Tampilkan postingan dengan label Budidaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budidaya. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Agustus 2016

Cara Mengikuti Asuransi Usaha Tani Padi

Cara Mengikuti Asuransi Usaha Tani Padi - Bagi kamu yang bergelut dibidang usaha budidaya padi / buruh tani padi, mungkin tak perlu was-was lagi dengan resiko budidaya padi yang dibayang-bayangi dengan kegagalan panen. Sekarang pemerintah lewat Kementan mengeluarkan program untuk mensubsidi asuransi budidaya tanaman padi. Program ini beranama Program Asuransi Usaha Tani Padi, disingkat AUTP.

Cara Mengikuti Asuransi Usaha Tani Padi
Asuransi Usaha Tani Padi
AUTP adalah program asuransi yang bertujuan untuk menekan resiko usaha tani padi. Asuransi ini dapat diikuti oleh para petani / buruh tani yang membudidayakan padi. Pemerintah menggandeng salah satu perusahaan BUMN yaitu PT Asuransi Jasa Indonesia (AJI) sebagai pelaksananya.

Besaran premi yang mesti dibayar oleh peserta terbilang murah, yaitu Rp. 36.000 per hektar dalam satu kali musim tanam dengan nilai pertanggungan sampai Rp. 6 juta. Besaran nilai asuransi proposional dengan luas tanam, misalnya untuk lahan setengah hektar cukup dengan membayar setengahnya saja & mendapatkan pertanggungan setengahnya juga. Biaya asuransi menjadi murah karena pemerintah mensubsidi premi sebanyak 80% dari jumlah premi yang harus dibayar.

Hitung-hitungan besarnya premi didasarkan dengan asumsi berikut:



  1. Asumsi ongkos atau biaya budidaya padi sebesar Rp. 6.000.000 per hektar dalam sekali musim tanam
  2. Besar premi asuransi 3% dari ongkos produksi yaitu sebesar Rp. 180.000
  3. Premi disubsidi pemerintah sebesar 80% / senilai Rp. 144.000
  4. Petani membayar premi sebesar Rp. 36.000 per hektar
  5. Nilai pertanggungan jika terjadi gagal panen sampai Rp. 6.000.000 per hektar


Adapun resiko yang dijamin oleh AUTP ialah sebagai berikut:



  1. Jangka waktu pertanggungan sekali musim mulai tanam sampai panen (4 bulan),
  2. Resiko yang ditanggung antara lain bencana banjir, kekeringan serta Organisme Penganggu Tanaman (OPT) tertentu,
  3. Tak semua serangan OPT ditanggung, yang ditanggung antara lain serangan hama seperti tikus, wereng coklat, walang sangit, penggerek batang dan ulat grayak. Sedang serangan penyakit antara lain blast, tungro, bercak coklat, busuk batang serta kerdil hampa,
  4. Klaim asuransi dapat diajukan apabila kerusakan akibat gagal panen mencapai 75%,
  5. Perusahaan asuransi akan menilai besar kerugian klaim,
  6. Pertanggungan dibayarkan selambat-lambatnya pada 14 hari sejak klaim diajukan.


Cara Mengikuti Asuransi Usaha Tani Padi


Bagaimana cara mengkuti Asuransi Usaha Tani ini?


Memang pada tataran pelaksanaannya mengikuti asuransi ini agak sedikit ribet, karena melalui 2 tahap yaitu seleksi oleh pemerintah dalam hal ini dinas pertanian sampai Kementan dan perusahaan jasa asuransi. Pertama-tama petani harus tergabung dalam kelompok tani yang melakukan usaha budidaya padi. Kegiatan usaha ini dianggap sebagai satu kesatuan resiko. Jadi, program ini belum mengakomodir perorangan secara langsung.

Kemudian kelompok tani didampingi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) mengisi formulir pendaftaran yang disediakan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) kecamatan. Kemudian UPTD akan merekapitulasi peserta dan menyampaikannya ke dinas terkait tingkat kabupaten/kota. Demikian seterusnya hingga dinas tingkat propinsi dan terakhir Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan untuk ditetapkan.

Proses pembayaran premi swadaya dari peserta ini dibayarkan ke dinas kabupaten / kota, lalu bukti transfernya diserahkan ke petuga asuransi untuk memperoleh sertifikat asuransi. Perusahaan asuransi akan menagih 80% premi subsidi ini kepada pemerintah.

Selanjutnya jika terjadi gagal panen, perusahaan asuransi akan menilai kerugian. Pertanggungan akan diberikan maksimal selama 14 hari terhitung dari pengajuan klaim. Uang pertanggungan akan ditransfer langsung ke rekening bank yang telah disepekati. Jangan lupa, jika usahanya sukses uang premi hangus.

Jumat, 12 Agustus 2016

CARA MENANAM CABAI DI POLYBAG

Cara Menanam Cabai Di Polybag - Cabai merupakan salah satu komoditas pertanian yang berharga sangat berfluktuasi. Apalagi menjelang hari-hari besar seperti halnya hari lebaran, harga cabai pasti melonjak tinggi. Hal ini yang memancing orang untuk menanam cabai, baik untuk dijual ataupun sekadar untuk persediaan sendiri. Sayangnya untuk yang tinggal diperkotaan ketersedian lahan untuk bercocok tanam sangatlah terbatas. Tapi hal ini bisa disiasati dengan menanam cabai dalam pot / polybag.
Cara menanam cabai dalam pot / polybag cukup mudah dilakukan. Menanam cabai dapat dilakukan baik di dataran tinggi maupun dataran rendah. Secara umum menanam cabai dapat dilakukan pada ketinggian 0-2000 meter di atas permukaan laut. Suhu optimal untuk tanaman cabai ada pada kisaran 24-27 derajat C, tapi masih dapat tahan terhadap suhu yang lebih dari itu. Sifat ini tergantung dari jenis varietas cabai.

Salah satu jenis cabai yang cocok untuk ditanam di pekarangan ialah cabai keriting. Jenis ini relatif lebih tahan terhadap iklim tropis & rasanya pedas banyak disukai di pasaran. Berikut ini kami paparkan tentang cara menanam cabai keriting dalam polybag.


Pemilihan benih cabai


Di pasaran banyak macam varietas cabai keriting, mulai dari hibrida sampai varietas lokal. Cara menanam cabai lokal dan hibrida tak mempunyai perbedaan yang berarti. Hanya saja beberapa cabai hibrida dianjurkan dirawat dengan produk obat-obatan tertentu. Varietas hibrida banyak didatangkan dari Taiwan dan juga Thailand, sedangkan varietas lokal banyak ditanam di Rembang, Kudus, sampai Tanah Karo, Sumatera Utara.

Sekarang ada varietas lokal hasil seleksi, produktivitasnya-pun lebih baik daripada varietas lokal tanpa seleksi. Benihnya dijual di dalam kemasan kaleng seperti tampak yang diproduksi Sang Hyang Sri. Dari segi teknis, cara menanam cabai keriting lokal lebih sederhana & anti ribet dibandingkan cara menanam cabai hibrida. Cabai lokal lebih adaptif dengan kondisi lingkungan dibanding cabai hibrida. Hanya saja produktivitasnya masih kalah dibandingkan hibrida.


Penyemaian benih cabai


Cara menanam cabai dalam polybag sebaiknya tak langsung dilakukan dari benih / biji. Pertama-tama benih cabai harus disemaikan terlebih dahulu. Proses penyemaian ini bertujuan untuk menyeleksi pertumbuhan benih, memisahkan benih yang tumbuhnya kerdil, cacat ataupun yang berpenyakit. Selain itu juga untuk menunggu kesiapan bibit sampai cukup tahan ditanam di tempat yang lebih besar lagi.

Tempat persemaian dapat berupa polybag ukuran kecil (8×9 cm), daun pisang, baki (tray) persemaian / petakan tanah. Cara yang paling ekonomis adalah dengan menyiapkan petakan tanah untuk media persemaian.

Buatlah petakan tanah dengan ukuran secukupnya, campurkan kompos dengan tanah kemudian aduk sampai rata. Butiran tanah dibuat sehalus mungkin supaya perakaran bisa menembusnya dengan mudah. Buat ketebalan petakan tersebut 5 sampai 10 cm, di atasnya buat larikan dengan jarak 10 cm.

Masukkan benih cabai dalam larikan dengan jarak 7,5 cm lalu siram untuk membasahi tanah dan tutup dengan abu / tanah. Setelah itu tutup dengan karung goni basah selama 3-4 hari, pertahankan supaya karung goni tetap basah. Pada hari ke-4 akan muncul bibit dari permukaan tanah, lalu buka karung goni. Sebaiknya petakan ditudungi dengan plastik transparan untuk melindungi bibit cabai yang masih kecil dari panas berlebih & siraman air hujan langsung. Tanaman cabai siap dipindahkan ke polybag yang besar setelah berumur 3-4 minggu, / tanaman telah mempunyai 3-4 helai daun.


Penyiapan media tanam cabai


Pilih polybag yang berukuran di atas 30 cm, supaya media tanam cukup kuat menopang pertumbuhan tanaman cabai yang rimbun. Selain polybag, dapat juga digunakan pot dari jenis plastik, semen, tanah / keramik. Atau bisa juga menggunakan wadah-wadah bekas yang tak terpakai lagi, beri lubang pada dasar wadah untuk saluran drainase.

