Tampilkan postingan dengan label Budidaya Buah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budidaya Buah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 September 2016

Panduan Untuk Budidaya Buah Naga

Buah Naga - Buah naga termasuk ke dalam keluarga tanaman kaktus. Meski terkenal sebagai buah dari Asia, tanaman ini aslinya berasal dari Meksiko (Amerika Tengah dan Amerika Selatan). Pada tahun 1870, bangsa Perancis membawa buah naga ini dari Guyana ke Vietnam sebagai tanaman hias. Karena rasanya manis, buah naga lalu dikonsumsi secara meluas di Vietnam & Cina.

Panduan Untuk Budidaya Buah Naga
Budidaya Buah Naga
Di Indonesia, buah naga mulai populer semenjak tahun 2000. Tidak jelas dengan kebenaran siapa yang pertama kali mengembangkannya. Diperkirakan buah naga yang masuk ke negeri kita berasal dari Thailand lalu dibudidayakan oleh para pehobi tanaman secara sporadis.

Saat ini ada beberapa spesies tanaman buah naga yang banyak dibudidayakan. Jenis jenis buah naga adalah sebagai berikut:


  • Hylocereus undatus kulitnya merah dengan daging buah putih,
  • Hylocereus polyrhisus kulit merah dengan daging buah merah,
  • Hylocereus costaricensis kulit merah dengan daging buah merah pekat agak keunguan,
  • Hylocereus megelanthus kulitnya berwarna kuning dengan daging buah putih.


Budidaya buah naga ini sangat cocok dengan kondisi iklim serta alam Indonesia. Tanaman ini tumbuh optimal pada ketinggian 0-350 meter dpl dengan curah hujan sekitar 720 mm setiap tahunnya. Suhu udara ideal untuk pertumbuhan buah naga berkisar 26-36 derajat celcius.

Memilih bibit buah naga


Tanaman buah naga dapat diperbanyak dengan cara generatif & vegetatif. Cara generatif adalah memperbanyak tanaman dari biji. Benih buah naga diambil dengan cara mengeluarkan biji dari buah naga terpilih. Cara ini sedikit sulit & biasanya dilakukan oleh para penangkar berpengalaman.

Cara vegetatif relatif lebih banyak digunakan karena lebih mudah. Budidaya buah naga dengan cara vegetatif ini lebih cepat menghasilkan buah. Selain itu, sifat-sifat tanaman induk dapat dipastikan menurun pada anaknya. Berikut ini langkah-langkah penyetekkan buah naga:

Penyetekkan dilakukan terhadap batang / cabang tanaman yang pernah berbuah, setidaknya 3-4 kali. Hal ini berguna supaya hasil setek dapat berproduksi lebih cepat dan produktivitasnya sudah ketahuan dari hasil buah terdahulu.

Pilihlah batang yang berdiameter setidaknya 8 cm, keras, tua, berwarna hijau kelabu & sehat. Semakin besar diameter batang akan semakin baik, karena batang ini akan jadi batang utama tanaman.

Pemotongan dilakukan atas batang yang panjangnya sekitar 80-120 cm. Jangan dipotong semua, sisakan sekitar 20%, bagian yang 80% akan dijadikan calon bibit.

Potong potong batang calon bibit buah naga dengan panjang sekitar 20-30 cm. Ujung bagian atas dipotong dengan rata, sedang pangkal bawah yang akan ditancapkan ke tanah dipotong meruncing. Ini berguna untuk merangsang pertumbuhan akar.

Potongan setek harus mempunyai setidaknya 4 mata tunas. Panjang setek dapat lebih pendek tapi konsekuensinya akan berpengaruh pada kecepatan berbuah.

Biarkan batang setek yang sudah dipotong-potong tersebut sampai getahnya mengering. Apabila langsung ditanam getah yang masih basah dapat menyebabkan busuk batang. Untuk menghindari resiko serangan jamur batang setek dapat dicelupkan pada larutan fungisida.


  • Siapkan juga bedengan atau polybag untuk menanam setek-setek ini.
  • Siram bedengan / polybag yang sudah diisi dengan media tanam. Lalu tancapkan bagian yang runcing dari setek ke dalam media tanam sedalam 5 cm.
  • Berikan naungan / sungkup untuk melindungi setek tersebut. Lakukan juga penyiraman sebanyak 2-3 hari sekali.
  • Setelah 3 minggu, tunas pertama akan mulai tumbuh dan naungan / sungkup harus dibuka supaya bibit mendapat cahaya matahari penuh.
  • Pemeliharaan bibit biasanya berlangsung sampai 3 bulan. Pada umur ini tinggi bibit berkisar 50 sampai 80 cm.


Persiapan budidaya buah naga


Kebutuhan bibit untuk membudidayakan buah naga seluas satu hektar sekitar 6000-1000 bibit. Jumlah bibit yang dibutuhkan tergantung pada metode tanam serta pengaturan jarak tanam. Kali ini kami membahas metode budidaya buah naga dengan tiang panjat tunggal. Dengan sistem ini, dibutuhkan tiang panjat sebanyak 1600 batang dengan kebutuhan bibit tanaman mencapai sebanyak 6400 bibit tiap hektar.

a. Pembuatan tiang panjat


Dalam budidaya buah naga tiang panjat sangat dibutuhkan untuk menopang tumbuhnya tanaman. Tiang panjat biasanya dibuat permanen dari beton. Bentuk tiangnya dapat pilar segi empat / silinder dengan diameternya sekitar 10-15 cm.

Tinggi tiang panjat untuk budidaya buah naga biasanya berukuran 2-2,5 meter. Tiang tersebut ditanam dengan kedalaman 50 cm supaya kuat berdiri. Di ujung bagian atas diberikan penopang berupa batang kayu / besi membentuk ‘+’. Lalu tambahkan besi berbentuk lingkaran atau bisa juga ban motor bekas. Sehingga bagian ujung atasnya berbentuk seperti stir mobil.

Buatlah tiang panjat tadi secara berbaris, jarak tiang dalam satu baris 2,5 meter sedang jarak antar baris 3 meter. Jarak ini juga sekaligus menjadi jarak tanam. Di antara barisan buatlah saluran drainase sedalam 25 cm.

b. Pengolahan tanah tanaman buah naga


Setelah tiang panjat sudah disiapkan, buatlah lubang tanam dengan ukuran 60×60 cm dengan kedalaman sampai 25 cm. Posisi tiang panjat persis terletak ditengah-tengah lubang tanam tadi.

Campurkan 10 kg pasir dengan tanah galian guna menambah porositas tanah. Tambahkan pupuk kompos / pupuk kandang yang sudah matang sebanyak 10-20 kg. Tambahkan juga dolomit / kapur pertanian sebanyak  300 gram, karena buah naga membutuhkan banyak kalsium. Diaduk bahan-bahan tersebut sampai merata.

Timbun kembali lubang tanam dengan campuran media di atas. Lalu siram dengan air sampai basah tapi jangan sampai tergenang. Biarkan juga lubang tanam yang sudah ditimbun kembali tersinari matahari & mengering.

Setelah 2-3 hari, berikan juga pupuk TSP sebanyak 25 gram. Pemberian pupuk melingkari tiang panjat dengan jarak sekitar 10 cm dari tiang penyangga. Biarkan selama kurang lebih 1 hari. Sekarang lubang tanam sudah siap untuk ditanami.

Penanaman bibit buah naga


Untuk satu tiang panjat ini diperlukan 4 bibit tanaman buah naga. Bibit ditanam mengitari tiang panjat, jarak antar tiang panjat dengan bibit tanaman panjangnya sekitar 10 cm. Bibit dipindahkan dari bedeng penyemaian / polybag. Gali tanah sedalam 10-15 cm / disesuaikan dengan ukuran bibit. Lalu bibit diletakkan pada galian tersebut & ditimbun dengan tanah sambil dipadatkan.

Setelah ke-4 bibit ditanam, ikat batang bibit tanaman tadi sehingga menempel di tiang panjat. Lakukan pengikatan tiap tanaman tumbuh menjulur sepanjang 20 sampai 30 cm. Pengikatan jangan terlalu kencang untuk memberi ruang gerak pada pertumbuhan tanaman dan agar tak melukai batang.

