Jumat, 16 September 2016

Cara Budidaya Tanaman Cincau Hitam Yang Bernilai Ekonomi

Cara budidaya tanaman cincau hitamBagi masyarkat umum, pastinya udah tak asing lagi dengan yang namanya cincau atau yang biasa kita kenal dengan nama janggelan atau cao. Kita sering menemui cincau di pasaran atau di pinggiran jalan sebagai salah satu minuman penghilang rasa haus pada saat siang hari dan juga bisa menghilangkan panas dalam.

Cara Budidaya Tanaman Cincau Hitam 

Cara Budidaya Tanaman Cincau Hitam
Daun cincau hitam

Maka dari itu, bagi peminat cincau hitam ini terbilang cukup banyak, tak ada salahnya apabila kamu untuk memcoba membudidayakan tanaman tersebut. Dalam hal ini apalagi guna proses penanaman dan juga perawatannya tidaklah sulit.
Nah, berikut ini adalah langkah-langkah dalam membudidayakan tanaman cincau hitam, untuk lebih jelasnya simaklah ulasan di bawah ini.

Tahap Persiapan Lahan


Sebelum melakukan proses penanamn terlebih dahulu carilah lahan yang cocok untuk ditanami cincau hitam, baru setelah itu bersihkan dari tanaman pengganggu seperti halnya gulma dan rumput liar sampai ke akarnya. Dan baru kemudian cangkul tipis pada lahan tadi. Setelah selsai jangan lupa untuk membuat lubang yang berjarak masing-masing 50×50 cm, antar lubang sebagai tempat si bibit cincau yang sudah diberi pupuk kandang sekitar 6 sampai 9 ton untuk tiap 1 hektarnya.

Proses Pembibitan Cincau Hitam


Dalam hal ini untuk pembibitan, pilihlah bibit dari rumpun cincau hitam yang sudah menjadi tua dan dipastikan sudah memiliki air dengan tinggi pohon sekitar 15 sampai 20 cm, lalu siapkan sebanyak 2,5 sampai 3 ton setek cincau hitam untuk tiap 1 hektarnya.

Proses Penanaman


Pada tanaman cincau hitam ini selama pertumbuhannya membutuhkan cukup air dan kondisi tanahnya pastinya cukup berair pula. Maka sebaiknya dalam penanaman bibit ini lakukan saat awal musim hujan tiba. Tanam sebanyak 2 sampai 3 setek tanaman cincau di setiap lubang. Dan saat bibit tersebut sudah berusia sekitar 5 sampai 20 hari dari penanaman akan muncul daun-daun baru yang berwarna hijau.

Tahap Pemeliharaan


Di tahap pemeliharaan yang perlu dilakukan adalah:

Pemupukan tahap 1

Di saat tanaman sudah mencapai usia satu bulan sebaiknya tanaman ini di pupuk dengan memakai pupuk N dan P yang perbandingannya 2:1. Yang pada umumnya 1 hektar tanah membutuhkan pupuk sebanyak 132 kg untuk pupuk jenis N serta sebanyak 68 kg untuk pupuk jenis P. Setiap tanaman diberikan pupuk sebanyak 0,5 sampai 1 sendok makan yang diletakkan di lubang sejauh 10 sampai 15 cm dari tanaman.

Pemupukan tahap 2

Dalam hal untuk pemupukan yang ke-2 bisa dilakukan setelah tanaman sudah berusia 2 bulan. Yang biasanya langsung disebarkan pada setiap tanaman cincau hitam dengan barisan tanaman sejauh 20 sampai 25 meter dari induk tanaman cincau hitam.

Penyiangan


Dalam hal ini, untuk penyiangan perlu dilakukan hal ini guna menghindari tumbuhnya tanaman cincau hitam terganggu. Maka saat kamu menemui gulma atau rumput pengganggu yang tumbuh langsung bersihkan hingga ke akarnya hal ini baik untuk menghindari pertumbuhan lagi.

Hama


Yang umumnya pada tanaman cincau diserang oleh hama ulat daun, uret, ulat jengkal, tayap putih. Yang jika kondisinya belum parah, ulat tersebut bisa diambil secara manual, akan tetapi saat kondisi parah langsung saja memakai pestisida dengan cara di semprot.
Penyakit

Pada penyakit biasanya yang menyerang tanaman cincau ini adalah penyakit bubuk pada batang. Untuk penyakit ini menyerang usia tanaman sekitar 10 sampai 20 hari, ketika penyakit ini menyerang langsung bisa diatasi dengan memakai fungisida.

Masa Panen


Langkah yang terakhir adalah masa panen, tanaman cincau hitam ini biasanya akan tumbuh bunga ketika usia sekitar 4 bulan setelah tanam. Dalam pemanenannya adalah pada saat tanaman tersebut sudah berusia tua yang lalu dipotong menggunakan sabit dan di jemur sampai kering. Dan untuk anakkan tanaman cincau yang masih muda bisa dibiarkan saja agar dapat tumbuh seperti induknya. Biasanya 1 hektar tanaman cincau hitam bisa menghasilkan sekitar 7.5 sampai 9 ton cincau basah dan 1.5 ton untuk cincau kering.

Demikianlah pembahasan tentang cara budidaya tanaman cincau hitam, semoga dengan adanya ulasan ini bisa berguna dan bermanfaat bagi kamu semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Rabu, 14 September 2016

Manfaat buah pinang bagi kesehatan tubuh

Manfaat buah pinangPernah mendengar pepatah bagai pinang yang dibelah dua? Pepatah itu tak ada hubungannya dengan topik yang akan kami bahas. Kami hanya menyinggung sejumlah manfaat buah pinang mulai dari asal, kandungan sampai manfaatnya.

Tanaman pinang mempunyai ciri-ciri pohon yang mirip dengan pohon kelapa. Batangnya menjulang tinggi antara 20 sampai 25 meter & berdaun seperti daun kelapa tapi lebih. Buahnya tumbuh bergerombol dalam suatu tandan.

Buah pinang sendiri berbentuk bulat telur sedikit lonjong berukuran 3.5 sampai 7 cm. Warna kulit buah oranye, jika dibelah di tengahnya ada biji yang bergerombol dikelilingi dengan dinding buah yang berserabut.

Manfaat buah pinang bagi kesehatan tubuh
Buah Pinang
Hampir semua bagian dari tanaman buah pinang bisa dimanfaatkan. Mulai dari batangnya, batang pohon buah pinang yang menjulang tinggi dan kuat bisa dimanfaatkan kayunya. Biasanya digunakan untuk tiang dalam berbagai struktur bangunan. Atau juga paling tenar digunakan untuk arena panjat pinang.

Daunnya mempunyai kandungan zat yang sangat bermanfaat untuk manusia. Buahnya terutama biji buah pinang bahkan sudah menjadi salah satu hasil bumi yang diekspor Indonesia ke berbagai negara.
Biasanya, biji buah pinang akan dikeringkan lalu dimanfaatkan sebagai obat sampai dijadikan permen dalam bentuk kecil-kecil. Buah pinang secara keseluruhan mengandung beberapa unsur yang bisa dimanfaatkan untuk kesehatan manusia seperti : alkaloida, arecaidine, guvacoline & zat bermanfaat yang lainnya.

Manfaat buah pinang


Di kalimat judul kami menuliskan bahwa buah pinang bisa menyembuhkan segala macam penyakit. Memang benar, terdapat banyak jenis penyakit yang bisa disembuhkan dengan mengkonsumsi tanaman buah pinang secara teratur. Beberapa penyakit yang bisa disembuhkan adalah sebagai berikut:

a. Nyeri pinggang


Nyeri pinggang bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari kekakuan otot pinggang karena kurangnya pergerakan sampai paska terjadinya cidera sehingga menimbulkan trauma otot pinggang. Orang yang mengalami saki nyeri pinggang akan merasa tak nyaman bergerak dan beraktifitas karena pinggang adalah persendian paling besar yang dimiliki oleh tubuh manusia.
Dengan memanfaatkan tumbuhan daun pinang yang telah dihangatkan terlebih dahulu bisa menghambat stimulasi faktor-faktor nyeri pada otot sehingga mengurangi nyeri pinggang.

Caranya cukup oleskan saja tumbukan daun pinang tersebut di pinggang yang sakit. Selain nyeri pinggang, bisa juga diaplikasikan pada segala jenis nyeri yang permukaan bagian nyeri bisa dijangkau.

b. Penyakit kulit kudis


Kudis merupakan salah satu gangguan kulit yang ditandai dengan gatal serta berair biasanya terjadi pada bagian-bagian tubuh yang terjepit / tersembunyi dan seringkali terkena air. Cara penanganannya cukup mudah yakni dengan parutan biji buah pinang lalu dioleskan secara teratur pada bagian yang sakit.

c. Mengembalikan ukuran rahim setelah melahirkan


Ini sangat bermanfaat untuk wanita hamil yang ingin segera langsing perutnya paska melahirkan. Perut yang tetap membesar paska melahirkan biasanya disebabkan oleh diameter rahim yang tidak langsung mengecil. Maka dari itu banyak orang tua yang menyarankan supaya mengkonsumsi air rebusan buah pinang

d. Sakit gigi


Mengobati sakit gigi dengan buah pinang mungkin sama halnya dengan mengobatai sakit nyeri pinggang. Karena pada intinya sama-sama untuk mengurangi rasa nyeri yang tak nyaman. Caranya, iris sedikit bagian buah pinang lalu sumpalkan atau gigit pada bagian gigi yang sakit.