Cara menanam cabai dalam polybag dapat menggunakan media tanam dari campuran tanah, kompos, pupuk kandang, sekam padi, arang sekam & lain-lainnya. Silahkan baca cara membuat media tanam polybag untuk penjelasan lebih detail.

Beberapa contoh komposisi media tanam di antaranya adalah (1) Campuran tanah dengan kompos dengan komposisi 2:1, (2) Campuran tanah, pupuk kandang & arang sekam dengan komposisi 1:1:1, atau (3) Campuran tanah & pupuk kandang dengan komposisi 2:1. Apabila menggunakan pupuk kandang, sebaiknya pilih pupuk yang sudah matang. Lihat jenis dan karakteristik pupuk kandang.

Buat media tanam sehalus mungkin dengan cara mengayaknya. Campurkan sekitar 3 sendok NPK dalam tiap polybag. Aduk sampai campuran tersebut benar-benar rata. Lapisi bagian dalam polybag dengan sabut kelapa, pecahan genteng / pecahan styrofoam. Gunanya supaya air tidak menggenangi daerah perakaran tanaman.


Cara Menanam Cabai Di Polybag
Cabai di Polybag


Pemindahan bibit cabai


Setelah bibit tanaman serta media tanam siap, pindahkan bibit tanaman cabai dari tempat persemaian ke dalam polybag. Lakukan pekerjaan ini pada saat pagi hari atau sore hari, dimana matahari tak terlalu terik untuk menghindari stres pada tanaman.

Lakukan pemindahan bibit dengan hati-hati, jangan sampai terjadi kerusakan di perakaran tanaman. Buatlah lubang tanam pada polybag sedalam 5-7 cm. Apabila persemaian dilakukan di atas polybag / daun pisang, copot polybag & daun pisang lalu masukan seluruh tanah dalam tempat persemaian ke dalam lubang tanam. Apabila persemaian dilakukan di atas petak tanah / tray, pindahkan dengan tanah yang menempel di perakaran dan masukkan ke dalam lubang tanam.


Pemeliharaan dan perawatan cabai



  1. Pemupukan, berikan pemupukan tambahan dengan dosis satu sendok makan NPK setiap polybag sekali perbulannya. Atau apabila ingin menanam cabai dengan cara organik, sebagai gantinya semprotkan pupuk organik cair pada masa pertumbuhan daun & pertumbuhan buah. Tambahkan satu kepal kompos / pupuk kandang kambing pada saat tanaman mau berbuah.
  2. Penyiraman - tanaman cabai sebaiknya disiram sekurang-kurangnya 3 hari sekali. Jika matahari bersinar terik, siram tanaman setiap hari.
  3. Pengajiran - setelah tanaman cabai tumbuh sekitar 20 cm, berikanlah ajir bambu. Ajir ini berfungsi untuk menopang tanaman agar berdiri tegak.
  4. Perompesan - tunas-tunas muda yang tumbuh di ketiak daun sebaiknya dihilangkan (atau dirompes). Perompesan dimulai pada hari ke-20 setelah tanam, perompesan biasanya dilakukan 3 kali sampai terbentuknya cabang. Gunanya supaya tanaman tidak tumbuh kesamping saat batang belum terlalu kuat menopang.
  5. Hama dan penyakit - penggunaan pestisida sebaiknya hanya dilakukan apabila tanaman terlihat terserang hama / sakit. Apabila terlihat ada hama putih semprot dengan pestida, jika terlihat ada bakal ulat semprot dengan insektisida secukupnya, jika terlihat jamur gunakan fungisida. Untuk bercocok tanam cabai organik gunakan pestisida alami.



Cabai di Polybag


Pemanenan Cabai


Umur cabai dari mulai tanam sampai panen bervariasi tergantung dari jenis varietas dan lingkungan. Masa panen terbaik adalah ketika buah belum sepenuhnya berwarna merah, masih ada garis hijaunya. Buah seperti ini sudah masuk bobot yang optimal 7 buah cabai masih dapat tahan 2-3 hari sebelum terjual oleh pedagang di pasar. Waktu panen sebaiknya dilakukan di pagi hari setelah embun kering. Hindari waktu panen pada malam & siang hari.

Demikianlah pembahasan mengenai Cara Menanam Cabai di Polybag semoga dengan adanya ulasan tersebut bisa berguna dan bermanfaat bagi kamu semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

CARA MENANAM CABAI DI POLYBAG

Cara Menanam Cabai Di Polybag - Cabai merupakan salah satu komoditas pertanian yang berharga sangat berfluktuasi. Apalagi menjelang hari-hari besar seperti halnya hari lebaran, harga cabai pasti melonjak tinggi. Hal ini yang memancing orang untuk menanam cabai, baik untuk dijual ataupun sekadar untuk persediaan sendiri. Sayangnya untuk yang tinggal diperkotaan ketersedian lahan untuk bercocok tanam sangatlah terbatas. Tapi hal ini bisa disiasati dengan menanam cabai dalam pot / polybag.
Cara menanam cabai dalam pot / polybag cukup mudah dilakukan. Menanam cabai dapat dilakukan baik di dataran tinggi maupun dataran rendah. Secara umum menanam cabai dapat dilakukan pada ketinggian 0-2000 meter di atas permukaan laut. Suhu optimal untuk tanaman cabai ada pada kisaran 24-27 derajat C, tapi masih dapat tahan terhadap suhu yang lebih dari itu. Sifat ini tergantung dari jenis varietas cabai.

Salah satu jenis cabai yang cocok untuk ditanam di pekarangan ialah cabai keriting. Jenis ini relatif lebih tahan terhadap iklim tropis & rasanya pedas banyak disukai di pasaran. Berikut ini kami paparkan tentang cara menanam cabai keriting dalam polybag.


Pemilihan benih cabai


Di pasaran banyak macam varietas cabai keriting, mulai dari hibrida sampai varietas lokal. Cara menanam cabai lokal dan hibrida tak mempunyai perbedaan yang berarti. Hanya saja beberapa cabai hibrida dianjurkan dirawat dengan produk obat-obatan tertentu. Varietas hibrida banyak didatangkan dari Taiwan dan juga Thailand, sedangkan varietas lokal banyak ditanam di Rembang, Kudus, sampai Tanah Karo, Sumatera Utara.

Sekarang ada varietas lokal hasil seleksi, produktivitasnya-pun lebih baik daripada varietas lokal tanpa seleksi. Benihnya dijual di dalam kemasan kaleng seperti tampak yang diproduksi Sang Hyang Sri. Dari segi teknis, cara menanam cabai keriting lokal lebih sederhana & anti ribet dibandingkan cara menanam cabai hibrida. Cabai lokal lebih adaptif dengan kondisi lingkungan dibanding cabai hibrida. Hanya saja produktivitasnya masih kalah dibandingkan hibrida.


Penyemaian benih cabai


Cara menanam cabai dalam polybag sebaiknya tak langsung dilakukan dari benih / biji. Pertama-tama benih cabai harus disemaikan terlebih dahulu. Proses penyemaian ini bertujuan untuk menyeleksi pertumbuhan benih, memisahkan benih yang tumbuhnya kerdil, cacat ataupun yang berpenyakit. Selain itu juga untuk menunggu kesiapan bibit sampai cukup tahan ditanam di tempat yang lebih besar lagi.

Tempat persemaian dapat berupa polybag ukuran kecil (8×9 cm), daun pisang, baki (tray) persemaian / petakan tanah. Cara yang paling ekonomis adalah dengan menyiapkan petakan tanah untuk media persemaian.

Buatlah petakan tanah dengan ukuran secukupnya, campurkan kompos dengan tanah kemudian aduk sampai rata. Butiran tanah dibuat sehalus mungkin supaya perakaran bisa menembusnya dengan mudah. Buat ketebalan petakan tersebut 5 sampai 10 cm, di atasnya buat larikan dengan jarak 10 cm.

Masukkan benih cabai dalam larikan dengan jarak 7,5 cm lalu siram untuk membasahi tanah dan tutup dengan abu / tanah. Setelah itu tutup dengan karung goni basah selama 3-4 hari, pertahankan supaya karung goni tetap basah. Pada hari ke-4 akan muncul bibit dari permukaan tanah, lalu buka karung goni. Sebaiknya petakan ditudungi dengan plastik transparan untuk melindungi bibit cabai yang masih kecil dari panas berlebih & siraman air hujan langsung. Tanaman cabai siap dipindahkan ke polybag yang besar setelah berumur 3-4 minggu, / tanaman telah mempunyai 3-4 helai daun.


Penyiapan media tanam cabai


Pilih polybag yang berukuran di atas 30 cm, supaya media tanam cukup kuat menopang pertumbuhan tanaman cabai yang rimbun. Selain polybag, dapat juga digunakan pot dari jenis plastik, semen, tanah / keramik. Atau bisa juga menggunakan wadah-wadah bekas yang tak terpakai lagi, beri lubang pada dasar wadah untuk saluran drainase.