Pemupukan & perawatan tanaman buah naga


a. Pemupukan


Pada masa awal pertumbuhan pupuk yang diperlukan harus mengandung banyak unsur nitrogen (N). Pada fase berbunga / berbuah gunakan pupuk yang banyak mengandung fosfor (P) & kalium (K). Pemakaian urea tak dianjurkan untuk memupuk buah naga, karena sering mengakibatkan busuk batang.

Pemupukan dengan pupuk kompos / pupuk kandang dilakukan tiap 3 bulan sekali dengan dosis 5-10 kg per lubang tanam. Pada saat berbunga & berbuah berikan pupuk tambahan NPK & ZK masing-masing 50 dan 20 gram per lubang tanam. Di tahun berikutnya perbanyak dosis pemberian pupuk sesuai dengan ukuran tanaman. Pupuk tambahannya berupa pupuk organik cair, pupuk hayati / hormon perangsang buah dapat diberikan untuk memaksimalkan hasil.

b. Penyiraman


Penyiraman dapat dilakukan dengan mengalirkan air pada parit-parit drainase. Selain itu juga dapat menggunakan gembor / irigasi tetes. Sistem irigasi tetes lebih hemat air & tenaga kerja namun perlu investasi yang cukup besar.

Penyiraman dengan parit drainase dilakukan dengan cara merendam parit selama kurang lebih 2 jam. Jika penyiraman dilakukan dengan gembor, tiap lubang tanam disiram dengan air sebanyak 4-5 liter. Frekuensi penyiraman 3 kali sehari pada musim kering, atau sesuai dengan kondisi tanah.

Penyiraman dapat dikurangi atau dihentikan saat tanaman mulai berbunga & berbuah. Pengurangan atau penghentian penyiraman bertujuan guna menekan pertumbuhan tunas baru sehingga pertumbuhan buah dapat maksimal. Penyiraman tetap dilakukan apabila tanah terlihat kering & tanaman layu karena kurang air.

c. Pemangkasan


Ada setidaknya 3 tipe pemangkasan dalam budidaya buah naga, yaitu pemangkasan untuk membentuk batang pokok, pemangkasan membentuk cabang produksi & pemangkasan peremajaan.

Pemangkasan untuk membentuk batang pokok dilakukan di batang bibit tanaman. Tanaman yang baik mempunyai batang pokok yang panjang, besar & kokoh. Untuk mendapat itu pilih tunas yang tumbuh di bagian paling atas batang awal. Tunas yang tumbuh di bawahnya sebaiknya dipotong saja.

Pemangkasan guna membentuk cabang produksi dilakukan pada tunas yang tumbuh pada batang pokok. Pilihlah 3 sampai 4 tunas untuk ditumbuhkan. Nantinya tunas ini akan menjadi batang produksi & tumbuh menjuntai ke bawah. Tunas yang ditumbuhkan sebaiknya yang ada pada bagian atas, sekitar 30 cm dari ujung atas.

Pemangkasan peremajaan dilakukan atas cabang produksi yang kurang produktif. Biasanya sudah berbuah 3 sampai 4 kali. Hasil pangkasan peremajaan ini dapat dijadikan sumber bibit tanaman.
Hal yang perlu kamu perhatikan dalam pemangkasan adalah bentuk tanaman. Biasanya tanaman buah naga tumbuh tak teratur. 

Upayakan supaya tunas-tunas yang dipilih dapat membentuk tanaman dengan baik. Sehingga percabangan tak terlalu rimbun & batang yang ada di bawah tajuk dapat terkena sinar matahari dengan maksimal.

Panduan untuk budidaya buah naga


Pemanenan buah naga


Tanaman buah naga berumur panjang. Siklus produktifnya dapat mencapai 15 sampai 20 tahun. Budidaya buah naga mulai berbuah untuk pertama kali di bulan ke 10 sampai 12 terhitung setelah tanam. Tapi apabila ukuran bibit tanamannya lebih kecil, panen pertamanya mampu mencapai 1,5-2 tahun terhitung setelah tanam. Produktivitas pada panen pertama biasanya tak langsung bisa optimal.

Satu tanaman biasanya menghasilkan buah 1 kg. Dalam satu tiang panjat ada 4 tanaman. Berarti  dengan jumlah tiang 1600 dalam satu hektar akan dihasilkan sekitar 6 samai 7 ton buah naga sekali musim panen. Usaha budidaya buah naga yang sukses dapat menghasilkan lebih dari 50 ton buah per hektar per tahun.

Ciri-ciri buah yang siap dipanen adalah kulitnya sudah mulai berwarna merah mengkilap. Jumbai buah berwarna kemerahan, dan warna hijaunya sudah mulai berkurang. Mahkota buah mengecil & pangkal buah menguncup / berkeriput. Ukuran buah membulat dengan berat sekitar 400-600 gram.

Demikianlah pembahasan mengenai tips budidaya buah naga semoga dengan adanya ulasan tersebut bisa berguna dan bermanfaat bagi kamu semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Rabu, 07 September 2016

Cara Teknis Budidaya Melon Yang Benar

Budidaya melonMelon (Cucumis melo) termasuk ke dalam suku timun-timunan. Masih sekerabat dengan semangka, blewah serta timun suri. Seperti halnya suku timun-timunan yang lain, melon tumbuh merambat tapi tak bisa memanjat. Jika tidak ditopang, tanaman ini akan tumbuh menjalar di atas permukaan tanah.

Tempat ideal untuk budidaya melon ada pada kisaran ketinggian 250 sampai 700 meter dpl. Jika ketinggian kurang dari 250 meter, tanaman melon cenderung menghasilkan buah yang kecil. Sedang di dataran tinggi dengan suhu di bawah 18 derajat Celcius, tanaman ini sulit untuk berkembang biak.

Cara Teknis Budidaya Melon Yang Benar
Melon
Tanaman melon membutuhkan tingkat kelembaban udara 50 sampai 70%. Suhu rata-rata yang cocok untuk budidaya melon ini berkisar 25-30 derajat Celcius dengan curah hujan 1500-2500 mm/tahun. Kualitas buah melon akan lebih baik apabila ada perbedaan suhu siang dan malam cukup signifikan.

Jenis jenis buah melon


Jenis buah melon sangatlah beragam. Tapi hanya 3 kultivar yang populer untuk dibudidayakan, yakni reticalatus, inodorus & cantalupensis.


  1. Reticalatus - Jenis melon ini merupakan kultivar paling populer. Bentuknya membulat serta kulit buah berwarna hijau dan teksturnya berjala. Seperti terlapisi jaring. Daging buah melon ini berwarna hijau muda sampai berwarna oranye.
  2. Inodorus - Jenis ini mempunyai kulit buah yang mulus tak berjala. Bentuknya membulat sampai lonjong. Warna kulit buah kuning sampai kuning pucat kehijauan. Warna dagingnya ada yang hijau, oranye sampai yang warna putih. Daging buahnya tidak beraroma.
  3. Cantalupensis - Jenis ini mempunyai kulit buah yang bergelombang seperti labu / disebut dengan berjuring. Daging buah berwarna kuning atau oranye, aromanya sangat kuat. Blewahpun termasuk ke dalam jenis ini.

Cara Teknis Budidaya Melon Yang Benar


Pembibitan tanaman buah melon


bibit tanaman buah melon
Tanaman Melon mulai tumbuh
Tanaman melon untuk di budidaya biasanya diperbanyak dengan cara generatif dari biji / benih. Untuk budidaya melon seluas satu hektar dibutuhkan bibit tanaman sekitar 16.000 sampai 20.000 pohon atau setara dengan 500 sampai 700 gram benih melon.
Sebelum ditanam benih harus dikecambahkan terlebih dahulu. Caranya adalah dengan merendam benih ke dalam air hangat selama 6-8 jam. Jika benih belum mengandung fungisida, bisa ditambahkan fungisida ke dalam air rendaman sesuai dengan dosis yang sesuai.

Setelah direndam benih ditiriskan serta ditebarkan di atas kain basah / kertas koran yang sudah dibasahi. Biarkan selama 1-2 hari sampai benih berkecambah. Jaga kelembaban kain atau kertas koran itu. Jika terlihat kering percikan air secukupnya saja.
Lalu siapkan polybag kecil atau baki persemaian. Isi dengan media tanam berupa campuran tanah dengan kompos / pupuk kandang dengan perbandingan 2:1. Benamkan biji melon ini sedalam 1-2 cm ke dalam media tanam yang sudah disiapkan.