Demikianlah pembahasan mengenai manfaat buah pinang bagi tubuh kita semoga dengan adanya ulasan tersebut bisa berguna dan bermanfaat bagi kamu semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Selasa, 13 September 2016

Budidaya Selada Keriting Organik

Selada Keriting Organik - Ada dua kelompok besar budidaya selada (Lactuca Sativa) yang berkembang di tanah air. Pertama, selada daun bentuk korp-nya bulat lepas, daunnya hijau mengembang. Ke-2, selada korp (heading lettuce) bentuk korp-nya bulat / lonjong dan korp-nya padat.

Dari 2 jenis di atas yang paling banyak dibudidayakan adalah tipe selada daun, bentuk daunnya bergelombang cenderung berkerut-kerut / populer dengan nama selada keriting. Selada keriting toleran ditanam di daerah tropis & panas sekalipun. Jenis selada keriting bahkan mampu tumbuh dengan subur di dataran rendah serta panas seperti Jakarta.

Budidaya Selada Keriting Organik
Selada Keriting Organik
Pada dasarnya, suhu optimal untuk budidaya selada kriting berkisar antara 15-25°C dengan ketinggian 900 meter sampai 1.200 meter dari permukaan laut. Jenis tanah yang disukai selada kriting ialah lempung berdebu, lempung berpasir serta tanah yang masih mengandung humus. Walaupun demikian, selada keriting masih toleran terhadap tanah yang miskin hara asalkan diberikan pengairan & pupuk organik yang memadai.

Pemilihan benih & penyemaian

Budidaya Selada Keriting Organik

Selada diperbanyak diri dengan biji. Biji / benih selada didapat dengan menumbuhkan tanaman selada sampai berbunga & berbuah. Setelah tua baru diambil bijinya. Apabila benih dibeli dari toko, varietas yang populer sekarang antara lain penn great lakes, imperial & new york. Kebutuhan benih selada per satu hektar lahan ialah 250 gram. Untuk mendapat hasil optimal, benih selada keriting sebaiknya disemai terlebih dahulu sebelum ditanam di hamparan lahan yang luas.

Ada beragam jenis media penyemaian untuk budidaya selada, diantaranya dalam polybag, daun pisang, sistem tray, tanah tercetak / di atas bedengan. Pada kesempatan kali ini yang akan kami bagikan adalah media tanam di atas bedengan.

Siapkan bedengan dengan lebar satu meter & tinggi sekitar 15 cm, panjang bedengan disesuaikan dengan kebutuhan. Posisi bedengan harus ditempat terbuka & jauh dari gangguan binatang. Campurkan pupuk kandang, tanah serta arang sekam dengan perbandingan 1:1:1. Pupuk kandang yang digunakan juga harus sudah betul-betul matang untuk menghindari tumbuhnya mikroorganisme yang tak diharapkan. Kegunaan pupuk kandang untuk memperkaya unsur hara & nutrisi. Arang sekam diperlukan untuk menggemburkan tanah supaya pencabutan bibit tak merusak akar tanaman. Apabila tanah terlalu asam, berikan juga kapur pertanian / dolomit secukupnya. Derajat keasaman yang ideal untuk budidaya selada ialah pH 5 sampai 6,8.

Siram media penyemaian dengan air guna memberikan kelembaban pada benih yang akan ditabur. Usahakan jangan sampai basah menggenang karena dapat membusukan tanaman. Tebarkan benih selada secara merata di atas bedengan. Padat penebaran benih ialah 100 gram per 10 meter persegi bedeng semai. Apabila penyemaian dilakukan di musim kemarau, ada baiknya berikan mulsa berupa rumput, jerami / daun kering diatasnya. Hal ini berguna untuk mengurangi penguapan akibat terik matahari.

Buatlah naungan di atas bedengan tersebut. Gunanya, di musim hujan untuk melindungi bibit yang baru tumbuh dari limpahan air hujan secara langsung. Di musim kemarau, untuk menaungi bibit dari sengatan matahari langsugn yang terlalu terik. Tutupkan bedengan dapat menggunakan paranet, karung plastik / plastik bening. Upayakan membuat tutupan yang dapat ditutup buka, sehingga pada pagi & sore hari tutup dapat dibuka agar memperoleh penyinaran maksimal. Dan, pada siang hari bisa ditutup untuk melindungi dari sengatan matahari.

Perawatan pada tahap penyemaian ini ialah penyiraman rutin, penyiangan gulma serta pengawasan hama & penyakit. Dalam budidaya selada keriting organik tak diperkenankan penyemprotan pestisida sintetis. Apa bila ada hama dapat diusir dengan menutup penyemaian, apabila terserang penyakit dapat diberikan pupuk kandang tambahan & penyemprotan pestisida nabati jika diperlukan. Bibit selada keriting dapat dipindahkan setelah berdaun 4-5 helai / berumur 3-4 minggu sejak benih ditebar.

Pengolahan tanah & penanaman bibit


Pengolahan lahan guna budidaya selada keriting tergantung dari jenis, struktur serta tekstur tanahnya. Apabila tanah yang akan digunakan sangat keras, lakukan penggarpuan terlebih dahulu, setelah itu baru dilakukan penggemburan dengan cara mencangkul. Lalu bentuk bedengan dengan ukuran lebar 1 meter tinggi 15 cm serta panjang kurang lebih 10 meter / tergantung kondisi lahan. Supaya bedengan tetap kering, terutama di lahan-lahan basah seperti bekas sawah, tanah untuk bedengan ditinggikan 20 cm, di kiri & kanan bedengan dibuat gang untuk saluran drainase. Lebar bedengan tak diperkenankan terlalu lebar untuk memudahkan pemeliharaan.

Budidaya selada keriting membutuhkan lingkungan keasaman yang netral dengan pH ideal 5-6,8. Apabila kondisi tanah asam, sebaiknya dilakukan proses penetralan terlebih dahulu dengan kapur. Sedang jika tanah terlalu basa netralkan dengan belerang / gipsum. Misalnya, untuk menetralkan tanah yang mempunyai pH 5,5 diperlukan kapur sebanyak 0,1 kg per meter persegi sehingga derajat keasaman naik menjadi pH 6,5. Sebaliknya, untuk menurunkan pH tanah dapat diberikan belerang / gipsum sebanyak 0,6 kg per meter persegi.

Guna memperkaya humus tanah dicampur dengan pupuk kandang yang sudah matang / pupuk kompos. Jumlah pupuk kandang yang disarankan untuk kotoran ayam ialah 20 ton per hektar. Jika kita menggunakan pupuk kompos, jumlah kompos yang disarankan sebanyak 2 kg per meter persegi. Pemberian pupuk organik ini bertujuan untuk menggemburkan lahan & mempertinggi aktifitas mikroorganisme di dalam tanah. Setelah tanah dicampur dengan pupuk kandang / kompos, diamkan selama 2 hari, lalu haluskan kembali tanah dengan pencangkulan.

Setelah lahan siap untuk pindahkan bibit selada keriting dari tempat penyemaian. Dalam memindahkan tanaman, sebaiknya angkat dengan tanah yang menyangga zona perakaran tanaman. Penanaman dilakukan dengan cara ditugal / dilubangi dengan tangan saja. Besar serta dalam lubang tanam disesuaikan dengan perakaran bibit selada keriting yang akan dipindahkan. Aturlah jarak tanam sebesar 10 x 15 cm.

Kiat sukses dalam budidaya selada keriting organik


Perawatan budidaya selada


Perawatan yang dilakukan di dalam budidaya selada kriting diantaranya : penyiraman, pemupukan & penyiangan. Penyiraman dilakukan sesuai dengan cuaca yang ada. Bila tak ada hujan lakukan 2 kali penyiraman dalam sehari setiap pagi & sore. Penyiraman dapat dilakukan pada siang hari namun dengan intensitas air yang cukup banyak untuk menghindari layu mendadak pada tanaman.

Setelah bibit yang ditanam sudah berumur 2 minggu, apabila tanaman kurang subur yang ditandai dengan warna hijau yang pudar, berikan juga tambahan pupuk kandang sebanyak 2 ton per hektar. Pupuk kandang yang dipakai hendaknya yang mengandung unsur nitrogen tinggi seperti kotoran ayam. Pada umur tanaman yang mencapai 20 hari sejak semprotkan pupuk cair organik dengan dosis 3 liter setiap hektar.

Meski siklus panennya cepat, penyiangan tetap diperlukan lantaran tanaman selada kriting ini mempunyai akar yang dangkal sehingga daya saingnya sangat rendah dibandingkan tanaman pengganggu. Untuk itu perlu ada penyiangan secara teratur dengan cara mencabut tanaman pengganggu. Dalam budidaya selada keriting biasanya dibutuhkan minimal satu kali penyiangan gulma selama masa budidaya.

Cara penyiangan gulma sedkit berbeda di musim kemarau / penghujan. Pada musim kemarau gulma dicabut / dipotong, lalu dibiarkan di permukaan tanah. Gunanya sebagai tambahan pupuk hijau serta membentuk mulsa untuk mengurangi penguapan. Sehingga air untuk penyiraman dapat dihemat. Pada musim hujan, gulma mesti dicabut dan bedengan harus bersih dari hijauan. Hal ini untuk menghindari tumbuhnya jamuir & penyakit di sekitar tanaman selada akibat kelembaban yang tinggi.