Cara menanam cabai dalam polybag dapat menggunakan media tanam dari campuran tanah, kompos, pupuk kandang, sekam padi, arang sekam & lain-lainnya. Silahkan baca cara membuat media tanam polybag untuk penjelasan lebih detail.

Beberapa contoh komposisi media tanam di antaranya adalah (1) Campuran tanah dengan kompos dengan komposisi 2:1, (2) Campuran tanah, pupuk kandang & arang sekam dengan komposisi 1:1:1, atau (3) Campuran tanah & pupuk kandang dengan komposisi 2:1. Apabila menggunakan pupuk kandang, sebaiknya pilih pupuk yang sudah matang. Lihat jenis dan karakteristik pupuk kandang.

Buat media tanam sehalus mungkin dengan cara mengayaknya. Campurkan sekitar 3 sendok NPK dalam tiap polybag. Aduk sampai campuran tersebut benar-benar rata. Lapisi bagian dalam polybag dengan sabut kelapa, pecahan genteng / pecahan styrofoam. Gunanya supaya air tidak menggenangi daerah perakaran tanaman.


Cara Menanam Cabai Di Polybag
Cabai di Polybag


Pemindahan bibit cabai


Setelah bibit tanaman serta media tanam siap, pindahkan bibit tanaman cabai dari tempat persemaian ke dalam polybag. Lakukan pekerjaan ini pada saat pagi hari atau sore hari, dimana matahari tak terlalu terik untuk menghindari stres pada tanaman.

Lakukan pemindahan bibit dengan hati-hati, jangan sampai terjadi kerusakan di perakaran tanaman. Buatlah lubang tanam pada polybag sedalam 5-7 cm. Apabila persemaian dilakukan di atas polybag / daun pisang, copot polybag & daun pisang lalu masukan seluruh tanah dalam tempat persemaian ke dalam lubang tanam. Apabila persemaian dilakukan di atas petak tanah / tray, pindahkan dengan tanah yang menempel di perakaran dan masukkan ke dalam lubang tanam.


Pemeliharaan dan perawatan cabai



  1. Pemupukan, berikan pemupukan tambahan dengan dosis satu sendok makan NPK setiap polybag sekali perbulannya. Atau apabila ingin menanam cabai dengan cara organik, sebagai gantinya semprotkan pupuk organik cair pada masa pertumbuhan daun & pertumbuhan buah. Tambahkan satu kepal kompos / pupuk kandang kambing pada saat tanaman mau berbuah.
  2. Penyiraman - tanaman cabai sebaiknya disiram sekurang-kurangnya 3 hari sekali. Jika matahari bersinar terik, siram tanaman setiap hari.
  3. Pengajiran - setelah tanaman cabai tumbuh sekitar 20 cm, berikanlah ajir bambu. Ajir ini berfungsi untuk menopang tanaman agar berdiri tegak.
  4. Perompesan - tunas-tunas muda yang tumbuh di ketiak daun sebaiknya dihilangkan (atau dirompes). Perompesan dimulai pada hari ke-20 setelah tanam, perompesan biasanya dilakukan 3 kali sampai terbentuknya cabang. Gunanya supaya tanaman tidak tumbuh kesamping saat batang belum terlalu kuat menopang.
  5. Hama dan penyakit - penggunaan pestisida sebaiknya hanya dilakukan apabila tanaman terlihat terserang hama / sakit. Apabila terlihat ada hama putih semprot dengan pestida, jika terlihat ada bakal ulat semprot dengan insektisida secukupnya, jika terlihat jamur gunakan fungisida. Untuk bercocok tanam cabai organik gunakan pestisida alami.



Cabai di Polybag


Pemanenan Cabai


Umur cabai dari mulai tanam sampai panen bervariasi tergantung dari jenis varietas dan lingkungan. Masa panen terbaik adalah ketika buah belum sepenuhnya berwarna merah, masih ada garis hijaunya. Buah seperti ini sudah masuk bobot yang optimal 7 buah cabai masih dapat tahan 2-3 hari sebelum terjual oleh pedagang di pasar. Waktu panen sebaiknya dilakukan di pagi hari setelah embun kering. Hindari waktu panen pada malam & siang hari.

Demikianlah pembahasan mengenai Cara Menanam Cabai di Polybag semoga dengan adanya ulasan tersebut bisa berguna dan bermanfaat bagi kamu semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Jumat, 22 Juli 2016

Beragam Jenis Kelinci Untuk Dibudidaya

Beragam Jenis Kelinci Untuk Dibudidaya - Kelinci umumnya dipelihara berdasar 2 alasan, yaitu untuk budidaya & sebagai binatang kesayangan. Tak ada batasan jelas mana yang termasuk jenis kelinci budidaya & mana yang termasuk binatang kesayangan. Untuk membedakannya biasanya dilihat dari produktivitas daging, bulu & kulit.

Jenis kelinci pedaging biasanya dipelihara guna diambil dagingnya, oleh karena itu harus mempunyai sifat-sifat yang cepat pertumbuhannya, bongsor badannya & cepat berkembangbiak. Lain lagi jika tujuan budidaya ingin mengambil bulunya, biasanya untuk bahan baku woll walaupun di Indonesia masih jarang. Jenis kelinci yang digunakan biasanya berbulu tebal, seperti : kelinci angora.
Selain itu, ada juga budidaya kelinci yang bertujuan untuk diambil kulitnya saja. Biasanya menggunakan kelinci-kelinci yang mempunyai warna indah, bulunya halus & kuat, kulitnya bagus lentur serta permukaan badannya luas. Dari tujuan budidaya tersebut, di Indonesia paling banyak adalah jenis kelinci pedaging. Budidaya kelinci untuk diambil woll & kulitnya masih jarang mengingat permintaan industri woll & kulit kelinci masih terbatas. Namun tak ada salahnya kita mengenal jenis-jenis kelinci budidaya. Berikut ini jenis-jenis kelinci budidaya yang sering dijumpai di Indonesia:

Jenis kelinci pedaging


a. Flemish Giant


Seperti namanya ini, jenis kelinci ini bobotnya dapat mencapai ukuran 10 kg. Rata-rata ras flemish giant dewasa berbobot 6 kg. Sekarang sedikit sulit mendapatkan ras flemish giant murni di Indonesia. Usaha ternak kelinci flemish giant kebanyakan memakai ras hasil silangan yang tak sebesar ras murninya. Ciri-ciri fisik flemish giant bertubuh panjang dengan telinga lebar. Warna bulunya cukup beragam mulai dari putih, hitam, biru, coklat kekuningan (flawn), abu-abu cerah, abu-abu gelap sampai hitam kecoklatan.

b. New Zealand white


Tak seperti namanya, jenis kelinci ini bukan berasal dari New Zealand, tapi dari Amerika. Diperoleh dari hasil persilangan flemish giant. Bobotnya dapat mencapai 5,5 kg dan jika dipelihara dengan baik umurnya dapat mencapai 10 tahun. Rata-rata jumlah anak dalam sekali kelahiran 10 sampai 12 ekor. Ras ini cocok dipelihara sebagai indukan untuk ternak kelinci. Warna bulunya putih albino dengan mata merah. Kelinci lokal / kelinci Jawa. Ras ini banyak diternakkan di Indonesia.

c. Netherland Dwarf


Seperti namanya “Belanda kedil”, ras kelinci ini berukuran kecil & pertumbuhannya lambat. Kelinci ini dibawa ke Indonesia oleh bangsa belanda & dipelihara sebagai binatang asuhan di perkebunan-perkebunan kolonial. Selepas belanda hengkang masyarakat kita banyak yang membudidayakannya. Sebenarnya jenis ini kurang cocok untuk usaha ternak kelinci, tetapi penyebarannya sudah begitu banyak di Indonesia.

Jenis kelinci yang penghasil kulit


a. Satin


Ras ini berasal dari Amerika Serikat. Bobot badan setelah berumur lebih dari 8 bulan bisa mencapai 4-5 kg. Jumlah anak per kelahiran 7-10 ekor. Jenis kelinci satin memiliki ruas-ruas tulang & kuku yang kuat. Bentuk tubuhnya panjang dengan kepala yang lebar & leher pendek. Sehingga posturnya terlihat kokoh dan kuat. Satin mempunyai warna bulu mulai dari putih, kebiruan, coklat, gading, hitam & californian (tubuh putih dengan moncong, telinga, ujung kaki & ekor berwarna hitam).

b. Rex


Ras ini relatif baru dalam khasanah perkelincian. Dikenal di Amerika Serikat pada tahun sekitar 1980-an sebagai kelinci hias. Namun karena mempunyai keunggulan pedaging, jenis ini banyak dijadikan kelinci pedaging. Ternak kelinci rex paling cocok dilakukan di tempat berhawa sejuk, paling optimal tumbuh di suhu sekitar 5-15 derajat celcius. Bobotnya sekitar 3,6 kg & rasa dagingnya lezat. Keunggulan jenis kelinci rex ini terletak pada bulunya yang halus & kuat, tak mudah rontok. Sehingga cocok untuk diambil kulitnya.