Tempat persemaian sebaiknya dilindungi dengan atap plastik bening / sungkup. Hal ini perlu supaya bibit yang tumbuh terlindungi dari terik matahari yang berlebihan & kucuran air hujan langsung. Media persemaian harus terus dikontrol & diperhatikan supaya kelembabannya terjaga. Sirami secara teratur tapi jangan terlalu basah.

Proses penyemaian biasanya berlangsung sampai 10-14 hari. Atau ditandai dengan tumbuhnya 2 sampai 3 helai daun. Pada fase ini bibit sudah siap untuk dipindahkan ke lokasi penanaman.

Persiapan lahan dan penanaman buah melon


Lahan untuk budidaya melon sebaiknya dibajak terlebih dulu untuk menghaluskan bongkahan tanah. Lalu bentuk bedengan dengan lebar 100-120 cm, tinggi 30-50 cm, panjang 10-15 meter & jarak antar bedengan 50-60 cm.

Setelah itu berikan pupuk dasar berupa pupuk kompos / pupuk kandang sebanyak 15-20 ton/hektar. Tambahkan juga ZA, KCl & SP-36 masing-masing 375 kg, 375 kg & 250 kg untuk setiap hektarnya. Campurkan pupuk tadi di atas bedengan dan diaduk hingga merata dengan tanah bedengan. Biarkan lahan tadi selama 2-4 hari.

Jika pH tanah yang akan digunakan untuk budidaya melon kurang dari 5, berikan dolomit / kapur pertanian sebanyak 2 ton per hektar. Campurkan dengan tanah bedengan setidaknya 2 sampai 3 hari sebelum pemupukan dasar.

Selanjutnya tutup bedengan dengan plastik mulsa warna hitam perak. Warna hitam menghadap ke tanah lalu warna perak ke bagian luar. Buat lubang tanam di atas mulsa tadi. Dalam setiap bedengan ada dua baris lubang tanam dengan jarak antar baris 60 cm & jarak antar lubang dalam satu baris 50-60 cm. Penutupan mulsa minimal mesti dilakukan 2 hari sebelum penanaman.
Langkah selanjutnya adalah tanam bibit yang sudah disiapkan. Satu bibit untuk tiap lubang tanam. Lalu siram agar tak layu karena kekeringan. Penanaman sebaiknya dilakukan di sore hari ketika matahari tak terlalu terik.

Perawatan budidaya melon


a. Pemasangan ajir


Untuk menghasilkan buah yang baik, tanaman harus ditopang dengan ajir / tongkat dari bilah bambu. Fungsinya supaya buah yang dihasilkan tak bersentuhan dengan permukaan tanah. Selain itu agar terjadi penetrasi sinar matahari ke seluruh bagian tanaman melon. 

Pemasangan ajir hendaknya dilakukan sebelum tanaman melon tumbuh besar. Biasanya sebelum umur tanaman 3 hari terhitung semenjak pertama ditanam. Hal ini dimaksudkan supaya ajir yang ditancapkan tak melukai akar tanaman.

Siapkan ajir sepanjang 1,5 meter. Tancapkan ajir ini pada lubang tanam secara menyerong, ujung atasnya condong ke arah dalam bedengan. Sehingga ajir-ajir ini saling bersilangan, membentuk huruf X. Lalu siapkan bilah bambu yang lebih panjang & letakkan secara horisontal diantara silangan ajir-ajir tersebut, ikatkan dengan tali rafia.

b. Penyiraman


Penyiraman secara teratur sangat dibutuhkan dalam budidaya melon. Penyiraman hendaknya dilakukan tiap sore hingga umur tanaman berusia satu minggu. Selanjutnya penyiraman dilakukan setiap dua hari sekali.

Pada saat musim hujan drainase mesti berfungsi dengan baik. Jangan biarkan lahan tergenang oleh air. Tanaman melon tak menghendaki tanah yang terlalu basah.

c. Pemupukan susulan


Pemupukan susulan dibutuhkan mulai tanaman berumur satu minggu. Pupuk yang diberikan sebaiknya dalam bentuk cair. Pupuk padat bisa dilarutkan terlebih dulu. Pupuk yang dipakai bisa pupuk cair organik / pupuk kimia buatan.

Pupuk susulan dengan pupuk kimia buatan dapat diberikan sebanyak 6 kali. Pupuk dilarutkan ke dalam air lalu disiramkan pada tanaman. Dosis pemupukan 200-250 ml/tanaman. Berikut tabel kebutuhan pupuk untuk budidaya buah melon:

tabel pemupukan budidaya melon
Jumlah Pemupukan Tanaman Melon


d. Penyerbukan buatan


Pada musim kemarau, penyerbukan dilakukan oleh serangga penyerbuk. Tapi saat musim hujan biasanya intensitas serangga penyerbuk berkurang. Untuk mendapat kualitas yang baik lakukan penyerbukan secara buatan.

Penyerbukan buatan dilakukan di pagi hari, sebelum pukul 10. Jika terlalu siang kuncup bunga sudah sedikit layu atau menutup. Lakukan penyerbukan buatan pada bunga betina, terutama bunga yang terdapat pada cabang ke-9 sampai ke-13. Dalam satu pohon setidaknya dapat ditumbuhkan 3-4 calon buah. Lalu diseleksi lagi, sehingga buah yang dipelihara sampai panen cukup 1 sampai 2 per pohon, tergantung ukuran buahnya. Jika ukuran buahnya besar, cukup satu per pohon.

e. Hama & penyakit buah melon


Budidaya melon di daerah tropis seperti Indonesia cukup rentan dengan serangan hama & penyakit. Hama yang biasanya menyerang tanaman buah melon antara lain kutu daun, lalat buah, ulat daun, thrips dan tungau. Sedang penyakit yang menyerang antara lain : antraknosa, busuk buah, busuk batang dan mosaik.
Untuk menghindari serangan hama serta penyakit lakukan kultur teknis seperti rotasi tanaman, pemupukan berimbang serta menjaga sanitasi kebun. Jika hama dan penyakit sudah menyerang semprot dengan pestisida yang cocok. Bisa dengan pestisida organik atau pestisida sintetis. Lakukan penyemprotan sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

Pemanenan Buah Melon


Biasanya budidaya melon sudah siap dipanen setelah berumur 3 bulan. Ciri-ciri melon siap panen untuk jenis reticalatus antara lain : serat jala pada permukaan kulit tampak jelas & kasar, permukaan kulit sekitar tangkai tampak retak-retak, warna kulit hijau kekuningan & sudah mengeluarkan aroma.

Buah melon sebaiknya dipetik pada tingkat kematangan sebanyak 90% / sekitar 3-7 hari sebelum matang penuh. Hal ini berfungsi untuk memberikan waktu lebih pada distribusi.

Pemetikan dilakukan dengan memotong tangkai buah dengan pisau / gunting. Tangkai dipotong seperti huruf  T, jadi bagian yang dipotong ialah yang mengarah pada daun bukan pada buah. Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 8-11 & dilakukan secara bertahap. Pilih buah yang benar-benar sudah siap dipanen.

Referensi : Cara pemupukan tanaman melon. http://cybex.pertanian.go.id/materipenyuluhan/detail/6755

Rabu, 10 Agustus 2016

CARA MENGENDALIKAN HAMA PENGHISAP KAKAO

CARA MENGENDALIKAN HAMA PENGHISAP KAKAO - Hama penghisap buah kakao (Helopeltis spp) merupakan hama penting yang tingkat pengrusakannya menduduki ranking ke-2 setelah hama penggerek buah kakao. Serangan hama ini bisa menurunkan produktivitas buah 50 – 60%.

Hama penghisap buah kakao berwujud kepik yang terdiri dari beberapa spesies antara lain : H. antonii, H. Claviver & H. theivora. Hama ini menyerang hampir semua tanaman kakao di Indonesia serta beberapa negara pembudidaya kakao lainnya seperti : Papua, Malaysia, Filiphina,Srilanka & sebagian negara-negara di Afrika.

Siklus hidup.


Hama penghisap buah kakao adalah serangga yang bermetamorfosis secara tak sempurna dengan siklus hidup berlangsung selama 30 sampai 48 hari. Siklus hidup dimulai dari fase telur yang berlangsung selama 6 sampai 7 hari dilanjutkan dengan fase nimfa berlangsung selama 10 sampai 11 hari & fase imago selama 14 – 20 hari.