Pengendalian hama & penyakit


Hama serta penyakit yang biasa menyerang budidaya selada keriting adalah sepert berikut:


  1. Jangel (Bradybaena similaris ferussac) - bentuknya seperti siput berukuran 2 cm. Hama ini menyerang tanaman di segala umur. Biasa bersembunyi di pangkal daun bagian dalam. Serangan hama ini membuat daun berlubang.
  2. Tangek (Parmalion pupilaris humb) - bentuknya mirip dengan jangel namun tak mempunyai siput. Akibat serangannya sama membuat lubang pada daun. Hama ini lebih banyak menyerang di musim kemarau dibandingkan musim hujan.
  3. Busuk lunak (soft rot) - penyebabnya bakteri Erwinia Carotovora. Penyakit ini menyerang bagian daun. Serangan dimulai dari tepi daun, warna daun menjadi coklat lalu layu. Selain dapat menyerang tanaman yang masih ditanam, penyakit ini juga bisa menyerang selada yang siap diangkut ke pasar.
  4. Busuk pangkal daun - penyebabnya Felicularia Filamentosa. Penyakit ini menyerang pangkal daun, serangan biasa terjadi saat menjelang panen.


Dalam budidaya selada keriting organik, tak diperbolehkan menyemprot hama & penyakit dengan pestisida sintetis. Pengendalian hama serta penyakit dilakukan dengan memperhatikan pemupukan, kebersihan kebun, rotasi tanaman & kalau terpaksa lakukan penyemprotan dengan pestisida nabati.
Penyiraman teratur serta pemupukan yang tepat terbukti efektif mengendalikan hama. Tapi, pengendalian hama yang paling efektif adalah dengan melakukan budidaya tanaman sehat, mengatur kebersihan lingkungan seperti menjaga irigasi & drainase serta menjamin kecukupan nustrisi bagi tanaman terutama untuk kekebalan tubuh tanaman itu sendiri seperti unsur kalium. Unsur kalium dapat diperoleh dengan menambahkan bahan-bahan daun bambu pada saat pembuatan kompos.

Panen budidaya selada keriting


Budidaya selada keriting dapat dipanen 20-30 hari setelah bibit ditanam. Jadi, jika dihitung mulai dari penyemaian sampai panen, kira-kira dibutuhkan 40-60 hari. Produktiivitas tanaman selada keriting dapat mencapai 15-20 ton per hektar.

Panen dilakukan dengan mencabut tanaman hingga keakar-akarnya. Setelah dipanen, bagian akar selada kriting dicuci serta daun-daun yang rusak dibuang. Kelompokkan daun selada keriting berdasar ukuran. Pengerjaan pasca panen mesti dilakukan dengan cepat dan segera karena tanaman selada keriting tidak tahan panas dan penguapan. Apabila pengangkutan ke pasar ada jeda waktu yang cukup lama, simpanlah sayuran ini di tempat yang lembab dekat dengan air / secara rutin diciprati air.

Jumat, 09 September 2016

Panduan Untuk Budidaya Buah Naga

Buah Naga - Buah naga termasuk ke dalam keluarga tanaman kaktus. Meski terkenal sebagai buah dari Asia, tanaman ini aslinya berasal dari Meksiko (Amerika Tengah dan Amerika Selatan). Pada tahun 1870, bangsa Perancis membawa buah naga ini dari Guyana ke Vietnam sebagai tanaman hias. Karena rasanya manis, buah naga lalu dikonsumsi secara meluas di Vietnam & Cina.

Panduan Untuk Budidaya Buah Naga
Budidaya Buah Naga
Di Indonesia, buah naga mulai populer semenjak tahun 2000. Tidak jelas dengan kebenaran siapa yang pertama kali mengembangkannya. Diperkirakan buah naga yang masuk ke negeri kita berasal dari Thailand lalu dibudidayakan oleh para pehobi tanaman secara sporadis.

Saat ini ada beberapa spesies tanaman buah naga yang banyak dibudidayakan. Jenis jenis buah naga adalah sebagai berikut:


  • Hylocereus undatus kulitnya merah dengan daging buah putih,
  • Hylocereus polyrhisus kulit merah dengan daging buah merah,
  • Hylocereus costaricensis kulit merah dengan daging buah merah pekat agak keunguan,
  • Hylocereus megelanthus kulitnya berwarna kuning dengan daging buah putih.


Budidaya buah naga ini sangat cocok dengan kondisi iklim serta alam Indonesia. Tanaman ini tumbuh optimal pada ketinggian 0-350 meter dpl dengan curah hujan sekitar 720 mm setiap tahunnya. Suhu udara ideal untuk pertumbuhan buah naga berkisar 26-36 derajat celcius.

Memilih bibit buah naga


Tanaman buah naga dapat diperbanyak dengan cara generatif & vegetatif. Cara generatif adalah memperbanyak tanaman dari biji. Benih buah naga diambil dengan cara mengeluarkan biji dari buah naga terpilih. Cara ini sedikit sulit & biasanya dilakukan oleh para penangkar berpengalaman.

Cara vegetatif relatif lebih banyak digunakan karena lebih mudah. Budidaya buah naga dengan cara vegetatif ini lebih cepat menghasilkan buah. Selain itu, sifat-sifat tanaman induk dapat dipastikan menurun pada anaknya. Berikut ini langkah-langkah penyetekkan buah naga:

Penyetekkan dilakukan terhadap batang / cabang tanaman yang pernah berbuah, setidaknya 3-4 kali. Hal ini berguna supaya hasil setek dapat berproduksi lebih cepat dan produktivitasnya sudah ketahuan dari hasil buah terdahulu.

Pilihlah batang yang berdiameter setidaknya 8 cm, keras, tua, berwarna hijau kelabu & sehat. Semakin besar diameter batang akan semakin baik, karena batang ini akan jadi batang utama tanaman.

Pemotongan dilakukan atas batang yang panjangnya sekitar 80-120 cm. Jangan dipotong semua, sisakan sekitar 20%, bagian yang 80% akan dijadikan calon bibit.

Potong potong batang calon bibit buah naga dengan panjang sekitar 20-30 cm. Ujung bagian atas dipotong dengan rata, sedang pangkal bawah yang akan ditancapkan ke tanah dipotong meruncing. Ini berguna untuk merangsang pertumbuhan akar.

Potongan setek harus mempunyai setidaknya 4 mata tunas. Panjang setek dapat lebih pendek tapi konsekuensinya akan berpengaruh pada kecepatan berbuah.

Biarkan batang setek yang sudah dipotong-potong tersebut sampai getahnya mengering. Apabila langsung ditanam getah yang masih basah dapat menyebabkan busuk batang. Untuk menghindari resiko serangan jamur batang setek dapat dicelupkan pada larutan fungisida.


  • Siapkan juga bedengan atau polybag untuk menanam setek-setek ini.
  • Siram bedengan / polybag yang sudah diisi dengan media tanam. Lalu tancapkan bagian yang runcing dari setek ke dalam media tanam sedalam 5 cm.
  • Berikan naungan / sungkup untuk melindungi setek tersebut. Lakukan juga penyiraman sebanyak 2-3 hari sekali.
  • Setelah 3 minggu, tunas pertama akan mulai tumbuh dan naungan / sungkup harus dibuka supaya bibit mendapat cahaya matahari penuh.
  • Pemeliharaan bibit biasanya berlangsung sampai 3 bulan. Pada umur ini tinggi bibit berkisar 50 sampai 80 cm.


Persiapan budidaya buah naga


Kebutuhan bibit untuk membudidayakan buah naga seluas satu hektar sekitar 6000-1000 bibit. Jumlah bibit yang dibutuhkan tergantung pada metode tanam serta pengaturan jarak tanam. Kali ini kami membahas metode budidaya buah naga dengan tiang panjat tunggal. Dengan sistem ini, dibutuhkan tiang panjat sebanyak 1600 batang dengan kebutuhan bibit tanaman mencapai sebanyak 6400 bibit tiap hektar.

a. Pembuatan tiang panjat


Dalam budidaya buah naga tiang panjat sangat dibutuhkan untuk menopang tumbuhnya tanaman. Tiang panjat biasanya dibuat permanen dari beton. Bentuk tiangnya dapat pilar segi empat / silinder dengan diameternya sekitar 10-15 cm.

Tinggi tiang panjat untuk budidaya buah naga biasanya berukuran 2-2,5 meter. Tiang tersebut ditanam dengan kedalaman 50 cm supaya kuat berdiri. Di ujung bagian atas diberikan penopang berupa batang kayu / besi membentuk ‘+’. Lalu tambahkan besi berbentuk lingkaran atau bisa juga ban motor bekas. Sehingga bagian ujung atasnya berbentuk seperti stir mobil.

Buatlah tiang panjat tadi secara berbaris, jarak tiang dalam satu baris 2,5 meter sedang jarak antar baris 3 meter. Jarak ini juga sekaligus menjadi jarak tanam. Di antara barisan buatlah saluran drainase sedalam 25 cm.

b. Pengolahan tanah tanaman buah naga


Setelah tiang panjat sudah disiapkan, buatlah lubang tanam dengan ukuran 60×60 cm dengan kedalaman sampai 25 cm. Posisi tiang panjat persis terletak ditengah-tengah lubang tanam tadi.

Campurkan 10 kg pasir dengan tanah galian guna menambah porositas tanah. Tambahkan pupuk kompos / pupuk kandang yang sudah matang sebanyak 10-20 kg. Tambahkan juga dolomit / kapur pertanian sebanyak  300 gram, karena buah naga membutuhkan banyak kalsium. Diaduk bahan-bahan tersebut sampai merata.