Jenis kelinci penghasil bulu

Beragam Jenis Kelinci Untuk Dibudidaya
Kelinci Angora
Jenis kelinci penghasil woll yang paling digemari ialah kelinci angora. Ciri-cirinya berbulu tebal & halus. Rupa kelinci ini elok & banyak disukai, oleh karenanya banyak dipelihara sebagai kelinci hias. Ada beberapa tipe kelinci angora yang cukup terkenal, yaitu angora Inggris, angora Perancis, angora Jerman, angora peranakan satin & angora peranakan giant flemish.

Ukuran tubuh kelinci angora beragam bergantung jenisnya, yang terkecil ialah angora Ingris dengan berat rata-rata 2,3 kg & paling bongsor ialah angora peranakan giant flemish yang dapat mencapai 5 kg. Kelinci angora menyukai tempat yang sejuk, lebih dingin dibandingkan jenis-jenis kelinci lainnya. Tapi tak menyukai tempat yang lembab. Bulunya yang tebal mudah rontok. 

Senin, 18 Juli 2016

CARA BUDIDAYA KROTO YANG BAIK

Cara Budidaya Kroto - Apa yang disebut kroto? untuk yang belum mengetahui apa itu kroto, kami berikan infonya. Kroto adalah campuran telur & larva yang dihasilkan oleh semut rangrang. Budidaya kroto ini semakin populer karena harga jual kroto terbilang tinggi, walaupun berfluktuatif.

Jauh sebelum permintaan membludak, kroto diperoleh dari perburuan di alam bebas. Lama-kelamaan keberadaan kroto semakin langka. Budidaya kroto dipandang sebagai jalan keluar untuk memperoleh kroto dalam jumlah banyak & kontinyu.


Tak semua jenis semut dapat dibudidayakan & menghasilkan kroto yang digunakan sebagai pakan burung / ikan. Semut rangrang yang sudah berhasil dibudidayakan secara meluas adalah jenis Oecophylla smaragdina. Habitat semut rangrang ini tersebar mulai dari Asia sampai ke Australia bagian utara.


Persiapan budidaya kroto


Dalam sistem budidaya, semut rangrang dapat hidup dalam sarang buatan. Sarang / kandang untuk semut rangrang dapat dibuat dari paralon, bambu, toples & lain sebagainya. Adapun langkah-langkah persiapan untuk budidaya kroto ialah sebagai berikut:


a. Menyiapkan bibit koloni


Bibit koloni untuk budidaya kroto dapat diperoleh dari hasil tangkapan di alam / membelinya dari petani lain. Ada kiat-kiat tersendiri guna mendapatkan bibit koloni dari alam, yang akan kami uraikan dalam tulisan terpisah.


Jika kesulitan mendapatkan bibit koloni dari alam, kita dapat membeli bibit kroto pada pembudidaya lain. Bibit kroto biasanya dijual dalam kemasan stoples / botol plastik bening. Harganya lumayan mahal, satu botol plastik berukuran 1 liter berharga sekitar 150 sampai 200 ribu rupiah.


b. Membuat kandang

kandang untuk budidaya kroto

Pada kesempatan kali ini, kami akan menjabarkan cara membuat kandang kroto memakai paralon. Kandang paralon lebih praktis, fleksibel & mudah perawatannya. Adapun kelebihan dari media paralon ialah sebagai berikut:


  • Membuatnya mudah, tinggal memotong paralon dengan panjang yang sama. Lalu susun dalam rak, media langsung dapat digunakan. 
  • Media tahan lama, dapat untuk 5-10 tahun. 
  • Paralon umumnya gelap / kedap cahaya, namun ke-2 sisinya terbuka. Lingkungan yang baik untuk semut rangrang yang membutuhkan intensitas cahaya sekitar 0,01-0,06 lm/m2 saja. 
  • Karena bentuknya silinder, jika disusun dengan baik posisinya akan saling menguatkan dan tak mudah berpindah. 
  • Lebih mudah dalam pemanenan serta meminimalkan kematian koloni pasca panen. Dan mudah dibersihkan.

Berikut ini adalah tahapan pembuatan kandang untuk budidaya kroto:


  • Buatlah sebuah rak bersusun 2 tingkat. Rak dapat dibuat dari mambu, kayu / besi. Ukuran rak disesuaikan dengan ukuran tempat. 
  • Letakkan setiap kaki rak di atas wadah plastik, dapat mangkuk / piring arau potongan kaleng. Berikan air pada wadah tersebut, dapat juga dengan memberikan cairan oli bekas, agar cairan tidak cepat menguap dan kering. 
  • Penggenangan kaki-kaki rak di dalam cairan tersebut bertujuan untuk menghindari kaburnya koloni semut rangrang. Bagian-bagian rak tak boleh bersentuhan dengan dinding / benda lainnya. 
  • Pilih paralon berdiameter 12 cm, lalu potong panjang masing-masing sekitar 50 cm, atau sesuaikan dengan lebar rak. 
  • Susun paralon itu dalam rak, berikan daun-daunan dalam paralon untuk merangsang semut rangrang membuat sarang. Langkah selanjutnya ialah menebarkan bibit koloni pada kandang tersebut.

Kandang mesti diletakkan di tempat yang tenang, jauh dari gangguan. Karena ratu semut membutuhkan ketenangan supaya bisa bertelur dengan optimal. Kandang budidaya kroto akan lebih baik jika ditempatkan di ruangan tertutup.


c. Menebarkan bibit koloni


Setelah rak & pipa paralon untuk kandang selesai disiapkan, langkah selanjutnya ialah meletakkan koloni semut rangrang. Paralon adalah media budidaya kroto yang sangat praktis. Tak seperti toples / media lainnya yang mesti dipersiapkan, media paralon cukup disusun di atas rak, langsung dapat digunakan.


Biasanya bibit koloni dijual di dalam toples / dalam botol plastik. Untuk memindahkannya pada media paralon, cukup potong botol plastik / buka toplesnya dan letakkan di atas tumpukan paralon.
Lalu sediakan pakan & air gula di sekitar sarang tersebut. Semut rangrang dengan sendirinya akan berkeliaran & mulai masuk dalam tumpukan paralon untuk bersarang. Setelah semut kerasan tinggal di kandang, selanjutnya tinggal memberikan perawatan rutin supaya koloni menghasilkan kroto dengan maksimal.


Pemberian pakan


Jenis-jenis pakan budidaya kroto diantaranya ulat, jangkrik, belalang, cecak & hewan kecil lainnya. Dapat juga disajikan daging ayam yang sudah direbus supaya tidak membusuk & berbau. Atau berikan tulang-tulangan, pemberian tulang sapi / kambing mesti dipecahkan sampai sumsumnya keluar. Pakan tersebut berfungsi sebagai asupan protein & lemak bagi kroto.


Selain dari protein, budidaya kroto membutuhkan sumber gula. Di alam bebas, semut rangrang memperoleh asupan karbohidrat dari gula, biasanya berupa nektar yang dihasilkan kutu daun seperti aphid. Dalam budidaya kroto karbohidrat disediakan dengan memberikan gula pasir yang sudah dilarutkan dalam air.


cara budidaya kroto

Cara memberi makan koloni semut rangrang ialah sebagai berikut:


  • Gunakan tatakan, dapat dari piring plastik / wadah lain yang bentuknya ceper. Letakan bahan makanan di dalam wadah tersebut, misalnya : ulat hongkong, belatung, daging ayam / tulang belulang. Wadah diletakkan pada rak di samping sarang semut. 
  • Apabila menggunakan pakan yang hidup yang dapat melompat, misalnya jangkrik. Hendaknya lumpuhkan terlebih dahulu supaya tidak kabur. Atau dapat juga dimasukkan langsung pada sarang semut. 
  • Sebagai sumber gula, gunakanlah tatakan kecil untuk tempat air yang sudah dicampur dengan gula pasir. Larutkan 1-2 sendok gula pasir pada sekitar 200 ml air bersih. Biasanya air larutan gula akan habis dalam 2 sampai 3 hari, tergantung pada jumlah koloni.

Pemanenan kroto


Kapan kroto mulai dapat dipanen? jawabannya, secara teoritis telur semut rangrang memiliki daur 15-20 hari. Mulai dari telur-larva sampai menjadi semut. Pemanenan dapat dilakukan setelah sarang semut terlihat penuh dengan telur / kroto yang berwarna putih. Pada media / sarang yang telah stabil, selanjutnya kroto dapat dipanen setiap 15-20 hari.


Pada awal budidaya, sebaiknya bibit koloni dibiarkan berkembang biak sehingga populasi semutnya bertambah. Setidaknya sampai 6 bulan pertama tak dipanen terlebih dahulu. Lalu setelah 6 bulan, pemanenan dapat dilakukan 2 kali setiap bulannya. Atau dapat diatur menjadi setiap hari dengan mengkombinasikan jumlah sarang dan siklus panen.


Tahap melakukan pemanenan ialah sebagai berikut:

  1. Siapkanlah wadah berupa baskom / ember plastik. 
  2. Siapkan juga saringan dari kawat ram, letakkan di dalam baskom tersebut. 
  3. Gunakan sarung tangan karet guna menghindari gigitan semut. 
  4. Ambil media / sarang dan tumpahkan isinya ke dalam baskom yang telah diberi saringan kawat ram. Kroto akan jatuh ke dasar baskom sedang semutnya akan tersaring. 
  5. Bersihkan media paralon & letakkan kembali kawat ram yang berisi semut pada rak.