Telur penghisap buah kakao ini berbentuk lonjong, berwarna putih & biasanya diletakan oleh imago di dalam jaringan kulit buah / pucuk daun. Setelah telur menetas, serangga muda (nimfa) keluar dari jaringan kulit buah & akan mengalami 5 instar (4 kali ganti kulit) sampai akhirnya menjadi serangga dewasa (imago).
Pada tahap fase imago inilah intensitas serangan penghisap buah kakao akan semakin tinggi, karena selain melakukan pengerusakan terhadap buah-buah kakao, imago akan kawin & kembali meletakan telur-telur yang dihasilkannya ke dalam jaringan kulit untuk melanjutkan siklus keturunannya. Satu imago umumnya bisa memproduksi sampai 200 butir selama masa hidupnya.

Gejala serangan


Hama penghisap buah bisa menyerang buah kakao pada saat pagi dan sore hari. Karena ia tak menyukai keberadaan cahaya, saat siang hari hama ini biasanya bersembunyi di bagian tanaman yang gelap seperti sela-sela / bagian daun yang menghadap ke bawah.
Hama penghisap buah bisa menyerang saat masih dalam fase nimfa & imago. Serangan dilakukan dengan cara menusuk kulit buah muda maupun yang sudah tua dengan menggunakan mulutnya yang menyerupai jarum. Mulutnya itu lalu menghisap cairan manis yang ada di dalam kulit buah, kemudian bersama dengan tusukan tersebut mulutnya mengeluarkan cairan racun yang mampu mematikan sel dan jaringan yang terdapat disekitar lubang tusukan.
Serangan pada buah muda menyebabkan kulit buah menjadi retak & terjadinya pertumbuhan buah yang abnormal (malformasi). Karena pertumbuhannya abnormal, perkembangan bijipun akan terhambat & mengakibatkan penurunan produktivitas hasil panen.Pada intensitas serangan yang tinggi, buah muda yang terserang bisa mati, mengering & gugur.

Serangan pada buah tua menyebabkan kulit buah dipenuh dengan bintik-bintik hitam yang merupakan luka bekas tusukan. Tapi serangan pada buah tua biasanya jarang terjadi karena kulit buah sudah terlalu keras dan tak mengandung cairan yang dapat dimakan oleh hama penghisap.

Serangan bisa juga terjadi pada pucuk daun muda. Daun muda yang terserang biasanya dalam beberapa hari langsung layu, mengering & akhirnya mati. Daun-daun tersebut pada akhirnya akan gugur & ranting akan merangas kering dan akan menjadi seperti lidi.

CARA MENGENDALIKAN HAMA PENGHISAP KAKAO
Buah Kakao Terjangkit Hama Penghisap. By Deptan RI
Hama penghisap buah kakao bisa dikendalikan dengan teknik pengendalian biologis, kultur teknis & pengendalian kimiawi.


1. Pengendalian biologis


Pengendalian secara biologi bisa dilakukan dengan inokulasi kutu putih untuk mengundang semut hitam yang merupakan musuh alami dari hama penghisap buah. Semut hitam yang beraktivitas disekitar buah-buah kakao akan membuat imago tak sempat meletakan telur dipermukaan buah kakao. Semut hitam juga memakan telur-telur penghisap buah kakao yang ada dipermukaan buah.

Selain dengan inokulasi kutu putih, semut hitam juga bisa diundang dengan cara membuatkan rumah menggunakan seresah yang diikatkan pada percabangan / jorket.

Pengedalian juga bisa dilakukan dengan melepaskan cendawan parasitoid dari hama ini yaitu berupa Beauveria bassiana. Serangga yang terinveksi biasanya akan mati setelah 2 sampai 5 hari disemprot. Penyemprotan pada imago umumnya lebih efektif dilakukan pada serangga dalam fase imago, dimana dosis 25 sampai 50 gram spora/ha.

2. Pengendalian kultur teknis

Pengendalian secara kultur teknis dilakukan dengan memangkas cabang-cabang tak produktif yang saling bertumpang tindih. Pemangkasan bertujuan untuk mengurangi tingkat kelembaban kebun sehingga serangga penghisap buah ini tidak betah berlama-lama tinggal di kebun kakao kita.

Selain dengan pemangkasan, pengendalian hama penghisap buah kakao ini secara kultur teknis juga bisa dilakukan dengan penggunaan pohon penaung yang bisa menjadi rumah bagi semut hitam yang tak lain adalah musuh alami dari hama penghisap buah. Beberapa pohon penaung tersebut ialah kelapa, lamtoro & sengon.

3. Pengendalian kimiawi

Pengendalian secara kimiawi ini merupakan pilihan terakhir setelah pengendalian kultur teknis & pengendalian biologis tak membuahkan hasil yang memuaskan. Pengendalian kimiawi bisa dilakukan dengan aplikasi insektisida sesuai dosis anjuran.

Demikianlah pembahasan mengenai Cara Mengendalikan Hama Penghisap Kakao semoga dengan adanya ulasan tersebut bisa berguna dan bermanfaat bagi kamu semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Rabu, 13 Juli 2016

Cara Sambung Samping Tanaman Kakao

Cara Sambung Samping Tanaman Kakao - Pada usaha budidaya tanaman kakao, rakyat seringkali ditemukan tanaman kakao yang mempunyai produktivitas rendah. Adanya tanaman yang demikian, umumnya disebabkan oleh penggunaan bibit asalan yang didapat dari sumber bibit yang tak jelas asal-usulnya. Bila dibiarkan terus tumbuh tanaman yang produktivitas rendah ini tentunya akan sangat merugikan. Sedang jika dibongkar dan diganti dengan tanaman baru (replanting), waktu yang dibutuhkan untuk menunggu tanaman mulai berbuah kembali akan membutuhkan waktu cukup lama.

Cara Sambung Samping Tanaman Kakao
Cara Sambung Samping Tanaman Kakao
Untuk mengatasi masalah itu, saat ini sudah dikenal teknik yang bisa memperbaiki produktivitas tanaman kakao tanpa harus melakukan replanting. Teknik ini dikenal dengan istilah teknik sambung samping tanaman kakao.

Mengenal cara sambung samping


Sambung samping tanaman kakao adalah teknik/cara menyambungkan batang atas (entres) yang diperoleh dari tanaman induk unggul ke batang bawah tanaman kakao yang mempunyai produktivitas rendah. Sambung samping dilakukan untuk meningkatkan jumlah produksi buah kakao dari tanaman yang sebelumnya berbuah sangat sedikit. Dengan cara sambung samping kita bisa memperbaiki produktivitas kebun kakao tanpa harus melakukan pembongkaran & replanting terhadap tanaman yang sudah ada.

Untuk melakukan teknik sambung samping tanaman kakao, ada beberapa tahapan yang mesti dilakukan, yaitu persiapan alat dan bahan, pelaksanaan teknik sambung samping & perlakuan pasca sambung samping.

Persiapan alat & bahan


Tahapan pertama yang dilakukan dalam sambung samping ialah persiapan alat & bahan. Alat yang perlu disiapkan sangat sederhana yakni pisau okulasi yang tajam dan bersih, gunting pangkas, gergaji tangan, golok & batu asah. Sedangkan bahan yang digunakan hanyalah plastik bening & tali rafia.

Persiapan batang bawah


Sebelum melakukan sambung samping, batang bawah perlu dipangkas & dipupuk. Pemangkasan dilakukan supaya fotosintesis tanaman nantinya bisa dimanfaatkan secara optimal untuk pertumbuhan sambungan. Sedang pemupukan dilakukan untuk meningkatkan kekebalan tanaman terhadap serangan hama & penyakit pasca disambung samping. Pemangkasan & pemupukan dilakukan secara beriringan yaitu sekitar 1 bulan sebelum sambung samping dilakukan.