Timbun kembali lubang tanam dengan campuran media di atas. Lalu siram dengan air sampai basah tapi jangan sampai tergenang. Biarkan juga lubang tanam yang sudah ditimbun kembali tersinari matahari & mengering.

Setelah 2-3 hari, berikan juga pupuk TSP sebanyak 25 gram. Pemberian pupuk melingkari tiang panjat dengan jarak sekitar 10 cm dari tiang penyangga. Biarkan selama kurang lebih 1 hari. Sekarang lubang tanam sudah siap untuk ditanami.

Penanaman bibit buah naga


Untuk satu tiang panjat ini diperlukan 4 bibit tanaman buah naga. Bibit ditanam mengitari tiang panjat, jarak antar tiang panjat dengan bibit tanaman panjangnya sekitar 10 cm. Bibit dipindahkan dari bedeng penyemaian / polybag. Gali tanah sedalam 10-15 cm / disesuaikan dengan ukuran bibit. Lalu bibit diletakkan pada galian tersebut & ditimbun dengan tanah sambil dipadatkan.

Setelah ke-4 bibit ditanam, ikat batang bibit tanaman tadi sehingga menempel di tiang panjat. Lakukan pengikatan tiap tanaman tumbuh menjulur sepanjang 20 sampai 30 cm. Pengikatan jangan terlalu kencang untuk memberi ruang gerak pada pertumbuhan tanaman dan agar tak melukai batang.

Pemupukan & perawatan tanaman buah naga


a. Pemupukan


Pada masa awal pertumbuhan pupuk yang diperlukan harus mengandung banyak unsur nitrogen (N). Pada fase berbunga / berbuah gunakan pupuk yang banyak mengandung fosfor (P) & kalium (K). Pemakaian urea tak dianjurkan untuk memupuk buah naga, karena sering mengakibatkan busuk batang.

Pemupukan dengan pupuk kompos / pupuk kandang dilakukan tiap 3 bulan sekali dengan dosis 5-10 kg per lubang tanam. Pada saat berbunga & berbuah berikan pupuk tambahan NPK & ZK masing-masing 50 dan 20 gram per lubang tanam. Di tahun berikutnya perbanyak dosis pemberian pupuk sesuai dengan ukuran tanaman. Pupuk tambahannya berupa pupuk organik cair, pupuk hayati / hormon perangsang buah dapat diberikan untuk memaksimalkan hasil.

b. Penyiraman


Penyiraman dapat dilakukan dengan mengalirkan air pada parit-parit drainase. Selain itu juga dapat menggunakan gembor / irigasi tetes. Sistem irigasi tetes lebih hemat air & tenaga kerja namun perlu investasi yang cukup besar.

Penyiraman dengan parit drainase dilakukan dengan cara merendam parit selama kurang lebih 2 jam. Jika penyiraman dilakukan dengan gembor, tiap lubang tanam disiram dengan air sebanyak 4-5 liter. Frekuensi penyiraman 3 kali sehari pada musim kering, atau sesuai dengan kondisi tanah.

Penyiraman dapat dikurangi atau dihentikan saat tanaman mulai berbunga & berbuah. Pengurangan atau penghentian penyiraman bertujuan guna menekan pertumbuhan tunas baru sehingga pertumbuhan buah dapat maksimal. Penyiraman tetap dilakukan apabila tanah terlihat kering & tanaman layu karena kurang air.

c. Pemangkasan


Ada setidaknya 3 tipe pemangkasan dalam budidaya buah naga, yaitu pemangkasan untuk membentuk batang pokok, pemangkasan membentuk cabang produksi & pemangkasan peremajaan.

Pemangkasan untuk membentuk batang pokok dilakukan di batang bibit tanaman. Tanaman yang baik mempunyai batang pokok yang panjang, besar & kokoh. Untuk mendapat itu pilih tunas yang tumbuh di bagian paling atas batang awal. Tunas yang tumbuh di bawahnya sebaiknya dipotong saja.

Pemangkasan guna membentuk cabang produksi dilakukan pada tunas yang tumbuh pada batang pokok. Pilihlah 3 sampai 4 tunas untuk ditumbuhkan. Nantinya tunas ini akan menjadi batang produksi & tumbuh menjuntai ke bawah. Tunas yang ditumbuhkan sebaiknya yang ada pada bagian atas, sekitar 30 cm dari ujung atas.

Pemangkasan peremajaan dilakukan atas cabang produksi yang kurang produktif. Biasanya sudah berbuah 3 sampai 4 kali. Hasil pangkasan peremajaan ini dapat dijadikan sumber bibit tanaman.
Hal yang perlu kamu perhatikan dalam pemangkasan adalah bentuk tanaman. Biasanya tanaman buah naga tumbuh tak teratur. 

Upayakan supaya tunas-tunas yang dipilih dapat membentuk tanaman dengan baik. Sehingga percabangan tak terlalu rimbun & batang yang ada di bawah tajuk dapat terkena sinar matahari dengan maksimal.

Panduan untuk budidaya buah naga


Pemanenan buah naga


Tanaman buah naga berumur panjang. Siklus produktifnya dapat mencapai 15 sampai 20 tahun. Budidaya buah naga mulai berbuah untuk pertama kali di bulan ke 10 sampai 12 terhitung setelah tanam. Tapi apabila ukuran bibit tanamannya lebih kecil, panen pertamanya mampu mencapai 1,5-2 tahun terhitung setelah tanam. Produktivitas pada panen pertama biasanya tak langsung bisa optimal.

Satu tanaman biasanya menghasilkan buah 1 kg. Dalam satu tiang panjat ada 4 tanaman. Berarti  dengan jumlah tiang 1600 dalam satu hektar akan dihasilkan sekitar 6 samai 7 ton buah naga sekali musim panen. Usaha budidaya buah naga yang sukses dapat menghasilkan lebih dari 50 ton buah per hektar per tahun.

Ciri-ciri buah yang siap dipanen adalah kulitnya sudah mulai berwarna merah mengkilap. Jumbai buah berwarna kemerahan, dan warna hijaunya sudah mulai berkurang. Mahkota buah mengecil & pangkal buah menguncup / berkeriput. Ukuran buah membulat dengan berat sekitar 400-600 gram.

Demikianlah pembahasan mengenai tips budidaya buah naga semoga dengan adanya ulasan tersebut bisa berguna dan bermanfaat bagi kamu semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Kamis, 08 September 2016

Cara Membuat Tabulampot Yang Benar

Cara Membuat Tabulampot - Metode budidaya tanaman buah dalam pot atau istilah kerennya tabulampot dibuat untuk menjawab tantangan keterbatasan lahan. Tanaman buah biasanya yang berpostur tinggi dengan perakaran dalam. Tanaman ini membutuhkan ruang tumbuh yang lumayan luas. Hal ini tentunya menyulitkan bagi masyarakat perkotaan dengan lahannya yang sangat terbatas.

Sejak tahun 1970-an, berkembanglah metode menanam buah dalam lingkungan terbatas / tabulampot. Metode ini terus berkembang, baik dari sisi teknologi ataupun jumlah jenis tanaman buah yang dapat dijadikan tabulampot.

Cara Membuat Tabulampot Yang Benar
Tabulampot
Sekarang, banyak bermunculan nursery-nursery penyedia bibit tabulampot. Dalam banyak pameran pertanian, tabulampot selalu menjadi incaran favorit. Pehobi tertarik pada tabulampot untuk alasan fungsional ataupun estetika.

Jenis jenis tabulampot


Hampir dari semua jenis tanaman buah dapat tumbuh dalam bentuk tabulampot. Tapi tak semua tabulampot bisa menghasilkan buah. Karena meski mampu tumbuh subur, jenis-jenis tanaman tertentu belum dapat berbuah dalam lingkungan tabulampot.

Ada beberapa jenis tanaman buah yang lazim untuk dijadikan tabulampot. Tingkat keberhasilan berbuahnya dikategorikan mudah, sulit & belum berhasil. Beberapa tanaman dengan kategori yang mudah berbuah diantaranya jeruk, belimbing, sawo, mangga, jambu biji & jambu air. Tanaman yang sulit berbuah antara lain : rambutan, lengkeng, manggis, duku & jambu bol.  Sedang tanaman alpukat serta durian masih belum berhasil berbuah optimal dalam lingkungan tabulampot.

Menyiapkan bibit tabulampot


Bibit tanaman adalah hal yang sangat menentukan tingkat keberhasilan tabulampot. Ada 2 jenis bibit tanaman, yakni bibit hasil perbanyakan generatif (dari biji) & bibit hasil perbanyakan vegetatif (cangkok, okulasi serta penyambungan).

Untuk budidaya tabulampot sebaiknya gunakanlah bibit hasil perbanyakan vegetatif. Kelebihan bibit hasil vegetatif adalah sifat tanamannya dapat dipastikan, karena sama dengan sifat induknya. Sehingga tingkat keberhasilannya lebih mudah untuk diprediksi. Selain itu, bibit perbanyakan vegetatif lebih cepat berbuah. 
Kekurangan bibit jenis ini akarnya kurang kuat sehingga tanaman mudah roboh / mengalami kekeringan.

Tingkat keberhasilan tabulampot sangatlah ditentukan oleh bibit tanaman. Oleh karena itu, pilihlah bibit yang kita tahu persis sifat-sifatnya saja. Bebas dari hama serta penyakit tanaman. Untuk memastikannya biasanya bibit ini telah memiliki sertifikat dari komunitas / lembaga yang terpercaya.