CARA BUDIDAYA JAMUR TIRAM PUTIH

Cara Budidaya Jamur Tiram Putih - Budidaya jamur tiram sangatlah cocok untuk daerah yang beriklim tropis seperti Indonesia. Investasi yang diperlukan untuk memulai udaha budidaya jamur tiram cukup murah dan dapat dilakukan bertahap. Bagian tersulitnya adalah membuat baglog, media tanam yang sudah diinokulaikan dengan bibit jamur.

Nama latin jamur tiram adalah Pleurotus ostreatus, ini termasuk ke dalam kelompok Basidiomycota. Disebut jamur tiram karena bentuk tajuknya yang menyerupai kulit tiram. Berwarna putih berbentuk setengah lingkaran. Di alam bebas, jamur tiram putih ini biasa ditemukan pada batang-batang kayu yang sudah lapuk. Mungkin ini karena, jamur tiram sering disebut jamur kayu.
Ada 2 kegiatan utama dalam budidaya jamur tiram. Tahap pertama ialah membuat media tanam & menginokulasikan bibit jamur ke dalam media tanam tersebut. Sehingga media ditumbuhi dengan miselium berwarna putih seperti kapas. Tahap ke-2 adalah menumbuhkan miselium tersebut menjadi badan buah.


Untuk pemula, biasanya memulai kegiatan budidaya dengan menumbuhkan baglog menjadi daging buah. Sementara untuk pengadaan, baglog yang siap tumbuh diperoleh dengan membeli dari pihak lain. Lalu setelah usaha budidayanya berkembang & volumenya banyak, baru mencoba membuat baglog sendiri.
Dalam tulisan ini akan, kami akan mengulas langkah yang mesti dipersiapkan untuk memulai budidaya jamur tiram putih.
Menyiapkan kumbung


Kumbung / rumah jamur adalah tempat guna merawat baglog & menumbuhkan jamur. Kumbung biasanya berupa sebuah bangunan, yang diisi rak-rak untuk meletakkan baglog. Bangunan ini harus memiliki kemampuan untuk menjaga suhu & kelembaban.
Kumbung biasanya dibuat dari bambu / kayu. Dinding kumbung dapat dibuat dari gedek atau papan. Atapnya dari genteng / sirap. Jangan menggunakan atap asbes / seng, karena atap tersebut akan mendatangkan panas. Sedang bagian lantainya sebaiknya tidak diplester. Supaya air yang digunakan untuk menyiram jamur dapat meresap.


Di dalam kumbung dilengkapi dengan rak berupa kisi-kisi yang dibuat bertingkat. Rak ini berfungsi untuk menyusun baglog. Rangka rak dapat dibuat dari bambu / kayu. Rak diletakkan berjajar. Antara rak satu dengan yang lain dipisahkan dengan lorong untuk perawatan.


CARA BUDIDAYA JAMUR TIRAM PUTIH
Rak Sebagai Tempat Menyusun Baglog Jamur

Ukuran ketinggian ruangan antar rak sebaiknya tak kurang dari 40 cm, rak dapat dibuat 2-3 tingkat. Lebar rak 40 cm & panjang setiap ruas rak 1 meter. Setiap ruas rak sebesar ini dapat memuat 70-80 baglog. Keperluan rak disesuaikan dengan jumlah baglog yang akan dibudidayakan.


Sebelum baglog dimasukkan ke dalam kumbung, sebaiknya lakukan persiapan ini terlebih dahulu. Berikut langkah-langkahnya:



  • Bersihkan kumbung & rak-rak untuk menyimpan baglog dari kotoran. 
  • Lakukan pengapuran & penyemprotan dengan fungisida di bagian dalam kumbung. Diamkan selama 2 hari, ini sebelum baglog dimasukkan ke dalam kumbung. 
  • Setelah bau obat hilang, masukkanlah baglog yang sudah siap untuk ditumbuhkan. Seluruh permukaannya telah tertutupi serabut putih.


Menyiapkan baglog


Baglog adalah media tanam tempat meletakkan bibit jamur tiram. Bahan utama baglog ini adalah serbuk gergaji, karena jamur tiram termasuk jamur kayu. Baglog dibungkus plastik yang berbentuk silinder, dimana salah satu ujungnya diberikan lubang. Pada lubang itu jamur tiram akan tumbuh menyembul keluar.


Pada usaha budidaya jamur tiram yang skala besar, petani jamur biasanya membuat baglog sendiri. Tapi bagi petani pemula / petani dengan modal terbatas biasanya baglog dibeli dari pihak lain. Sehingga petani dapat fokus menjalankan usaha budidaya.
Sekarang, baglog jamur tiram yang berbobot sekitar 1 kg dijual dengan harga Rp. 2.000-2.500.



Cara merawat baglog


Terdapat 2 cara menyusun baglog dalam rak, yaitu diletakkan secara vertikal dimana lubang baglog menghadap ke atas. Dan secara horizontal, lubang baglog menghadap ke samping.
Ke-2 cara ini mempunyai kelebihan masing. Baglog yang disusun secara horizontal lebih aman dari siraman air. Jika penyiraman berlebihan, air tak akan masuk ke dalam baglog. Selain itu, untuk melakukan pemanenan lebih mudah. Hanya saja, penyusunan horizontal ini lebih menyita ruang.


CARA BUDIDAYA JAMUR TIRAM PUTIH
Menyusun Baglog Pada Rak

Berikut cara-cara perawatan budidaya jamur tiram adalah sebagai berikut;



  • Sebelum baglog disusun, bukalah terlebih dahulu cincin serta kertas penutup baglog. Kemudian diamkan kurang lebih 5 hari. Jika lantai terbuat dari tanah lakukan penyiraman untuk menambah kelembaban. 
  • Setelah itu, potonglah ujung baglog untuk memberikan ruang pertumbuhan yang lebih lebar. Biarkan selama 3 hari jangan dulu disiram. Penyiraman cukup di lantai saja.
  • Lakukan penyiraman dengan sprayer. Penyiraman sebaiknya membentuk kabut, bukan tetesan tetesan air. Semakin sempurna pengabutan ini semakin baik. Frekuensi penyiraman 2 sampai 3 kali sehari, tergantung suhu & kelembaban kumbung. Jaga suhu pada kisaran 16 sampai 24 derajat C.


Panen budidaya jamur tiram


Jika baglog yang digunakan permukaannya sudah tertutup sempurna dengan miselium, biasanya dalam 1 sampai 2 minggu sejak pembukaan tutup baglog, jamur akan tumbuh dan sudah dapat dipanen. Baglog jamur dapat dipanen 5-8 kali, jika perawatannya baik. Baglog yang mempunyai bobot sekitar 1 kg akan menghasilkan jamur sebanyak 0,7-0,8 kg. Setelah itu baglog dibuang / bisa dijadikan bahan kompos.


Pemanenan dilakukan terhadap jamur yang sudah mekar & membesar. Tepatnya jika ujung-ujungnya telah terlihat meruncing. Tapi tudungnya belum pecah warnanya masih putih bersih. Jika masa panen lewat setengah hari saja maka warna menjadi agak kuning kecoklatan & tudungnya pecah. Jika sudah seperti ini, jamur akan cepat layu dan tak tahan lama. Jarak panen pertama ke panen berikutnya berkisar 2-3 minggu.

Kamis, 23 Juni 2016

Cara Benar Budidaya Ikan Cupang

Cara Benar Budidaya Ikan Cupang - Ikan cupang adalah salah satu ikan hias yang mudah dipelihara. Untuk budidaya ikan cupang tak memerlukan tempat luas serta modal yang besar. Bisa dilakukan sebagai usaha rumahan.


Cara Benar Budidaya Ikan Cupang
Ikan Cupang
Ikan cupang (Bahasa latin : Betta sp) adalah ikan air tawar dari daerah tropis. Banyak ditemukan di daerah perairan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Di alam bebas ikan ini hidup berkelompok, habitatnya ada di rawa-rawa, danau & sungai yang arusnya tenang.
Salah satu keistimewahan ikan cupang ini adalah daya tahannya. Sanggup hidup dalam lingkungan air minim oksigen. Ikan cupang bisa dipelihara dalam toples kecil tanpa menggunakan aerator. Kemampuan ini didapat karena ikan cupang mempunyai rongga labirin seperti pada paru-paru manusia. Labirin tersebut dapat membuatnya bertahan pada lingkungan miskin oksigen.


Jenis ikan cupang


Dilihat dari kecamata para pehobi dikenal 2 macam ikan cupang, yaitu cupang hias dan cupang adu. Cupang hias ini dipelihara untuk dinikmati keindahan bentuk, warna serta gerakannya. Sedangkan cupang adu dipelihara untuk di adu. Perlu diketahui, di beberapa negara mengadu cupang termasuk tindakan ilegal.

Cupang hias & cupang adu dibedakan berdasar bentuk & sifat agresifitasnya. Untuk mengetahui lebih jauh silahkan lihat cupang hias vs cupang adu.