Persiapan batang atas


Setelah batang bawah dipangkas & dipupuk, langkah selanjutnya yang dilakukan dalam cara sambung samping adalah penyiapan batang atas (entres). Entres didapat dari cabang-cabang tanaman kakao yang mempunyai produktivitas tinggi & ketahanan terhadap hama dan penyakit yang kuat. Entres sebaiknya didapat dari tanaman kakao klon unggul seperti PBC 123 & BR 25. Entres juga bisa diperoleh dari tanaman produksi yang memenuhi syarat antara lain produktivitasnya tinggi minimal selama 4 tahun berturut-turut, tak terserang hama & penyakit penting tanaman kakao.

a. Pembuatan mata entres


Entres diambil dari cabang sepanjang ± 15 cm yang mempunyai 2-4 duduk daun. Bagian atas duduk daun inilah yang merupakan tempat tumbuh tunas yang akan menjadi batang-batang baru di tanaman hasil sambung samping. Bagian bawah mata tunas harus bisa disayat serong seperti tombak sepanjang 3,0-4,5 cm & ujung lainnya dipotong serong sepanjang 2-3 cm bersebelahan dengan potongan bagian bawah kayu mata tunas.

b. Pembuatan tapak sambungan


Tapak sambungan dibuat di batang pokok di ketinggian antara 45-75 cm dari permukaan tanah. Tapak sambungan dibuat dengan membuat 2 torehan vertikal yang sejajar dan sepanjang 7 – 10 cm dengan jarak 2-3 cm. Torehan itu dibuat sampai menyentuh jaringan kayu. Ke-2 torehan kemudian dihubungkan dengan torehan horizontal di bagian atasnya. Setelah itu, bukalah kulit yang tertoreh untuk kemudian disambungkan dengan entres yang telah dibuat.

c. Penyambungan


Penyambungan dilakukan dengan memasukan kayu mata tunas yang sudah siap secara perlahan ke dalam tapak sambungan dengan membuka lidah torehan agar bagian potongan tak rusak. Lalu lekatkan entres ke jaringan kayu batang bawah, Kemudian ikat sambungan dengan tali rafia. Entres yang telah menempel kemudian dibungkus memakai plastik bening. Dan biarkan selama 3 minggu.

Perlakuan paska sambung samping


Setelah sambung samping tanaman kakao sudah berumur 3 minggu, bukalah plastik pembungkus supaya pertumbuhan mata tunas tak terhambat. Sambungan lalu dipelihara dan dibiarkan tumbuh sampai cukup besar. Bila sambungan sudah berumur sekitar 6 bulan, batang pokok mesti dipangkas agar tak terjadi persaingan dengan sambungan. Pemotongan dilakukan pada jarak minimal 30 cm dari tapak sambungan. Setelah 18 bulan, entres telah tumbuh besar & mulai memproduksi buah kakao dengan produktivitas tinggi. Sekitar 40 butir & berat biji kering di atas 1 gram per biji.

Cabang-cabang yang digunakan sebagai entres ialah cabang yang masih muda berusia 3 bulan berwarna hijau kecoklatan. Juga jangan lupa memeriksa entres dari serangan penyakit VSD.
Bila entres didapat dari tempat yang jauh dari tanaman batang bawah, maka perlu dilakukan pengemasan khusus supaya entres masih tetap segar. Cabang-cabang entres yang sudah diambil harus dibuang daunnya tanpa merusak tangkai daun. Daun dibuang supaya penguapan entres tak terlalu besar. Supaya entres bisa bertahan lama, entres harus dikemas menggunakan pelepah daun pisang. Dengan pengemasan yang demikian, entres bisa bertahan selama 4 hari dipejalanan.

Sambung samping tanaman kakao


Setelah batang bawah, entres, alat dan bahan penyambungan siap, cara sambung samping bisa langsung dilakukan. Pelaksanaan teknik sambung samping bisa mengikuti urutan prosedur sebagai berikut:

a. Pembuatan mata entres


Entres diambil dari cabang dengan panjang ± 15 cm yang mempunyai 2-4 duduk daun. Bagian atas duduk daun inilah yang merupakan tempat tumbuh tunas yang akan menjadi batang baru di tanaman hasil sambung samping. Bagian di bawah mata tunas harus bisa disayat serong seperti tombak sepanjang 3,0-4,5 cm & ujung lainnya dipotong serong sepanjang 2-3 cm bersebelahan dengan potongan bagian bawah kayu mata tunas.


b. Pembuatan tapak sambungan


Tapak sambungan dibuat pada batang pokok dengan ketinggian antara 45-75 cm dari permukaan tanah. Tapak sambungan dibuat dengan membuat 2 torehan vertikal yang sejajar dengan panjang 7 – 10 cm dengan jarak 2-3 cm. Torehan itu dibuat sampai menyentuh jaringan kayu. Ke-2 torehan kemudian dihubungkan dengan torehan horizontal di bagian atasnya. Setelah itu, buka kulit yang tertoreh untuk kemudian disambungkan dengan entres yang telah dibuat.


c. Penyambungan


Penyambungan dilakukan dengan memasukan kayu mata tunas yang sudah siap secara perlahan ke dalam tapak sambungan dengan membuka lidah torehan agar bagian potongan tak rusak. Kemudian lekatkan entres ke jaringan kayu batang bawah, kemudian ikat sambungan dengan tali rafia. Entres yang telah menempel lalu dibungkus menggunakan plastik bening. Dan biarkan selama tiga minggu.

Perlakuan paska sambung samping


Setelah sambung samping tanaman kakao berumur 3 minggu, bukalah plastik pembungkus supaya pertumbuhan mata tunas tak terhambat. Sambungan lalu dipelihara dan dibiarkan tumbuh sampai cukup besar. Bila sambungan telah berumur sekitar 6 bulan, batang pokok harus dipangkas supaya tak terjadi persaingan dengan sambungan. Pemotongan dilakukan pada jarak minimal 30 cm dari tapak sambungan. Setelah 18 bulan, entres telah tumbuh besar & mulai memproduksi buah kakao dengan produktivitas tinggi.

Demikianlah pembahasan mengenai Cara Sambung Samping Tanaman Kakao semoga dengan adanya ulasan tersebut bisa berguna dan bermanfaat bagi kamu semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Senin, 20 Juni 2016

Panduan budidaya papaya

Panduan budidaya papaya - Pepaya atau Carica papaya adalah buah buahan tropis. Tanaman ini diyakini berasal dari daerah tropis di benua Amerika. Dari tempat ini menyebar ke berbagai penjuru dunia.
Budidaya pepaya dapat dilakukan di dataran rendah sampai ketinggian 1.000 meter dari permukaan laut. Tapi ketinggian lahan optimalnya berkisar antara 50 - 700 meter dpl. Tanaman ini menghendaki curah hujan sekitar 1.000 – 2.000 mm per tahun yang merata sepanjang tahun. Pada daerah bermusim kering pohon pepaya masih dapat berbuah dengan bantuan penyiraman teratur.


Panduan budidaya papaya


Drainase tanah yang baik sangat dibutuhkan dalam budidaya pepaya. Genangan air akan menyebabkan busuk akar di tanaman pepaya. Tanaman ini menghendaki tanah gembur dengan porositas yang baik serta pH tanah sekitar 6-7.


Sifat tanaman pepaya


Pepaya merupakan tanaman perdu yang mampu tumbuh sampai 3 meter. Batang pepaya berongga, jaringannya lunak serta berair. Tanaman ini memiliki akar tunggang & akar samping yang lunak. Pertumbuhan akar dangkal & agak lemah.


Bunga pepaya tumbuh di ketiak daun, baik berupa bunga tunggal ataupun rangkaian. Ada tiga jenis bunga pepaya, yaitu : bunga jantan, bunga betina & bunga sempurna (memiliki putik & benang sari atau hemafrodit).


Berdasar sifat bunga, dikenal pohon pepaya jantan, pohon betina & pohon sempurna. Pohon pepaya jantan tak akan menghasilkan buah, sedang pohon pepaya betina akan menghasilkan buah yang membulat, daging buahnya tipis. Buah pepaya yang dikehendaki dengan bentuk memanjang dihasilkan dari pohon pepaya yang sempurna.


Pemilihan benih buah pepaya


Benih untuk tanaman budidaya pepaya diperoleh dari biji terseleksi. Untuk mendapatkan sebanyak mungkin pohon pepaya sempurna dibutuhkan ketelitian serta keterampilan dalam memilih calon benih.
Benih yang baik diperoleh dari buah pepaya yang dihasilkan pohon sempurna. Bentuk buah memanjang, tak cacat & bebas dari penyakit. Buah tersebut sebisa mungkin dibiarkan matang di pohon.


Biji pepaya ada di dalam rongga buah, ada yang berwarna hitam kelam ada yang pucat putih. Biji berwarna putih merupakan biji yang mati tak akan tumbuh. Biji yang hitam bisa tumbuh menjadi pohon, tapi hanya sekitar 25-50% yang menjadi pohon sempurna tergantung sifat genetisnya. Sisanya menjadi pohon betina & pohon jantan.