Menyiapkan media tanam


Media tanam tabulampot ini bermacam-macam. Media tanam berfungsi sebagai tempat tumbuhnya akar & untuk menopang postur tanaman. Media tanam tabulampot harus dapat menyimpan air & memasok nutrisi yang dibutuhkan tanaman.

Media tanam yang sering dipakai oleh para pehobi antara lain : campuran tanah, kompos & arang sekam dengan komposisi 1:1:1. Bisa juga dengan campuran tanah, pupuk kambing & sekam padi dengan komposisi 1:1:1. Untuk menekan biaya, gunakanlah bahan baku yang banyak ditemui di lingkungan sekitar.

Tanah serta material organik di daerah tropis biasanya mempunyai tingkat keasaman yang cukup tinggi. Jika bahan-bahan media tanam ini terlalu asam campurkan kapur pertanian / dolomit ke dalamnya.

Cara Membuat Tabulampot

Setelah menyiapkan media tanam, selanjutnya siapkan juga pot sebagai wadah. Jenis pot bisa terbuat dari tanah liat, logam (drum), plastik, semen / kayu. Pot dari berbahan tanah liat & kayu sangat baik untuk tabulampot karena mempunyai pori-pori sehingga kelembaban & temperatur media tanam lebih stabil. Tapi kelemahannya bahan-bahan tersebut tak tahan lama.

Wadah tabulampot yang baik harus mempunyai kaki atau alas yang memisahkan dasar pot dengan tanah. Hal ini penting untuk aliran drainase & memudahkan pengawasan supaya akar tanaman tak menembus tanah.

Penanaman bibit tanaman


Berikut ini adalah langkah-langkah untuk menanam bibit tanaman ke dalam wadah tabulampot :


  • Siapkan juga bahan-bahan media tanam, lalu diayak dan buang kerikil-kerikil yang ada di dalamnya. Campurkan bahan-bahan itu sampai merata.
  • Siapkan pot dengan ukuran yang disesuaikan dengan ukuran tanaman. Sebaiknya dimulai dari ukuran pot yang kecil. Sehingga jika tanaman semakin besar pot dapat diganti, sekaligus sebagai penanda untuk meremajakan media tanam.
  • Letakkan pecahan genteng di dasar pot, satu lapis saja. Lalu letakkan juga satu lapis ijuk / sabut kelapa.
  • Lalu isi dengan media tanam yang sudah disiapkan sampai setengah tinggi pot.
  • Untuk mengurangi penguapan, pangkas sebagian daun / batang bibit tanaman. Lalu buka polybag bibit tanaman, letakkan tepat ditengah-tengah pot. Timbun dengan media tanam sampai pangkal batang.
  • Padatkan media tanam di sekitar pangkal batang, pastikan juga tanaman sudah kuat tertopang. Siram dengan air untuk mempertahankan kelembaban.
  • Simpan tabulampot di tempat yang cukup teduh untuk beradaptasi. Siram setiap pagi dan sore hari. Setelah satu minggu, letakkan tabulampot ini di tempat terbuka.


Perawatan tabulampot


a. Penyiraman


Tabulampot yang sudah jadi harus di letakkan di tempat terbuka & terkena cahaya matahari sepenuhnya. Di musim kemarau penyiraman dilakukan setiap hari, bisa pagi / sore hari. Pada musim hujan penyiraman cuma dilakukan apabila media tanam terlihat kering. Penyiraman menggunakan selang air / gembor.

Jika jumlah tabulampot banyak, penyiraman dapat diprogram dengan membangun sistem irigasi. Sistem irigasi yang paling cocok ialah irigasi tetes. Irigasi ini irit tenaga kerja, hemat air & mudah dikontrol. Tapi memerlukan investasi yang cukup besar.

b. Pemangkasan


Setidaknya ada 3 tujuan pemangkasan tabulampot yakni pemangkasan bentuk, pemangkasan produksi & pemangkasan peremajaan. Pemangkasan bentuk dilakukan untuk membentuk tajuk baru & mengatur postur tanaman supaya sinar matahari dapat menembus semua bagian tanaman. Selain 2 fungsi itu, pemangkasan bentuk juga terkait dengan estetika.

Salah satu teori umum dalam pemangkasan bentuk tabulampot adalah 1-3-9. Artinya dalam setiap 1 batang primer ada maksimum 3 batang sekunder & dalam 1 batang sekunder maksimum ada 3 batang tersier. Batang yang dipilih untuk dibiarkan tumbuh adalah yang sehat & kuat, sekaligus juga mempunyai unsur estetika pada tanaman.

Pemangkasan produksi ini berkaitan dengan fungsi produksi tanaman. Pemangkasan dilakukan terhadap tunas air guna merangsang pembungaan. Selain itu, pemangkasan dilakukan terhadap batang yang terlihat berpenyakit.

Terakhir pemangkasan peremajaan - dilakukan terhadap tanaman yang sudah tua. Pada tabulampot yang sudah tua biasanya dilakukan penggantian media tanam & pot (repotting). Pada fase ini, beberapa cabang perlu dipangkas. Bahkan di kasus-kasus tertentu hanya menyisakan batang primer saja.

c. Pemupukan


Media tabulampot mempunyai cadangan nutrisi yang terbatas. Oleh karena itu pemupukan menjadi hal yang sangat vital. Pemupukan pertama dilakukan satu bulan setelah tanam. Selanjutnya dilakukan setiap 3 sampai 4 bulan sekali.

Pupuk yang digunakan sebaiknya pupuk organik. Jenisnya bisa dengan kompos, pupuk kandang / pupuk organik cair. Meski kandungan haranya tak seakurat pupuk kimia, pupuk organik mempunyai unsur hara yang lebih lengkap. Selain itu penambahan bahan-bahan organik akan merangsang aktivitas biologi dalam media tanam.

Pupuk kimia dibutuhkan pada saat-saat tertentu saja. Misalnya di saat pembungaan dan pembuahan dimana tanaman memerlukan unsur-unsur hara makro seperti P & K dalam jumlah banyak. Dan beberapa unsur mikro seperti Ca, Mn, Fe, dll. Dalam pupuk kimia unsur-unsur tersebut dapat dipastikan takarannya.

d. Pengendalian hama & penyakit


Pengendalian hama & penyakit pada tabulampot sebaiknya dilakukan sejak dini, yaitu sejak memilih bibit. Bibit unggul biasanya mempunyai ketahanan terhadap hama & penyakit tertentu. Belilah bibit dari sumber yang terpercaya dan mempunyai sertifikat bibit.

Pencegahan serangan hama & penyakit juga dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan media tanam & kebun. Gulma & semak belukar disekitar kebun dapat menjadi sumber hama & penyakit.

Jika tabulampot sudah kadung terserang hama / penyakit, langkah pertama dapat diberantas secara manual. Misalnya dengan memungut ulat yang menyerang / memangkas dahan yang terkena penyakit.

Pada saat tabulampot berbuah, lindungi buah dengan plastik / jaring pelindung. Atau juga bisa dengan memasang perangkap hama, seperti : penggunaan hormon feromon untuk memerangkap lalat buah.

Penyemprotan tabulampot dengan pestisida menjadi dilema, biasanya tabulampot ditanam di pekarangan yang dekat dengan pemukiman. Pestisida kimia ini tentunya akan sangat berbahaya & mencemari lingkungan sekitar. Oleh karena itu, gunakanlah selalu pestisida organik.

Apabila sudah terpaksa, penyemprotan dengan pestisida kimia dapat dilakukan. Lakukan dengan hati-hati, baca aturan dan dosis pakainya secara seksama dan mendetail. Penyemprotan hendaknya dilakukan secara terbatas.

e. Pergantian media & pot


Tabulampot yang sudah mencapai ukuran tertentu perlu dipindahkan. Ruang tabulampot harus cukup untuk menopang ruang gerak tanaman. Pemindahan dilakukan sekaligus dengan pergantian media tanam.

Pergantian media tanam pada tabulampot tak hanya berfungsi memindahkan tanaman pada pot yang lebih besar saja. Perlu juga dilakukan pemangkasan peremajaan. Misalnya dengan pemangkasan akar tanaman. Akar tanaman yang terus tumbuh akan membuat media tanam menjadi lebih padat.

Akar yang panjangnya lebih dari 25 cm wajib dipangkas. Kepadatan akar juga harus dikurangi, Bersamaan dengan pemangkasan akar, daun & batang juga dipangkas untuk mengurangi penguapan.

Video dari youtube.com



Demikianlah pembahasan mengenai tanaman tabulampot semoga dengan adanya ulasan tersebut bisa berguna dan bermanfaat bagi kamu semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Rabu, 07 September 2016

Cara Teknis Budidaya Melon Yang Benar

Budidaya melonMelon (Cucumis melo) termasuk ke dalam suku timun-timunan. Masih sekerabat dengan semangka, blewah serta timun suri. Seperti halnya suku timun-timunan yang lain, melon tumbuh merambat tapi tak bisa memanjat. Jika tidak ditopang, tanaman ini akan tumbuh menjalar di atas permukaan tanah.

Tempat ideal untuk budidaya melon ada pada kisaran ketinggian 250 sampai 700 meter dpl. Jika ketinggian kurang dari 250 meter, tanaman melon cenderung menghasilkan buah yang kecil. Sedang di dataran tinggi dengan suhu di bawah 18 derajat Celcius, tanaman ini sulit untuk berkembang biak.