Masyarakat ilmiah mencatat lebih dari 73 spesies ikan cupang yang ada di bumi kita ini. Namun tak semua dari spesies tersebut populer sebagai ikan peliharaan. Spesies ikan cupang yang beredar di pasaran kebanyakan berasal dari kelompok splendens complex, yang terdiri dari : Betta splendens, Betta stiktos, Betta mahachai, Betta smaragdina & Betta imbellis. Serta varian hasil silangan dari spesies-spesies itu. Lihat juga jenis-jenis ikan cupang.


Memilih indukan ikan cupang


Untuk memulai budidaya ikan cupang, langkah pertama yang mesti disiapkan adalah mendapatkan indukan / bibit berkualitas. Indukan yang baik sebisa mungkin berasal dari keturunan unggul, kondisinya bugar, bebas penyakit & cacat bawaan. Simpan indukan jantan & betina di tempat terpisah.


Tips membedakan cupang jantan & betina!


Jantan: gerakannya lincah, sirip & ekor lebar mengembang, warna cerah, tubuhnya lebih besar. Betina: gerakannya lebih lamban, sirip & ekor lebih pendek, warna kusam, tubuh lebih kecil.

Sebelum pemijahan dilakukan, pastikan indukan jantan & betina sudah masuk dalam fase matang gonad atau siap untuk dikawinkan. Adapun ciri-ciri indukan yang sudah menunjukkan siap kawin adalah sebagai berikut:


Untuk cupang jantan:


a. Berumur setidaknya 4-8 bulan;
b. Bentuk badan panjang;
c. Siripnya panjang & warnanya terang atraktif;
d. Gerakannya agresif & lincah;


Untuk cupang betina:


a. Berumur setidaknya 3-4 bulan;
b. Bentuk badan membulat, bagian perut sedikit buncit
c. Siripnya pendek & warnanya kusam tidak menarik
d. Gerakannya lambat


Pemijahan ikan cupang

Cara Benar Budidaya Ikan Cupang
Wadah untuk ikan cupang
Setelah indukan jantan serta indukan betina siap untuk memijah, sediakan tempat berupa wadah dari baskom plastik / akuarium kecil dengan ukuran 20x20x20 cm. Siapkan juga gelas plastik untuk tempat si ikan cupang betina. Sediakan juga tumbuhan air seperti : kayambang.

Dalam satu kali perkawinan, ikan cupang dapat menghasilkan hingga 1000 butir telur. Telur tersebut akan menetas dalam waktu 24 jam setelah pembuahan. Berdasar pengalaman para pembudidaya, tingkat kematian pembenihan ikan cupang cukup tinggi. Dalam satu kali kawin biasanya hanya bisa dipanen 30-50 ikan cupang hidup.

Indukan jantan dapat dikawinkan hingga 8 kali dengan interval waktu sekitar 2 sampai 3 minggu. Sedang indukan betina disarankan hanya dikawinkan satu kali saja. Jika dipaksakan, pada perkawinan berikutnya akan terjadi penurunan keragaman jenis kelamin. Dimana anakan ikan semakin didominasi oleh kelamin betina.


Berikut adalah langkah-langkah pemijahan ikan cupang:



  1. Isi tempat pemijahan dengan air bersih setinggi 10 sampai 15 cm. Sebagai catatan, gunakan air tanah / air sungai yang jernih. Endapkan terelebih dahulu air yang akan dipakai setidaknya selama semalam. Hindari penggunaan air dalam kemasan / air PAM yang berbau kaporit.
  2. Tambahkan ke dalam wadah itu tanaman air, sebagai tempat burayak berlindung. Tetapi penempatan tanaman air jangan terlalu padat, karena tanaman air berpotensi mengambil oksigen terlarut yang ada di dalam air.
  3. Masukkan ikan cupang jantan yang sudah siap kawin. Biarkan ikan tersebut selama sehari dalam wadah. Ikan cupang jantan akan membuat gelembung-gelembung udara. Gunanya untuk menyimpan telur yang telah dibuahi. Untuk memancing si jantan membuat gelembung, masukkan ikan cupang betina tapi dipisah. Caranya, ikan betina dimasukkan dalam gelas plastik bening / bekas gelas aqua dan benamkan ke dalam aquarium dimana ikan jantan ada.
  4. Setelah indukan jantan sudah membuat gelembung, masukkan indukan betina. Waktu pemijahan ikan cupang biasanya terjadi sekitar pukul 7 sampai 10 pagi / pukul 4-6 sore. Ikan cupang cukup sensitif saat kawin, sebaiknya tutup wadah dengan koran / letakkan di ruang yang terhindar dari hilir mudik orang & suara bising.
  5. Setelah terjadi pembuahan angkat segera indukan betina, hal ini karena yang bertanggung jawab membesarkan & menjaga burayak adalah cupang jantan. Dengan mulutnya si jantan akan memunguti telur yang sudah dibuahi dan meletakkannya pada gelembung-gelembung tadi. Apabila indukan betina tak diangkat, maka telur-telur yang telah dibuahi akan dimakan si betina.
  6. Setelah kurang lebih sehari telur-telur tersebut akan menjadi burayak. Selama 3 hari ke depan maka burayak tak perlu diberi pakan karena masih ada nutrisi yang terbawa dalam telur. Ikan cupang jantan juga akan berpuasa selama menjaga burayak.
  7. Setelah 3 hari terhitung sejak telur menetas, berikan kutu air (moina / daphnia). Pemberian pakan jangan lebih banyak dari burayak karena pakan akan mengotori air & menyebabkan kematian pada burayak.
  8. Indukan jantan baru diambil setelah burayak sudah berumur 2 minggu terhitung sejak menetas. Pindahkan burayak tersebut pada wadah yang lebih besar & berikan kutu air yang lebih besar / larva nyamuk.
  9. Setelah 1,5 bulan, ikan sudah dapat dipilah berdasar jenis kelaminnya. Kemudian pisahkan ikan-ikan itu ke wadah pembesaran.



Pakan ikan cupang


Pakan favorit yang biasa diberikan pada ikan cupang ialah kutu air , cacing sutera &n larva nyamuk. Pakan sebaiknya diberikan sesering mungkin, misalnya 3 sampai 4 kali sehari. Semakin sering frekuensinya semakin baik. Lebih baik sedikit-sedikit tetapi sering dari pada sekaligus banyak. Hal ini untuk mengurangi resiko penumpukan sisa pakan yang dapat mengakibatkan berkembangnya penyakit.

Kutu air dapat diperoleh dari selokan-selokan yang tergenang, / membelinya dari toko akuarium. Kalau tidak memungkinkan, kita dapat membudidayakan kutu air sendiri.


Perawatan ikan cupang


Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ikan cupang relatif tahan banting. Dapat dipelihara dalam akuarium tanpa menggunakan aerator. Ikan ini tahan atas kondisi air yang minim oksigen. Walaupun begitu, disarankan untuk tetap menjaga kualitas air dengan memberinya aerasi serta filter pembersih. Supaya ikan bisa berkembang sempurna & selalu dalam kondisi bugar. Terutama untuk perawatan ikan kontes.

Tak disarankan memelihara lebih dari satu ikan cupang jantan yang sudah dewasa dalam satu akuarium. Terlebih jika ukuran akuariumnya kecil dan tak ada tempat berlindung. Ikan-ikan tersebut bisa saling menyerang satu sama lain. Akibatnya, sirip-siripnya tak mulus dan warnanya kurang keluar.

Khusus untuk ikan cupang aduan, kita dapat memasukkannya ke dalam toples kaca kecil. Berdasar beberapa pengalaman, supaya ikan lebih agresif simpan di tempat yang gelap. Jangan meletakkan toples ikan secara berdekatan. Karena ikan cupang aduan akan terus dalam kondisi siap untuk menyerang dan membenturkan dirinya ke kaca. Berikan sekat tak tembus pandang di antara toples-toples tersebut.

Gantilah air yang ada dalam wadah secara berkala. Lihat apakah ada penumpukan kotoran & sisa pakan pada dasar wadah. Penumpukan tersebut dapat menimbulkan penyakit bahkan kematian pada ikan karena pencemaran air.

Cara Benar Budidaya Ikan Cupang

Cara Benar Budidaya Ikan Cupang - Ikan cupang adalah salah satu ikan hias yang mudah dipelihara. Untuk budidaya ikan cupang tak memerlukan tempat luas serta modal yang besar. Bisa dilakukan sebagai usaha rumahan.


Cara Benar Budidaya Ikan Cupang
Ikan Cupang
Ikan cupang (Bahasa latin : Betta sp) adalah ikan air tawar dari daerah tropis. Banyak ditemukan di daerah perairan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Di alam bebas ikan ini hidup berkelompok, habitatnya ada di rawa-rawa, danau & sungai yang arusnya tenang.
Salah satu keistimewahan ikan cupang ini adalah daya tahannya. Sanggup hidup dalam lingkungan air minim oksigen. Ikan cupang bisa dipelihara dalam toples kecil tanpa menggunakan aerator. Kemampuan ini didapat karena ikan cupang mempunyai rongga labirin seperti pada paru-paru manusia. Labirin tersebut dapat membuatnya bertahan pada lingkungan miskin oksigen.