Biji yang tumbuh di ujung buah mempunyai kemungkinan untuk tumbuh menjadi pohon pepaya sempurna dibandingkan bagian pangkal. Untuk menyeleksi benih sebaiknya ambil biji pada bagian ujung sampai tengah buah. Jangan mengambil biji dari pangkal buah.


Penyemaian benih pepaya


Sebelum disemai, benih yang masih kering perlu dikecambahkan terlebih dahulu. Ini berguna untuk mempersingkat waktu budidaya pepaya. Pertama-tama rendam benih di dalam air hangat kuku selama semalam. Kemudian pilih biji tenggelam / yang mengapung di air.
Siapkan kertas tisu sebagai pembungkus, basahi tisu itu dengan air. Tebarkan biji yang sudah direndam di atas tisu lalu tutup atasnya dengan tisu & siram atau basahi. Masukkan bungkusan benih itu dalam besek (kotak anyaman bambu) / wadah lain yang serupa. Tempat atau wadah harus yang bisa tembus air / mengalirkan air.


Letakkan wadah itu di sinar matahari, jangan terlalu terik, perkecambahan benih membutuhkan suhu kira-kira 30 derajat celcius. Benih akan berkecambah setelah berumur 7-10 hari, atau bisa lebih.
Setelah benih berkecambah menjadi bibit, pindahkanlah kecambah-kecambah tersebut dalam polybag semai, satu bibit satu polybag. Pilih polybag kecil dengan ukuran 9×10 cm. Sebelumnya, isi dulu polybag tersebut dengan media persemaian terdiri dari tanah, kompos, arang sekam yang sudah diayak dengan perbandingan 1:1:1.


Panduan budidaya papaya


Setelah bibit dipindah, basahi media untuk menjaga kelembaban. Lalu letakkan polybag-polybag tersebut dalam bilik persemaian yang ternaungi. Naungan dapat dibuat dari plastik bening atau paranet. Fungsinya untuk melindungi bibit dari kucuran hujan langsung, sengatan matahari serta terpaan angin.


Bibit siap dipindahkan ke lahan tebuka setelah berumur 2 sampai 2,5 bulan sejak disemaikan. Kebutuhan benih pepaya untuk satu hektar sekitar 60 gram.


Pengolahan tanah serta penanaman pepaya


Berikut ini adalah pengolahan lahan untuk budidaya pepaya di lahan tegalan / hamparan non terasering. Pertama-tama, lahan dicangkul / dibajak untuk menggemburkan tanah. Lalu buat bedengan dengan lebar 2 meter, panjangnya menyesuaikan bentuk lahan & tinggi 20-30 cm. Jarak antar bedengan selebar 50 cm. Jarak tanam budidaya pepaya hendaknya disesuaikan dengan luas tanam. Berikut ketentuannya;


  • Budidaya pepaya <0,2 Ha jarak tanamnya adalah 2×2 meter 
  • Budidaya pepaya 1-5 Ha jarak tanamnya adalah 2×2,5 meter 
  • Budidaya pepaya >1 Ha jarak tanamnya adalah 3×3 meter

Buatlah lubang tanam sesuai dengan jarak tanamnya, ukuran lubang tanam 50x50x40 cm. Sebaiknya pembuatan lubang tanam tak di musim hujan. Ketika menggali lubang tanam, pisahkan tanah bagian atas dengan tanah bagian bawah. Biarkan lubang itu terbuka selama 1-2 minggu.


Kemudian campurkan pupuk dasar berupa kompos / pupuk kandang yang sudah matang dengan tanah bagian atas. Dosis pupuk sebanyak 20 kg per lubang tanam. Kemudian masukkan terlebih dulu tanah bagian bawah ke dalam lubang tanam, selanjutnya masukkan tanah bagian atas. Biarkan kembali lubang tanam yang sudah tertutup selama 1-2 minggu.


Sebagai catatan, untuk tanah yang mempunyai pH di bawah 5 netralkan dengan kapur / dolomit. Dosis pemberian kapur sebanyak 1-2 ton per hektar / 1 kg per lubang tanam. Pemberian dolomit setidaknya 2 minggu sebelum tanam.


Setelah lubang tanam siap, pindahkanlah bibit dari polybag semai ke lubang tanam. Umur bibit yang siap dipindahkan minimal 2 sampai 2,5 bulan setelah semai. Lakukan penyiraman pagi / sore hari setidaknya hingga tanaman berumur 1,5 bulan sejak dipindahkan.


Terdapat 2 kebiasaan petani dalam budidaya pepaya, yaitu : menanam satu bibit dalam satu lubang tanam / dua bibit dalam satu lubang semai. Tujuan penanaman 2 bibit untuk menghindari tumbuhnya pepaya jantan & pepaya betina serta memudahkan penyulaman.
Pada bulan ke-4, saat pepaya berbunga pertama kali, dilakukan seleksi untuk mencabut pepaya yang tak dikehendaki. Pada akhirnya hanya 1 pepaya sempurna per lubang tanam yang dibiarkan tumbuh sampai berbuah.


Perawatan budidaya pepaya


Penyulaman tanaman dilakukan setelah tanaman berumur 1,5 bulan sejak ditanam. Tanaman yang tumbuhnya jelek / berpenyakit dicabut & diganti bibit baru. Apabila menggunakan metode 2 bibit dalam satu lubang tanam, tinggal mencabut tanaman yang terlihat tak bagus.
Berikut ini tips yang diberikan Prof. Sobir dari Pusat Kajian Buah Tropika (Institut Pertanian Bogor), untuk menyeleksi tanaman pepaya sempurna.


Amati ketika pohon berbunga untuk pertama kalinya. Bunga tumbuh pada ketiak daun. Jika bunga yang tumbuh tunggal, berarti bunga betina / bunga sempurna. Bunga ini keluar ketika umur 4 bulan. Bila berkelompok / dalam rangkaian berarti jantan, pohon harus dicabut & disulam dengan bibit lain.


Petik bunga tersebut kemudian tekan ujungnya dengan ibu jari sampai terbuka, bila bunga yang keluar jantan pohon berarti ini adalah pohon sempurna yang akan dipertahankan. Bunga sempurna akan muncul 1 sampai 2 bulan kemudian.

Jika setelah ditekan keluar bunga betina, berarti pohon ini pohon betina. Berarti harus segera dicabut.


Kemudian sulam tanaman yang dicabut tersebut dengan bibit baru. Atau, jika kita menerapkan metode penanaman 2 pohon dalam satu lubang tanam, pindahkan pohon sempurna dari lubang lain. Karena untuk satu lubang hanya dapat dibesarkan satu pohon sempurna saja.
Pemupukan susulan dimulai 2 minggu setelah bibit dipindahkan. Wanita diberikan dengan cara menggali parit melingkari tanaman pepaya. Kedalaman parit kurang lebih 5 sampai 10 cm, campuran pupuk diletakkan pada parit tersebut. Berikut ketentuan pemupukan budidaya pepaya:


1.    Pemupukan pertama, umur 2 minggu, Urea 30 gr, SP-36 40 gr, ZA 40 gr & KCl 20 gr per pohon
2.    Pemupukan ke-2, umur 1 bulan, Urea 40 gr, SP-36 70 gr, ZA 70 gr dan KCl 30 gr per pohon
3.    Pemupukan ke-3, umur 4 bulan, Urea 45 gr, SP-36 80 gr, ZA 80 gr dan KCl 60 gr per pohon
4.    Pemupukan ke-4, umur 6 bulan, Urea 50 gr, SP-36 90 gr, ZA 90 gr dan KCl 70 gr per pohon
5.    Pemupukan selanjutnya tiap satu bulan, Urea 60 gr, SP-36 100 gr, ZA 100 gr dan KCl 75 gr per pohon


Pemanenan


Budidaya pepaya biasanya bisa dipanen setelah berumur 9 sampai 14 bulan. Frekuensi panen bisa dilakukan setiap 10 hari sekali. Produktivitas budidaya pepaya berkisar 20 sampai 35 ton per hektar. Produktivitas ini tergantung dari kondisi iklim, varietas serta teknik budidaya.


Buah pepaya yang dipetik mesti mendekati stadium matang pohon. Cirinya ada garis-garis menguning pada kulit buahnya. Jika hasil panen akan dipasarkan ke tempat yang jauh, dapat dipetik lebih dini.