Cara Teknis Budidaya Melon Yang Benar
Melon
Tanaman melon membutuhkan tingkat kelembaban udara 50 sampai 70%. Suhu rata-rata yang cocok untuk budidaya melon ini berkisar 25-30 derajat Celcius dengan curah hujan 1500-2500 mm/tahun. Kualitas buah melon akan lebih baik apabila ada perbedaan suhu siang dan malam cukup signifikan.

Jenis jenis buah melon


Jenis buah melon sangatlah beragam. Tapi hanya 3 kultivar yang populer untuk dibudidayakan, yakni reticalatus, inodorus & cantalupensis.


  1. Reticalatus - Jenis melon ini merupakan kultivar paling populer. Bentuknya membulat serta kulit buah berwarna hijau dan teksturnya berjala. Seperti terlapisi jaring. Daging buah melon ini berwarna hijau muda sampai berwarna oranye.
  2. Inodorus - Jenis ini mempunyai kulit buah yang mulus tak berjala. Bentuknya membulat sampai lonjong. Warna kulit buah kuning sampai kuning pucat kehijauan. Warna dagingnya ada yang hijau, oranye sampai yang warna putih. Daging buahnya tidak beraroma.
  3. Cantalupensis - Jenis ini mempunyai kulit buah yang bergelombang seperti labu / disebut dengan berjuring. Daging buah berwarna kuning atau oranye, aromanya sangat kuat. Blewahpun termasuk ke dalam jenis ini.

Cara Teknis Budidaya Melon Yang Benar


Pembibitan tanaman buah melon


bibit tanaman buah melon
Tanaman Melon mulai tumbuh
Tanaman melon untuk di budidaya biasanya diperbanyak dengan cara generatif dari biji / benih. Untuk budidaya melon seluas satu hektar dibutuhkan bibit tanaman sekitar 16.000 sampai 20.000 pohon atau setara dengan 500 sampai 700 gram benih melon.
Sebelum ditanam benih harus dikecambahkan terlebih dahulu. Caranya adalah dengan merendam benih ke dalam air hangat selama 6-8 jam. Jika benih belum mengandung fungisida, bisa ditambahkan fungisida ke dalam air rendaman sesuai dengan dosis yang sesuai.

Setelah direndam benih ditiriskan serta ditebarkan di atas kain basah / kertas koran yang sudah dibasahi. Biarkan selama 1-2 hari sampai benih berkecambah. Jaga kelembaban kain atau kertas koran itu. Jika terlihat kering percikan air secukupnya saja.
Lalu siapkan polybag kecil atau baki persemaian. Isi dengan media tanam berupa campuran tanah dengan kompos / pupuk kandang dengan perbandingan 2:1. Benamkan biji melon ini sedalam 1-2 cm ke dalam media tanam yang sudah disiapkan.

Tempat persemaian sebaiknya dilindungi dengan atap plastik bening / sungkup. Hal ini perlu supaya bibit yang tumbuh terlindungi dari terik matahari yang berlebihan & kucuran air hujan langsung. Media persemaian harus terus dikontrol & diperhatikan supaya kelembabannya terjaga. Sirami secara teratur tapi jangan terlalu basah.

Proses penyemaian biasanya berlangsung sampai 10-14 hari. Atau ditandai dengan tumbuhnya 2 sampai 3 helai daun. Pada fase ini bibit sudah siap untuk dipindahkan ke lokasi penanaman.

Persiapan lahan dan penanaman buah melon


Lahan untuk budidaya melon sebaiknya dibajak terlebih dulu untuk menghaluskan bongkahan tanah. Lalu bentuk bedengan dengan lebar 100-120 cm, tinggi 30-50 cm, panjang 10-15 meter & jarak antar bedengan 50-60 cm.

Setelah itu berikan pupuk dasar berupa pupuk kompos / pupuk kandang sebanyak 15-20 ton/hektar. Tambahkan juga ZA, KCl & SP-36 masing-masing 375 kg, 375 kg & 250 kg untuk setiap hektarnya. Campurkan pupuk tadi di atas bedengan dan diaduk hingga merata dengan tanah bedengan. Biarkan lahan tadi selama 2-4 hari.

Jika pH tanah yang akan digunakan untuk budidaya melon kurang dari 5, berikan dolomit / kapur pertanian sebanyak 2 ton per hektar. Campurkan dengan tanah bedengan setidaknya 2 sampai 3 hari sebelum pemupukan dasar.

Selanjutnya tutup bedengan dengan plastik mulsa warna hitam perak. Warna hitam menghadap ke tanah lalu warna perak ke bagian luar. Buat lubang tanam di atas mulsa tadi. Dalam setiap bedengan ada dua baris lubang tanam dengan jarak antar baris 60 cm & jarak antar lubang dalam satu baris 50-60 cm. Penutupan mulsa minimal mesti dilakukan 2 hari sebelum penanaman.
Langkah selanjutnya adalah tanam bibit yang sudah disiapkan. Satu bibit untuk tiap lubang tanam. Lalu siram agar tak layu karena kekeringan. Penanaman sebaiknya dilakukan di sore hari ketika matahari tak terlalu terik.

Perawatan budidaya melon


a. Pemasangan ajir


Untuk menghasilkan buah yang baik, tanaman harus ditopang dengan ajir / tongkat dari bilah bambu. Fungsinya supaya buah yang dihasilkan tak bersentuhan dengan permukaan tanah. Selain itu agar terjadi penetrasi sinar matahari ke seluruh bagian tanaman melon. 

Pemasangan ajir hendaknya dilakukan sebelum tanaman melon tumbuh besar. Biasanya sebelum umur tanaman 3 hari terhitung semenjak pertama ditanam. Hal ini dimaksudkan supaya ajir yang ditancapkan tak melukai akar tanaman.

Siapkan ajir sepanjang 1,5 meter. Tancapkan ajir ini pada lubang tanam secara menyerong, ujung atasnya condong ke arah dalam bedengan. Sehingga ajir-ajir ini saling bersilangan, membentuk huruf X. Lalu siapkan bilah bambu yang lebih panjang & letakkan secara horisontal diantara silangan ajir-ajir tersebut, ikatkan dengan tali rafia.

b. Penyiraman


Penyiraman secara teratur sangat dibutuhkan dalam budidaya melon. Penyiraman hendaknya dilakukan tiap sore hingga umur tanaman berusia satu minggu. Selanjutnya penyiraman dilakukan setiap dua hari sekali.

Pada saat musim hujan drainase mesti berfungsi dengan baik. Jangan biarkan lahan tergenang oleh air. Tanaman melon tak menghendaki tanah yang terlalu basah.

c. Pemupukan susulan


Pemupukan susulan dibutuhkan mulai tanaman berumur satu minggu. Pupuk yang diberikan sebaiknya dalam bentuk cair. Pupuk padat bisa dilarutkan terlebih dulu. Pupuk yang dipakai bisa pupuk cair organik / pupuk kimia buatan.

Pupuk susulan dengan pupuk kimia buatan dapat diberikan sebanyak 6 kali. Pupuk dilarutkan ke dalam air lalu disiramkan pada tanaman. Dosis pemupukan 200-250 ml/tanaman. Berikut tabel kebutuhan pupuk untuk budidaya buah melon:

tabel pemupukan budidaya melon
Jumlah Pemupukan Tanaman Melon


d. Penyerbukan buatan


Pada musim kemarau, penyerbukan dilakukan oleh serangga penyerbuk. Tapi saat musim hujan biasanya intensitas serangga penyerbuk berkurang. Untuk mendapat kualitas yang baik lakukan penyerbukan secara buatan.

Penyerbukan buatan dilakukan di pagi hari, sebelum pukul 10. Jika terlalu siang kuncup bunga sudah sedikit layu atau menutup. Lakukan penyerbukan buatan pada bunga betina, terutama bunga yang terdapat pada cabang ke-9 sampai ke-13. Dalam satu pohon setidaknya dapat ditumbuhkan 3-4 calon buah. Lalu diseleksi lagi, sehingga buah yang dipelihara sampai panen cukup 1 sampai 2 per pohon, tergantung ukuran buahnya. Jika ukuran buahnya besar, cukup satu per pohon.

e. Hama & penyakit buah melon


Budidaya melon di daerah tropis seperti Indonesia cukup rentan dengan serangan hama & penyakit. Hama yang biasanya menyerang tanaman buah melon antara lain kutu daun, lalat buah, ulat daun, thrips dan tungau. Sedang penyakit yang menyerang antara lain : antraknosa, busuk buah, busuk batang dan mosaik.
Untuk menghindari serangan hama serta penyakit lakukan kultur teknis seperti rotasi tanaman, pemupukan berimbang serta menjaga sanitasi kebun. Jika hama dan penyakit sudah menyerang semprot dengan pestisida yang cocok. Bisa dengan pestisida organik atau pestisida sintetis. Lakukan penyemprotan sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

Pemanenan Buah Melon


Biasanya budidaya melon sudah siap dipanen setelah berumur 3 bulan. Ciri-ciri melon siap panen untuk jenis reticalatus antara lain : serat jala pada permukaan kulit tampak jelas & kasar, permukaan kulit sekitar tangkai tampak retak-retak, warna kulit hijau kekuningan & sudah mengeluarkan aroma.

Buah melon sebaiknya dipetik pada tingkat kematangan sebanyak 90% / sekitar 3-7 hari sebelum matang penuh. Hal ini berfungsi untuk memberikan waktu lebih pada distribusi.

Pemetikan dilakukan dengan memotong tangkai buah dengan pisau / gunting. Tangkai dipotong seperti huruf  T, jadi bagian yang dipotong ialah yang mengarah pada daun bukan pada buah. Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 8-11 & dilakukan secara bertahap. Pilih buah yang benar-benar sudah siap dipanen.

