadi menjelang masa panen.


Di dalam budidaya selada keriting organik, tak diperbolehkan menyemprot hama & penyakit dengan pestisida sintetis. Pengendalian hama & penyakit dilakukan dengan memperhatikan pemupukan, kebersihan kebun, rotasi tanaman dan jika terpaksa lakukan penyemprotan dengan pestisida nabati.

Penyiraman teratur & pemupukan yang tepat terbukti efektif mengendalikan hama. Tapi, pengendalian hama yang paling efektif adalah dengan melakukan budidaya tanaman sehat, mengatur kebersihan lingkungan seperti menjaga irigasi & drainase serta menjamin kecukupan nustrisi bagi tanaman terutama untuk kekebalan tubuh tanaman itu sendiri seperti unsur kalium. Unsur kalium dapat diperoleh dengan menambahkan bahan-bahan daun bambu ketika pembuatan kompos.


Panen budidaya selada keriting


Budidaya selada keriting dapat dipanen 20 sampai 30 hari setelah bibit ditanam. Jadi, jika dihitung mulai dari penyemaian sampai panen, kira-kira dibutuhkan 40 sampai 60 hari. Produktiivitas tanaman selada keriting dapat mencapai 15 sampai 20 ton per hektar.

Panen dilakukan dengan cara mencabut tanaman sampai keakar-akarnya. Setelah dipanen, bagian akar selada kriting ini dicuci dan daun-daun yang rusak dibuang. Kelompokkan daun selada keriting berdasar ukuran. Pengerjaan paska panen harus dilakukan dengan cepat & segera karena tanaman selada keriting tak tahan panas / penguapan. Apabila pengangkutan ke pasar ada jeda waktu yang lama, simpanlah sayuran ini di tempat yang lembab dekat dengan air / secara rutin diciprati air.

Demikianlah pembahasan mengenai Budidaya Selada Keriting Dengan Cara Organik semoga dengan adanya ulasan tersebut bisa berguna dan bermanfaat bagi kamu semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.