Rabu, 08 Juni 2016

Cara Budidaya Nanas Yang Baik Dan Benar

Cara Budidaya Nanas Yang Baik Dan BenarNanas adalah komoditas tanaman yang banyak dimanfaatkan buahnya untuk olahan makanan biasanya tanaman ini di budidayakan dalam jumlah yang banyak seperti perusahaan. Akan tetapi jika kita manfaatkan nanas sebagai peluang bisnis juga masih sangat terbuka lebar. Ini karena buah musiman ini masih sangat diburu penggemarnya. Vitamin yang ada di dalam buah nanas juga lumayan tinggi & juga dari segi buah, kulit & batangnya bisa dimanfaatkan. Di bawah ini ada cara budidaya nanas yang baik dan benar.

Cara Budidaya Nanas Yang Baik Dan Benar
Gambar Nanas

Cara Budidaya Nanas Yang Baik

Syarat Tumbuh

Iklim

Tanaman nanas bisa tumbuh pada kondisi iklim basah ataupun kering, ke-2 jenis iklim A, B, C, D, E, & F. Untuk tipe A iklim daerah yang sangat basah, B (area basah), C (daerah yang sedikit basah) , D (daerah menjadi), E (daerah yang sedikit kering) dan F (daerah kering).

Umumnya, tanaman nanas ialah toleran kekeringan & memiliki berbagai macam curah hujan yang sekitar 1000-1500 mm/tahun. Tapi, tanaman nanas tak toleran salju karena suhu rendah.

Tanaman nanas bisa tumbuh dengan baik di bawah sinar matahari dengan rata-rata 33-71% kontinuitas maksimal, dengan tingkat tahunan rata-rata 2000 jam. Sesuai dengan suhu budidaya nanas ialah 23-32°C, tapi juga bisa hidup di daerah suhu rendah hingga 10°C.

Media Tanam

Umumnya hampir semua jenis tanah bisa digunakan untuk pertanian cocok tanaman nanas. Tapi, lebih cocok dengan jenis tanah yang mengandung pasir, subur  dan tinggi bahan organik serta kadar kapur yang rendah.

Kadar keasamannya adalah pH 4,5-6,5. Tanah yang kaya kapur (pH lebih dari 6,5) menyebabkan tanaman menjadi kerdil & klorosis. Sedang tanah masam (pH 4,5 / lebih rendah) mengakibatkan penurunan unsur Fosfor, Kalium, Belerang, Kalsium, Magnesium serta Molibdinum cepat.

Air diperlukan guna pertumbuhan tanaman nanas untuk penyerapan nutrisi yang bisa larut di dalamnya. Tapi, kadar air tanah dalam tak terlalu banyak, tak becek (menggenang). Hal yang perlu menjadi perhatian ialah aerasi serta drainase harus baik, karena tanaman terendam akan sangat rentan membusuk akarnya.

Kemiringan tanah tak banyak berpengaruh pada nanas dalam penanaman, nanas harus benar-benar seperti ditanam dalam sedikit miring, sehingga terdapat air yang melimpah, sehingga lebih cepat tanah menjadi kering.

Ketinggian Tempat

Nanas cocok ditanam pada ketinggian 800-1200 m dpl. Pertumbuhan yang optimal tanaman nanas antara 100-700 m dpl.

Tahapan Budidaya Nanas


Pembibitan Nanas

Keberhasilan tanaman nanas sangat ditentukan oleh kualitas bibit. Nanas bisa dikembangbiakan dengan cara vegetatif & generatif. Cara vegetatif digunakan ialah tunas akar, tunas batang, tunas buah, mahkota buah & stek batang. Cara generatif dengan biji yang ditumbuhkan dengan persemaian, (jarang digunakan). Kualitas bibit yang baik mesti berasal dari tanaman yang pertumbuhannya normal, sehat dan bebas dari hama serta penyakit.

Persyaratan Benih Nanas

Bibit yang baik wajib mempunyai daun-daun yang terlihat tebal-tebal penuh berisi, bebas hama & penyakit, mudah diperoleh dalam jumlah banyak, pertumbuhan relatif seragam & mudah dalam pengangkutan terutama untuk bibit stek batang. Tunas batang & stek batang.

Penyiapan Benih Nanas

Benih nanas dari biji (generatif) jarang digunakan karena membutuhkan teknik khusus dan beberapa jenis nanas tak bisa melakukan penyerbukan sendiri & tak menghasilkan biji.

Cara perbanyakan secara vegetatif (tunas akar) memiliki ciri khusus :

Tunas yang tumbuh di bagian batang yang terletak di dalam tanah,
Jumlah tunas akar per rumpun relatif sedikit, dan bentuk daun lebih langsing,

Masa remaja tunas akar relatif pendek.

Cara vegetatif lain /tunas batang memiliki ciri-ciri tunas yang tumbuh dari batang serta jumlah tunas per rumpun relatif sedikit. Tunas batang memiliki ciri-ciri tunas yang tumbuh pada tangkai buah di bawah tangkai buah & di atas tunas batang, jumlah tunas buah per tanaman relatif banyak sampai mencapai 10 tunas & ukuran tunas yang bervariasi tergantung dari pertumbuhan tanaman.

Untuk cara vegetatif dengan mahkota buah ciri-cirinya ialah tunas yang ditumbuhkan dari mata tunas yang non-aktif di batang, lalu disemaikan dalam media steril dengan perlakuan khusus dan jumlah bibit yang dihasilkan banyak, seragam & mudah dalam pengangkutan.

Penyiapan benih (bibit) untuk tanaman nanas dibedakan menjadi : bibit tunas batang & bibit nanas dari stek.

Penyiapan bibit tunas batang :

Pilihlah tunas batang pada pohon induk yang sedang berbuah atau setelah panen.

Tunas batang yang baik adalah ukuran panjang 30-35 cm.

Daun-daun dekat pangkal pohon dipotong terlebih dahulu untuk mengurangi penguapan & mempermudah pengangkutan, setelah itu biarkan selama beberapa hari di tempat teduh & bibit siap angkut ke tempat penanaman langsung segera ditanam.

Untuk menyiapkan bibit nanas dari stek, langkah pertama yang harus dilakuakan adalah :

  1. Memotong batang nanas yang telah dipanen buahnya sepanjang 2,5 cm;
  2. Lalu potongan dibelah menjadi 4 bagian yang mengandung mata tunas;
  3. Media semainya adalah pasir bersih dalam bak tanam;
  4. Bibit yang dihasilkan dengan tinggi 25-35 cm / berumur 3-5 bulan dicabut - ditanam di kebun;
  5. Jika bibit akan diangkut dalam jarak jauh, akar-akarnya dibungkus dengan humus yang lembab;
  6. Benih yang disiapkan haruslah disesuaikan dengan luas areal tanam;
  7. Kepadatan tanaman yang ideal berkisar antara 44.000 sampai 77.000 bibit tanaman per Ha, tergantung dari jarak tanam, jenis nanas, kesuburan tanah, sistem tanam serta jenis bibit;
  8. Penanaman dengan sistem persegi [jarak tanam 150 x 150 cm] membutuhkan sekitar 3556 bibit jika lahan yang mangkus ditanami 80%. Atau 12.698 sampai 15.875 bibit pada sistem tanam kereta api dengan jarak tanam 60 x 60 cm serta jarak antar barisan sebelah kanan/kiri dari kereta api ialah 150 cm.


Teknik Penyemaian Nanas

Bibit nanas membutuhkan perawatan khusus. Langkah dalam mempersiapkan media semai dibak pembibitan persemaian ialah berupa tepung (misalnya Rootone) pada permukaan bagian batang untuk mempercepat pertumbuhan akar. Bagian batang di persemaian ditanam di dalam bak 1,5 – 2,5 cm & jarak 5-10 cm.

Kondisi Media persemaian dijaga supaya tetap lembab & sirkulasi udara yang baik, dengan menutup bak pembibitan dengan selembar plastik tembus (transparan). Nanas stek batang diizinkan untuk berkecambah & berakar. Media baru pembibitan dipupuk dengan pupuk kandang yang telah disiapkan.

Campuran media berupa tanah halus, pasir & pupuk kandang halus (1:1:1) / pasir halus dengan pupuk kandang (1:1). Langkah terakhir ialah bibit nanas memindah tanamkan dari pembibitan untuk pembibitan perkecambahan biji pembesaran.