Referensi : Cara pemupukan tanaman melon. http://cybex.pertanian.go.id/materipenyuluhan/detail/6755

Selasa, 06 September 2016

Manfaat Mahkota Dewa Bagi Kesehatan Tubuh

Manfaat Mahkota Dewa Bagi Kesehatan Tubuh - Mahkota dewa adalah jenis tanaman yang sangat terkenal di tanah papua. Jenis tanaman yang satu ini mempunyai manfaat yang sangat luar biasa bagi tubuh kita, terutama jika kita mampu untuk memanfaatkan potensi yang dimilikinya dengan benar.

Banyak para ahli yang mengatakan bahwa tanaman ini mempunyai manfaat mahkota dewa yang sangat banyak sekali. Bahkan buah jenis ini juga banyak dipakai sebagai salah satu bahan untuk menciptakan obat-obatan yang alami & berguna untuk banyak orang.

manfaat mahkota dewa bagi kesehatan tubuh
Bahkota Dewa
Melalui ulasan yang ada di bawah ini kamu akan dapat mengenal lebih jauh terkait apa saja manfaat yang akan bisa kamu peroleh dalam mahkota dewa tersebut.


Mencegah diabetes


Perlu kamu ketahui bahwa manfaat mahkota dewa salah satunya ialah mampu untuk mencegah kamu dari yang namanya penyakit diabetes. Jenis penyakit yang satu ini sudah menjadi pembunuh nomer satu yang ada di dunia. Hal ini jelas karena diabetes mellitus mampu menyerang siapa saja tanpa terkecuali.

Dengan mengkonsumsi mahkota dewa maka kesembuhan yang kamu inginkan akan bisa menjadi milik kamu dengan segera. Belum lagi, mahkota dewa juga merupakan salah satu jenis tanaman yang berkhasiat di dalam melawan segala jenis kuman penyakit yang masuk ke dalam tubuh.


Mengobati penyakit liver


Ada lagi manfaat mahkota dewa yang lainnya. Manfaat itu adalah mampu untuk mencegah tubuh kita dari penyakit liver yang sangat berbahaya bagi tubuh. Penyakit liver merupakan jenis penyakit yang sangat menarik dikupas. Ini karena penyakit tersebut dapat menyerang siapapun yang mempunyai gaya hidup yang salah.
Untungnya masalah liver ini dapat disembuhkan dengan mudah menggunakan mahkota dewa. Jenis tanaman yang satu ini sangatlah ampuh untuk mengatasi berbagai masalah yang ada di tubuhmu. Hal ini jelas dikarenakan di dalamnya ada zat anti inflamasi yang akan bagus untuk menyehatkan tubuh yang kamu miliki dengan cepat.


Meningkatkan kualitas organ tubuh


Selain itu manfaat mahkota dewa juga sangatlah bagus untuk membuat organ tubuh kamu semakin sehat dari waktu ke waktu. Banyak sekali orang yang merasakan manfaat luar biasa dari tanaman ini. Ditambah lagi, perannya yang bagus di dalam memberikan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh juga akan membuat kamu semakin nyaman dalam menggunakannya.
Tanaman yang satu ini juga merupakan opsi tanaman yang tepat untuk memperkuat kualitas dari organ tubuh yang dimiliki oleh manusia supaya dapat berfungsi dengan baik. Sebuah manfaat yang tentunya amat sangat luar biasa dari tanaman yang kaya manfaat ini.

Ditambah lagi, fungsinya sebagai perawat organ internal yang penting di dalam tubuh seperti jantung juga sangat istimewa sekali. Sudah pasti manfaat ini akan bisa kamu dapatkan dengan sangat mudah.


Menyehatkan tumbuh kembang si anak


Salah satu manfaat mahkota dewa yang sangat impresif ialah adanya zat Bio Active yang ada di dalamnya. Dengan adanya zat ini maka tanaman yang satu ini dapat menjadi tanaman yang berkhasiat bagi anak untuk mempunyai tubuh yang baik & istimewa.

Di sisi lain, mahkota dewa juga ialah jenis tanaman yang diperkaya dengan nutrisi yang sangat bagus untuk tubuh sehingga di sisi lain akan mampu untuk membuat tubuhmu menjadi lebih berkualitas dari waktu ke waktu.

Zat yang terkandung di dalam mahkota dewa ini juga akan memberikan kamu manfaat yang luar biasa dimana daya tahan tubuh kamu bisa semakin meningkat & serangan virus, bakteri serta jamur akan bisa kamu atasi dengan segera. Sebuah langkah yang tentunya sangat istimewa untuk kamu terapkan dalam rangka mempunyai tubuh yang sehat.

Senin, 05 September 2016

Cara Menata Lahan Miring Dengan Metode SALT

Metode Sloping Agriculture Land Technology (SALT) adalah salah satu teknik untuk menata lahan miring yang diperuntukan untuk kegiatan pertanian. Selama ini pemanfaatan lahan miring dalam bentuk kebun & sawah berundak diketahui mempunyai resiko erosi dan tanah longsor yang tinggi. Sehingga banyak petani enggan memanfaatkan lahan miring untuk menanam tanaman pangan, mereka hanya memanfaatkannya untuk tanaman keras saja.

Di sisi lain, kebutuhan bahan pangan semakin tinggi, mengingat jumlah populasi masyarakat yang terus meningkat setiap harinya. Oleh karena itu ekstensifikasi lahan pertanian pangan menjadi salah satu pilihan yang tak dapat dihindari. Sehingga pemanfaatan lahan miring untuk kegiatan pertanian menjadi salah satu pilihan yang realistis ditengah keterbatasan sumber daya yang ada.

Di tahun 1971, di Filipina diperkenalkan sebuah metode untuk menata lahan miring oleh Mindanao Baptist Rural Life Center (MBRLC). Dikemudian hari, teknik yang populer dengan nama SALT ini diakui sebagai salah satu metode paling baik dalam menata lahan miring. Teknik SALT dipercaya mampu meminimalkan erosi, membantu mengembalikan struktur serta kesuburan tanah, meningkatkan produksi tanaman, mudah dipraktekkan karena menggunakan alat sederhana, membutuhkan tenaga yang rendah sehingga sangat cocok untuk petani berlahan sempit, dan tak membutuhkan modal besar. Setidaknya, ada 10 langkah untuk menerapkan teknik menata lahan miring dengan metode SALT, berikut ini langkah-langkahnya:


Langkah 1. Membuat alat kerja


Cara Menata Lahan Miring Dengan Metode SALT menggunakan frame A
Frame A
Hal pertama yang mesti dilakukan untuk menata lahan miring adalah membuat alat kerja yang dinamakan Frame A.  Sebuah alat yang berbentuk menyerupai huruf A, terbuat dari kayu ataupun bambu. Alat ini dapat dibuat sendiri dengan mudah. Caranya, pilih tongkat kayu / bambu yang kuat tetapi jangan terlalu besar. Potonglah tongkat ini dengan panjang 1,5 meter sebanyak 2 buah, yang nantinya akan berfungsi sebagai kaki penopang. Lalu buat lagi potongan tongkat lain dengan panjang ½ meter, yang akan digunakan untuk bagian palang. Satukan salah satu ujung dari ke-2 tongkat yang berfungsi sebagai kaki penopang, dapat dengan cara diikat ataupun dipaku. Lalu ujung lainnya letakkan ditanah yang datar, beri jarak sejauh 1 meter antar ujung tersebut sehingga membentuk segitiga. Pasang & ikatkan, tongkat yang ke-3 pada segitiga tersebut sehingga membentuk huruf A. Paku / ikat dengan kuat. Frame A ini akan digunakan untuk membuat garis lintasan.


Langkah 2. Membuat garis lintasan


Cara Menata Lahan Miring Dengan Metode SALT membuat garis lintasan 2
Garis Lintasan


Menemukan titik-titik lintasan lahan

Tahap selanjutnya di dalam menata lahan miring ialah dengan menentukan titik-titik lintasan. Sebaiknya untuk menentukan titik-titik lintasan ini diikerjakan oleh 2 orang, 1 memegang alat Frame A, satunya lagi menancapkan patok di setiap titik yang ditandai. Pertama-tama potonglah tongkat kayu / bambu sepanjang 30 cm untuk patok / tiang pancang. Banyaknya patok disesuaikan dengan kebutuhan berdasarkan luas lahan yang akan kita tata. Bersihkanlah lahan dari semua rintangan & semak belukar untuk memudahkan menentukan titik lintasan & memberi tanda.

Pilih sembarang titik dimana garis lintasan akan dibentuk. Mulailah dengan bekerja pada areal yang paling tinggi. Cara mengerjakannya sebagai berikut: letakan salah satu kaki (kita sebut saja kaki belakang) dari Frame A di atas tanah. Cari tempat guna meletakkan kaki yang lain (sebut saja kaki depan)  di atas tanah yang tingginya sama dengan kaki belakang. Guna memastikan ketinggian tanah antara kaki belakang & kaki depan sudah sama, gunakan benang yang diikatkan pada ujung segitiga Frame A bagian atas. Sedang ujung benang lainnya diberi pendulum, boleh paku / benda lainnya. Apabila garis benang ini membagi bidang Frame A sama besar (lihat Gambar 1), dapat dikatakan ke-2 permukaan tanah sama tinggi. Fungsi benang serta pendulum bisa juga digantikan dengan meletakkan water pass di palang Frame A, dimana gelembung air harus ada di tengah.