Jenis ikan cupang


Dilihat dari kecamata para pehobi dikenal 2 macam ikan cupang, yaitu cupang hias dan cupang adu. Cupang hias ini dipelihara untuk dinikmati keindahan bentuk, warna serta gerakannya. Sedangkan cupang adu dipelihara untuk di adu. Perlu diketahui, di beberapa negara mengadu cupang termasuk tindakan ilegal.

Cupang hias & cupang adu dibedakan berdasar bentuk & sifat agresifitasnya. Untuk mengetahui lebih jauh silahkan lihat cupang hias vs cupang adu.

Masyarakat ilmiah mencatat lebih dari 73 spesies ikan cupang yang ada di bumi kita ini. Namun tak semua dari spesies tersebut populer sebagai ikan peliharaan. Spesies ikan cupang yang beredar di pasaran kebanyakan berasal dari kelompok splendens complex, yang terdiri dari : Betta splendens, Betta stiktos, Betta mahachai, Betta smaragdina & Betta imbellis. Serta varian hasil silangan dari spesies-spesies itu. Lihat juga jenis-jenis ikan cupang.


Memilih indukan ikan cupang


Untuk memulai budidaya ikan cupang, langkah pertama yang mesti disiapkan adalah mendapatkan indukan / bibit berkualitas. Indukan yang baik sebisa mungkin berasal dari keturunan unggul, kondisinya bugar, bebas penyakit & cacat bawaan. Simpan indukan jantan & betina di tempat terpisah.


Tips membedakan cupang jantan & betina!


Jantan: gerakannya lincah, sirip & ekor lebar mengembang, warna cerah, tubuhnya lebih besar. Betina: gerakannya lebih lamban, sirip & ekor lebih pendek, warna kusam, tubuh lebih kecil.

Sebelum pemijahan dilakukan, pastikan indukan jantan & betina sudah masuk dalam fase matang gonad atau siap untuk dikawinkan. Adapun ciri-ciri indukan yang sudah menunjukkan siap kawin adalah sebagai berikut:


Untuk cupang jantan:


a. Berumur setidaknya 4-8 bulan;
b. Bentuk badan panjang;
c. Siripnya panjang & warnanya terang atraktif;
d. Gerakannya agresif & lincah;


Untuk cupang betina:


a. Berumur setidaknya 3-4 bulan;
b. Bentuk badan membulat, bagian perut sedikit buncit
c. Siripnya pendek & warnanya kusam tidak menarik
d. Gerakannya lambat


Pemijahan ikan cupang

Cara Benar Budidaya Ikan Cupang
Wadah untuk ikan cupang
Setelah indukan jantan serta indukan betina siap untuk memijah, sediakan tempat berupa wadah dari baskom plastik / akuarium kecil dengan ukuran 20x20x20 cm. Siapkan juga gelas plastik untuk tempat si ikan cupang betina. Sediakan juga tumbuhan air seperti : kayambang.

Dalam satu kali perkawinan, ikan cupang dapat menghasilkan hingga 1000 butir telur. Telur tersebut akan menetas dalam waktu 24 jam setelah pembuahan. Berdasar pengalaman para pembudidaya, tingkat kematian pembenihan ikan cupang cukup tinggi. Dalam satu kali kawin biasanya hanya bisa dipanen 30-50 ikan cupang hidup.

Indukan jantan dapat dikawinkan hingga 8 kali dengan interval waktu sekitar 2 sampai 3 minggu. Sedang indukan betina disarankan hanya dikawinkan satu kali saja. Jika dipaksakan, pada perkawinan berikutnya akan terjadi penurunan keragaman jenis kelamin. Dimana anakan ikan semakin didominasi oleh kelamin betina.


Berikut adalah langkah-langkah pemijahan ikan cupang:



  1. Isi tempat pemijahan dengan air bersih setinggi 10 sampai 15 cm. Sebagai catatan, gunakan air tanah / air sungai yang jernih. Endapkan terelebih dahulu air yang akan dipakai setidaknya selama semalam. Hindari penggunaan air dalam kemasan / air PAM yang berbau kaporit.
  2. Tambahkan ke dalam wadah itu tanaman air, sebagai tempat burayak berlindung. Tetapi penempatan tanaman air jangan terlalu padat, karena tanaman air berpotensi mengambil oksigen terlarut yang ada di dalam air.
  3. Masukkan ikan cupang jantan yang sudah siap kawin. Biarkan ikan tersebut selama sehari dalam wadah. Ikan cupang jantan akan membuat gelembung-gelembung udara. Gunanya untuk menyimpan telur yang telah dibuahi. Untuk memancing si jantan membuat gelembung, masukkan ikan cupang betina tapi dipisah. Caranya, ikan betina dimasukkan dalam gelas plastik bening / bekas gelas aqua dan benamkan ke dalam aquarium dimana ikan jantan ada.
  4. Setelah indukan jantan sudah membuat gelembung, masukkan indukan betina. Waktu pemijahan ikan cupang biasanya terjadi sekitar pukul 7 sampai 10 pagi / pukul 4-6 sore. Ikan cupang cukup sensitif saat kawin, sebaiknya tutup wadah dengan koran / letakkan di ruang yang terhindar dari hilir mudik orang & suara bising.
  5. Setelah terjadi pembuahan angkat segera indukan betina, hal ini karena yang bertanggung jawab membesarkan & menjaga burayak adalah cupang jantan. Dengan mulutnya si jantan akan memunguti telur yang sudah dibuahi dan meletakkannya pada gelembung-gelembung tadi. Apabila indukan betina tak diangkat, maka telur-telur yang telah dibuahi akan dimakan si betina.
  6. Setelah kurang lebih sehari telur-telur tersebut akan menjadi burayak. Selama 3 hari ke depan maka burayak tak perlu diberi pakan karena masih ada nutrisi yang terbawa dalam telur. Ikan cupang jantan juga akan berpuasa selama menjaga burayak.
  7. Setelah 3 hari terhitung sejak telur menetas, berikan kutu air (moina / daphnia). Pemberian pakan jangan lebih banyak dari burayak karena pakan akan mengotori air & menyebabkan kematian pada burayak.
  8. Indukan jantan baru diambil setelah burayak sudah berumur 2 minggu terhitung sejak menetas. Pindahkan burayak tersebut pada wadah yang lebih besar & berikan kutu air yang lebih besar / larva nyamuk.
  9. Setelah 1,5 bulan, ikan sudah dapat dipilah berdasar jenis kelaminnya. Kemudian pisahkan ikan-ikan itu ke wadah pembesaran.



Pakan ikan cupang


Pakan favorit yang biasa diberikan pada ikan cupang ialah kutu air , cacing sutera &n larva nyamuk. Pakan sebaiknya diberikan sesering mungkin, misalnya 3 sampai 4 kali sehari. Semakin sering frekuensinya semakin baik. Lebih baik sedikit-sedikit tetapi sering dari pada sekaligus banyak. Hal ini untuk mengurangi resiko penumpukan sisa pakan yang dapat mengakibatkan berkembangnya penyakit.

Kutu air dapat diperoleh dari selokan-selokan yang tergenang, / membelinya dari toko akuarium. Kalau tidak memungkinkan, kita dapat membudidayakan kutu air sendiri.


Perawatan ikan cupang


Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ikan cupang relatif tahan banting. Dapat dipelihara dalam akuarium tanpa menggunakan aerator. Ikan ini tahan atas kondisi air yang minim oksigen. Walaupun begitu, disarankan untuk tetap menjaga kualitas air dengan memberinya aerasi serta filter pembersih. Supaya ikan bisa berkembang sempurna & selalu dalam kondisi bugar. Terutama untuk perawatan ikan kontes.

Tak disarankan memelihara lebih dari satu ikan cupang jantan yang sudah dewasa dalam satu akuarium. Terlebih jika ukuran akuariumnya kecil dan tak ada tempat berlindung. Ikan-ikan tersebut bisa saling menyerang satu sama lain. Akibatnya, sirip-siripnya tak mulus dan warnanya kurang keluar.

Khusus untuk ikan cupang aduan, kita dapat memasukkannya ke dalam toples kaca kecil. Berdasar beberapa pengalaman, supaya ikan lebih agresif simpan di tempat yang gelap. Jangan meletakkan toples ikan secara berdekatan. Karena ikan cupang aduan akan terus dalam kondisi siap untuk menyerang dan membenturkan dirinya ke kaca. Berikan sekat tak tembus pandang di antara toples-toples tersebut.

Gantilah air yang ada dalam wadah secara berkala. Lihat apakah ada penumpukan kotoran & sisa pakan pada dasar wadah. Penumpukan tersebut dapat menimbulkan penyakit bahkan kematian pada ikan karena pencemaran air.

Cara Benar Budidaya Ikan Cupang

Cara Benar Budidaya Ikan Cupang - Ikan cupang adalah salah satu ikan hias yang mudah dipelihara. Untuk budidaya ikan cupang tak memerlukan tempat luas serta modal yang besar. Bisa dilakukan sebagai usaha rumahan.


Cara Benar Budidaya Ikan Cupang
Ikan Cupang
Ikan cupang (Bahasa latin : Betta sp) adalah ikan air tawar dari daerah tropis. Banyak ditemukan di daerah perairan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Di alam bebas ikan ini hidup berkelompok, habitatnya ada di rawa-rawa, danau & sungai yang arusnya tenang.
Salah satu keistimewahan ikan cupang ini adalah daya tahannya. Sanggup hidup dalam lingkungan air minim oksigen. Ikan cupang bisa dipelihara dalam toples kecil tanpa menggunakan aerator. Kemampuan ini didapat karena ikan cupang mempunyai rongga labirin seperti pada paru-paru manusia. Labirin tersebut dapat membuatnya bertahan pada lingkungan miskin oksigen.


Jenis ikan cupang


Dilihat dari kecamata para pehobi dikenal 2 macam ikan cupang, yaitu cupang hias dan cupang adu. Cupang hias ini dipelihara untuk dinikmati keindahan bentuk, warna serta gerakannya. Sedangkan cupang adu dipelihara untuk di adu. Perlu diketahui, di beberapa negara mengadu cupang termasuk tindakan ilegal.

Cupang hias & cupang adu dibedakan berdasar bentuk & sifat agresifitasnya. Untuk mengetahui lebih jauh silahkan lihat cupang hias vs cupang adu.

Masyarakat ilmiah mencatat lebih dari 73 spesies ikan cupang yang ada di bumi kita ini. Namun tak semua dari spesies tersebut populer sebagai ikan peliharaan. Spesies ikan cupang yang beredar di pasaran kebanyakan berasal dari kelompok splendens complex, yang terdiri dari : Betta splendens, Betta stiktos, Betta mahachai, Betta smaragdina & Betta imbellis. Serta varian hasil silangan dari spesies-spesies itu. Lihat juga jenis-jenis ikan cupang.


Memilih indukan ikan cupang


Untuk memulai budidaya ikan cupang, langkah pertama yang mesti disiapkan adalah mendapatkan indukan / bibit berkualitas. Indukan yang baik sebisa mungkin berasal dari keturunan unggul, kondisinya bugar, bebas penyakit & cacat bawaan. Simpan indukan jantan & betina di tempat terpisah.


Tips membedakan cupang jantan & betina!


Jantan: gerakannya lincah, sirip & ekor lebar mengembang, warna cerah, tubuhnya lebih besar. Betina: gerakannya lebih lamban, sirip & ekor lebih pendek, warna kusam, tubuh lebih kecil.

Sebelum pemijahan dilakukan, pastikan indukan jantan & betina sudah masuk dalam fase matang gonad atau siap untuk dikawinkan. Adapun ciri-ciri indukan yang sudah menunjukkan siap kawin adalah sebagai berikut:


Untuk cupang jantan:


a. Berumur setidaknya 4-8 bulan;
b. Bentuk badan panjang;
c. Siripnya panjang & warnanya terang atraktif;
d. Gerakannya agresif & lincah;


Untuk cupang betina:


a. Berumur setidaknya 3-4 bulan;
b. Bentuk badan membulat, bagian perut sedikit buncit
c. Siripnya pendek & warnanya kusam tidak menarik
d. Gerakannya lambat


Pemijahan ikan cupang

Cara Benar Budidaya Ikan Cupang
Wadah untuk ikan cupang
Setelah indukan jantan serta indukan betina siap untuk memijah, sediakan tempat berupa wadah dari baskom plastik / akuarium kecil dengan ukuran 20x20x20 cm. Siapkan juga gelas plastik untuk tempat si ikan cupang betina. Sediakan juga tumbuhan air seperti : kayambang.

Dalam satu kali perkawinan, ikan cupang dapat menghasilkan hingga 1000 butir telur. Telur tersebut akan menetas dalam waktu 24 jam setelah pembuahan. Berdasar pengalaman para pembudidaya, tingkat kematian pembenihan ikan cupang cukup tinggi. Dalam satu kali kawin biasanya hanya bisa dipanen 30-50 ikan cupang hidup.

Indukan jantan dapat dikawinkan hingga 8 kali dengan interval waktu sekitar 2 sampai 3 minggu. Sedang indukan betina disarankan hanya dikawinkan satu kali saja. Jika dipaksakan, pada perkawinan berikutnya akan terjadi penurunan keragaman jenis kelamin. Dimana anakan ikan semakin didominasi oleh kelamin betina.


Berikut adalah langkah-langkah pemijahan ikan cupang:



  1. Isi tempat pemijahan dengan air bersih setinggi 10 sampai 15 cm. Sebagai catatan, gunakan air tanah / air sungai yang jernih. Endapkan terelebih dahulu air yang akan dipakai setidaknya selama semalam. Hindari penggunaan air dalam kemasan / air PAM yang berbau kaporit.
  2. Tambahkan ke dalam wadah itu tanaman air, sebagai tempat burayak berlindung. Tetapi penempatan tanaman air jangan terlalu padat, karena tanaman air berpotensi mengambil oksigen terlarut yang ada di dalam air.
  3. Masukkan ikan cupang jantan yang sudah siap kawin. Biarkan ikan tersebut selama sehari dalam wadah. Ikan cupang jantan akan membuat gelembung-gelembung udara. Gunanya untuk menyimpan telur yang telah dibuahi. Untuk memancing si jantan membuat gelembung, masukkan ikan cupang betina tapi dipisah. Caranya, ikan betina dimasukkan dalam gelas plastik bening / bekas gelas aqua dan benamkan ke dalam aquarium dimana ikan jantan ada.
  4. Setelah indukan jantan sudah membuat gelembung, masukkan indukan betina. Waktu pemijahan ikan cupang biasanya terjadi sekitar pukul 7 sampai 10 pagi / pukul 4-6 sore. Ikan cupang cukup sensitif saat kawin, sebaiknya tutup wadah dengan koran / letakkan di ruang yang terhindar dari hilir mudik orang & suara bising.
  5. Setelah terjadi pembuahan angkat segera indukan betina, hal ini karena yang bertanggung jawab membesarkan & menjaga burayak adalah cupang jantan. Dengan mulutnya si jantan akan memunguti telur yang sudah dibuahi dan meletakkannya pada gelembung-gelembung tadi. Apabila indukan betina tak diangkat, maka telur-telur yang telah dibuahi akan dimakan si betina.
  6. Setelah kurang lebih sehari telur-telur tersebut akan menjadi burayak. Selama 3 hari ke depan maka burayak tak perlu diberi pakan karena masih ada nutrisi yang terbawa dalam telur. Ikan cupang jantan juga akan berpuasa selama menjaga burayak.
  7. Setelah 3 hari terhitung sejak telur menetas, berikan kutu air (moina / daphnia). Pemberian pakan jangan lebih banyak dari burayak karena pakan akan mengotori air & menyebabkan kematian pada burayak.
  8. Indukan jantan baru diambil setelah burayak sudah berumur 2 minggu terhitung sejak menetas. Pindahkan burayak tersebut pada wadah yang lebih besar & berikan kutu air yang lebih besar / larva nyamuk.
  9. Setelah 1,5 bulan, ikan sudah dapat dipilah berdasar jenis kelaminnya. Kemudian pisahkan ikan-ikan itu ke wadah pembesaran.



Pakan ikan cupang


Pakan favorit yang biasa diberikan pada ikan cupang ialah kutu air , cacing sutera &n larva nyamuk. Pakan sebaiknya diberikan sesering mungkin, misalnya 3 sampai 4 kali sehari. Semakin sering frekuensinya semakin baik. Lebih baik sedikit-sedikit tetapi sering dari pada sekaligus banyak. Hal ini untuk mengurangi resiko penumpukan sisa pakan yang dapat mengakibatkan berkembangnya penyakit.

Kutu air dapat diperoleh dari selokan-selokan yang tergenang, / membelinya dari toko akuarium. Kalau tidak memungkinkan, kita dapat membudidayakan kutu air sendiri.


Perawatan ikan cupang


Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ikan cupang relatif tahan banting. Dapat dipelihara dalam akuarium tanpa menggunakan aerator. Ikan ini tahan atas kondisi air yang minim oksigen. Walaupun begitu, disarankan untuk tetap menjaga kualitas air dengan memberinya aerasi serta filter pembersih. Supaya ikan bisa berkembang sempurna & selalu dalam kondisi bugar. Terutama untuk perawatan ikan kontes.

Tak disarankan memelihara lebih dari satu ikan cupang jantan yang sudah dewasa dalam satu akuarium. Terlebih jika ukuran akuariumnya kecil dan tak ada tempat berlindung. Ikan-ikan tersebut bisa saling menyerang satu sama lain. Akibatnya, sirip-siripnya tak mulus dan warnanya kurang keluar.

Khusus untuk ikan cupang aduan, kita dapat memasukkannya ke dalam toples kaca kecil. Berdasar beberapa pengalaman, supaya ikan lebih agresif simpan di tempat yang gelap. Jangan meletakkan toples ikan secara berdekatan. Karena ikan cupang aduan akan terus dalam kondisi siap untuk menyerang dan membenturkan dirinya ke kaca. Berikan sekat tak tembus pandang di antara toples-toples tersebut.

Gantilah air yang ada dalam wadah secara berkala. Lihat apakah ada penumpukan kotoran & sisa pakan pada dasar wadah. Penumpukan tersebut dapat menimbulkan penyakit bahkan kematian pada ikan karena pencemaran air.