Saat kita bisa meletakkan ke-2 kaki Frame A pada ketinggian tanah yang sama, berarti kita sudah berhasil menentukan titik lintasan. Berilah tanda dengan patok yang sudah dibuat pada kaki bagian belakang.  Selanjutnya, putarlah kaki belakang Frame A dimana kaki bagian depan berguna sebagai poros (jangan diangkat). Sekarang kaki belakang jadi kaki depan & kaki depan jadi kaki belakang. Carilah permukaan tanah yang memiliki ketinggian yang sama dengan kaki yang menjadi poros. Nah, sekarang angkat bagian poros & tandai dengan patok.  Begitu selanjutnya untuk menentukan titik-titik lintasan.


Menentukan garis lintasan


Cara Menata Lahan Miring Dengan Metode SALT mengukur garis lintasan
Tentukanlah Garis Lintasan

Gerakkan Frame A terus menerus ke arah depan dengan cara seperti di atas tadi. Berilah tanda dengan patok di setiap titik yang diperoleh (lihat Gambar 2). Lakukan terus langkah ini sampai tiba pada titik terakhir dari areal lahan kita. Lalu tarik garis yang menyambungkan titik yang sudah dibuat. Sekarang kita sudah menemukan garis lintasan.


Jarak Antar Garis Lintasan

Lakukan langkah selanjutnya membuat garis lintasan seperti di atas untuk membuat lintasan-lintasan di bawahnya. Cobalah untuk membuat beberapa garis lintasan yang mungkin. Ingatlah, semakin dekat batas garis antar lintasan maka peluang untuk erosi bisa berkurang. Juga peluang untuk memproduksi unsur hara dalam bentuk biomassa semakin besar & memungkinkan tanamanan tumbuh dengan baik.

Ada 2 kriteria guna menentukan jarak antar lintasan: garis vertikal & garis horizontal. Secara vertikal, sebaiknya garis berikutnya tak lebih dari 1 meter di bawahnya untuk mencegah erosi berlebihan. Di bagian yang kemiringannya ekstrim / curam, jaraknya harus lebih pendek. Sementara itu, di lahan yang datar, sebaiknya jarak horizontal antar garis tak lebih dari 5 meter untuk memaksimalkan manajemen kesuburan tanah.


Langkah 3. Menyiapkan garis lintasan


 Cara Menata Lahan Miring Dengan Metode SALT menyiapkan garis lintasan
Garis Lintasan
Setelah garis-garis lintasan tadi dibuat, selanjutnya lakukan pengolahan tanah / pembajakan diantara garis-garis tersebut, dapat dengan bajak ataupun cangkul. Pengolahan tanah dilakukan memanjang mengikuti alur garis sampai ke ujung lahan. Lebar setiap areal pembajakan usahakan sebesar 1 meter. Patok / pancang akan memandu kita saat pembajakan. Tak usah dipaksakan untuk membajak semua areal diantara garis lintasan. Sisa-sisa yang tak terbajak akan berguna sebagai penahan erosi, karena akan diperuntukan bagi tanaman penyeling.

Garis-garis lintasan yang telah dibuat akan membentuk pola bedengan atau terasering yang mengikuti kontur permukaan lereng gunung atau lahan miring. Dengan mengikuti bentuk kontur asli, erosi dan resiko tanah longsor akibat pengolahan tanah bisa ditekan minimal.


Langkah ke-4. Menanam tanaman sumber nitrogen


Di setiap garis lintasan dibuat 2 buah alur pada jarak ½ meter (lihat gambar 4), sehingga membentuk lintasan yang kita sebut gang.  Tanamlah dengan tanaman sumber nitrogen di setiap alur gang lalu tutup dengan tanah. Salah satu tanaman sumber nitrogen ialah tanaman pagar leguminosa. Tanaman leguminosa memiliki kemampuan untuk tumbuh di areal tandus & kering. Hal tersebut membuat tanaman ini sangat baik untuk mengembalikan kesuburan tanah di perbatasan aliran sungai, areal yang miring & areal lain yang sudah gundul. Melalui daun-daun yang jatuh akan memperkaya & membuat tanah menjadi subur. Sebagai tambahan, tanaman leguminosa dapat bersaing dengan rumput-rumput keras, dimana umumnya tanah-tanah ini sudah kehabisan unsur hara karena sistem pertanian konvensional.

Contoh lain tanaman sumber nitrogen ialah Flemingia macrophylla, Desmodium rensonii, Gliricidia sepium & Calliandra calothyrsus. Tumbuhan terebut contoh yang paling baik dari tumbuhan campuran nitrogen sebagai pagar tanaman di pertanian SALT. Tanaman pagar lainnya adalah Indigofera tysmane, Calliandra tetragona, Leucaena luecocephala serta Leucaena diversifolia. Harus juga diingat, kita mesti memilih tanaman tumbuhan nitrogen yang cocok dengan iklim & kondisi tanah.


Langkah ke-5. Mengolah lahan alternatif gang


Bila kita ingin menanami gang sebelum tumbuhan pelengkap nitrogen tumbuh dengan baik, olahlah pada gang  berselang seling, misalnya gang ke-2,4,6,8, dan seterusnya. Pengolahan alternatif ini akan mencegah terjadinya erosi karena gang yang tak perlu di bajak akan menahan tanah yang dibajak. Bila tanaman pelengkap nitrogen sudah tumbuh dengan baik maka kita sudah dapat menanami tanaman pada setiap gang.


Langkah ke-6. Menanam tanaman permanen

Cara Menata Lahan Miring Dengan Metode SALT tanaman keras
Menentukan Tanaman Permanen
Tanamlah tanaman permanen di setiap gang ke-3. Tanaman permanen ini dapat ditanami bersamaan waktunya dengan tanaman campuran nitrogen. Hanya di titik-titik yang kosong yang ditanami & digali, lalu setelah tumbuhan campuran nitrogen berumur 8 bulan / tinggi 1 meter, maka lahan sudah bisa diolah secara maksimal. Adapun contoh dari tanaman permanen ialah durian, rambutan, manggis, duku, pisang, kopi / tanaman lain yang mempunyai tinggi yang sama. Tanaman yang pohonnya tinggi sebaiknya ditanaman di lereng yang paling bawah sedang tanaman yang tak begitu tinggi ditanam pada lereng yang paling atas.
Langkah ke-7. Menanam tanaman berumur pendek & sedang
Dalam menata lahan miring tanamlah tanaman yang umurnya relatif pendek / sedang diantara gang atau antara tanaman permanen. Tanaman-tanaman ini menjadi sumber makanan sehari-hari / bisa juga menjadi sumber pendapatan rutin menunggu tanaman permanen menghasilkan buah. Adapun contoh tanaman yang umurnya pendek / sedang adalah nenas, jahe, kunyit, kacang kedelai, kacang tanah, melon, semangka, jagung, padi & lain-lain. Untuk menghindari tajuk, tanaman yang pendek harus jauh dari tanaman yang tinggi.


Langkah ke-8. Merapikan secara rutin tanaman sumber nitrogen


Cara Menata Lahan Miring Dengan Metode SALT merapikan tanaman
Tanaman Sumber Nitrogen
Pangkaslah tanaman campuran nitrogen secara teratur sekali kurun waktu sebulan dengan tinggi 1 / 1,5 meter dari tanah. Biarkan potongan-potongan daun & tangkai di atas permukaan tanaman produksi. Hal ini sangat penting untuk mencegah air hujan yang jatuh. Potongan-potongan tanaman campuran nitrogen yang telah dipangkas ini juga akan sangat bagus sebagai pupuk organik untuk tanaman permamen maupun tanaman yang berumur pendek. Dengan jalan ini maka secara otomatis kebutuhan pupuk komersial dapat dikurangi.


Langkah ke-9. Menerapkan rotasi tanaman


Jalan yang paling baik untuk melakukan rotasi tanaman ialah menanam tanaman serealia (gandum-ganduman) seperti jagung & padi. Setelah itu tanaman akar seperti ubi, ubi rambat, kentang, wortel & lain-lain. Setelah itu tanaman kacang-kacangan seperti kacang panjang, buncis, kacang tanah, kacang kedelai & lain-lain. Setelah itu tanaman buah seperti cabai, melon, semangka, timun, terung & lain-lain. Dengan jalan ini juga, kesuburan tanah terpelihara dengan baik & mata rantai hama juga bisa terputus.


Langkah ke-10. Membangun teras hijauan


Cara Menata Lahan Miring Dengan Metode SALT proses pembuatan terasering
Teras Hijauan
Langkah terakhir dalam menata lahan miring adalah mencegah erosi. Hal yang mesti dilakukan adalah merawat tanaman pagar supaya tetap tumbuh lebat & sehat. Adalah hal yang umum jika kita melihat jerami, tangkai-tangkai kayu, ranting-ranting, dahan-dahan, daun-daun, batu-batuan disekitar tumbuhan pelengkap nitrogen pada pertanian dengan sistem SALT. Jika kita merawatnya dengan baik maka semakin lama tumbuhan pelengkap nitrogen dapat bekerja dengan baik. Areal juga akan kelihatan hijau & indah. Perpaduan seni, keindahan, alam yang lestari serta panen yang berlimpah akan terwujud dengan teknik SALT ini.

Demikianlah pembahasan mengenai cara menata lahan miring dengan metode SALT semoga dengan adanya ulasan tersebut bisa berguna dan bermanfaat bagi kamu semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.