Pemeliharan Pembibitan

Pemeliharaan pembibitan atau persemaian penyiraman dilakukan secara berkala dijaga supaya kondisi media tanam selalu lembab dan tak kering supaya bibit tak mati. Pemupukan dilakukan dengan pemberian pupuk kandang dengan perbandingan kadar yang sudah ditentukan. Penjarangan & pemberian pestisida bisa dilakukan jika diperlukan.

Pemindahan Bibit

Pemindahan bibit bisa dilakukan jika ukuran tinggi bibit telah mencapai 25-30 cm atau berumur 3-5 bulan.

Pengolahan Media Tanam Nanas


Persiapan

Penanaman nanas bisa dilakukan pada lahan tegalan / ladang. Waktu persiapan serta pembukaan lahan yang paling baik adalah disaat waktu musim kemarau, dengan membuang pepohonan yang tak diperlukan. Pengolahan tanah bisa dilakukan pada awal musim hujan.

Derajat keasaman tanah perlu diperhatikan lantaran tanaman nanas bisa tumbuh dengan baik pada pH sekitar 5,5. Jumlah bibit yang diperlukan untuk suatu lahan tergantung dari jenis nanas, tingkat kesuburan tanah serta ekologi pertumbuhannya.

Pembukaan Lahan

Untuk membuka suatu lahan, perlu untuk dilakukan: membuang & membersihkan pohon-pohon / batu-batuan dari sekitar lahan kebun ke tempat penampungan limbah pertanian. Mengolah tanah dengan dicangkul/dibajak dengan traktor sedalam 30-40 cm sampai gembur, karena, dapat berakibat fatal pada produksi tanaman. Biarkan tanah menjadi kering minimal selama 15 hari supaya tanah benar-benar matang & siap ditanami.

Membentuk Bedengan

Pembentukan bedengan bisa dilakukan bersamaan dengan pengolahan tanah untuk ke-2 kalinya yang sesuai dengan sistem tanam yang dipakai. Sistem petakan cukup dengan cara meratakan tanah, lalu di sekililingnya dibuat saluran pemasukan & pembuangan air. 

Sistem bedengan dilakukan dengan cara membuat bedengan-bedengan selebar 80-120 cm, jarak antar bedengan adalah 90 - 150 cm / variasi lain sesuai dengan sistem tanam. Tinggi petakan / bedengan ialah antara 30-40 cm.

Pengapuran

Derajat kemasaman tanah yang sesuai untuk tanaman nanas ialah 4,5-6,5. Pengapuran tanah dilakukan dengan Calcit / Dolomit atau Zeagro atau bahan kapur lainnya dengan cara ditaburkan merata & dicampurkan dengan lapisan tanah atas terutama tanah-tanah yang bereaksi asam (pH di bawah 4,5).

Dosis kapur disesuaikan dengan pH di dalam tanah, namun umumnya berkisar antara 2-4 ton/ha. Jika tidak turun hujan, setelah pengapuran segera dilakukan pengairan tanah supaya kapur cepat melarut.

Pemupukan

Dalam penanaman nanas dilakukan pemberian pupuk kandang dengan dosis 20 ton setiap hektar. Cara pemberian: dicampurkan merata dengan lapisan tanah atas / dimasukkan per lubang tanam. Juga digunakan pupuk anorganik NPK & urea.

Nitrogen (N) sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman, fosfor diperlukan selama beberapa bulan di awal pertumbuhan sedangkan Kalium dibutuhkan untuk perkembangan buah, khususnya nanas. Pupuk urea penggunaannya dikombinasikan dengan perangsang pembungaan. 

Teknik Penanaman


Penentuan Pola Tanam

Pola tanam adalah pengaturan tata letak tanaman serta urutan jenis tanaman dengan waktu tertentu, dalam kurun waktu satu tahun.

Dalam teknik penanaman nanas terdapat beberapa sistem tanam, yaitu :
  1. Sistem baris tunggal / persegi dengan jarak tanam 150 x 150 cm baik dalam maupun antar barisan, 90 x 30 cm jarak dalam barisan 30 cm & jarak antar barisan adalah 90 cm;
  2. Sistem baris rangkap 2 dengan jarak tanam 60 x 60 cm, dan jarak antar barisan sebelah kiri & kanan dari 2 barisan ialah 150 cm & jarak tanam 45 x 30 cm, dan jarak antar barisan tanaman sebelah kiri dan kanan dari 2 barisan tanaman ialah 90 cm;
  3. Sistem baris rangkap 3 dengan jarak tanam 30 x 30 cm membentuk segitiga sama sisi dengan jarak antar barisan sebelah kiri atau kanan dari 3 barisan tanaman; 90 cm dan jarak tanam 40 x 30 cm dengan jarak antar barisan sebelah kiri atau kanan dari 3 barisan ialah 90 cm serta;
  4. Sitem baris rangkap 4 dengan jarak 30 x 30 cm dan jarak antar barisan sebelah kiri/kanan dari 4 barisan tanaman 90 cm.


Pembuatan Lubang Tanam

Pembuatan lubang tanam di jarak tanam yang dipilih sesuai dengan sistem tanam. Ukuran lubang tanam adalah 30 x 30 x 30 cm. Untuk membuat lubang tanam digunakan pacul, tugal / alat lain.

Cara Penanaman

Penanaman yang baik dilakukan di awal musim hujan.
Langkah-langkah yang perlu dilakukan :
  • Membuat lubang tanam sesuai dengan jarak & sistem tanam yang dipilih;
  • Gunakan bibit nanas sehat & baik serta menanam bibit pada lubang tanam yang tersedia masing-masing satu bibit per lubang tanam;
  • Tanah ditekan atau dipadatkan di sekitar pangkal batang bibit nanas supaya tidak mudah roboh dan akar tanaman bisa kontak langsung dengan air tanah;
  • Dilakukan penyiraman sampai tanah lembab dan basah;

Penanaman bibit nanas janganlah terlalu dalam, 3-5 cm bagian pangkal batang tertimbun tanah supaya bibit tidak mudah busuk.

Pemeliharaan Tanaman Nanas


Penjarangan & Penyulaman

Penjarangan nanas tak dilakukan karena tanaman nanas spesifik dan tak berbentuk pohon. Kegiatan penyulaman nanas diperlukan, sebab ceding-ceding bibit nanas tak tumbuh karena kesalahan teknis penanaman / faktor bibit.

Penyiangan

Penyiangan diperlukan untuk membersihkan kebun nanas dari rumput liar & gulma pesaing tanaman nanas dalam hal kebutuhan air, unsur hara & sinar matahari. Rumput liar sering menjadi sarang dari penyakit. Waktu penyiangan tergantung dari pertumbuhan rumput liar di kebun, tapi untuk menghemat biaya penyiangan dilakukan bersamaan dengan kegiatan pemupukan.

Cara penyiangan dilakukan dengan mencabut rumput menggunakan tangan/kored/cangkul. Tanah di sekitar bedengan digemburkan & ditimbunkan pada pangkal batang nanas sehingga membentuk guludan.

Pembubunan

Pembubunan diperlukan dalam penanaman nanas, dilakukan pada tepi bedengan yang seringkali longsor saat diairi. Pembubunan sebaiknya mengambil tanah dari selokan / parit di sekeliling bedengan, supaya bedengan menjadi lebih tinggi & parit menjadi lebih dalam, sehingga drainase menjadi normal kembali. Pembubunan berfungsi untuk memperbaiki struktur tanah & akar yang keluar di permukaan tanah tertutup kembali sehingga tanaman nanas berdiri kuat.

Pemupukan

Pemupukan dilakukan setelah tanaman berumur 2 sampai 3 bulan dengan pupuk buatan. Pemupukan susulan berikutnya diulang setiap 3-4 bulan sekali sampai tanaman berbunga & berbuah. Jenis dan dosis pupuk yang digunakan ialah :
  • Pupuk NPK tablet (Pamafert)
  • Komposisi kandungan N-P2O5-K2O-MgO-CaO ialah 17-8-12-0-2+mikro;
  • Bentuk pupuk berupa tablet, berat 4 gr setiap tablet;
  • Dosis anjuran satu tablet setiap tanaman;
  • Pupuk tunggal berupa campuran ZA, TSP / SP-36 dan KCl;
  • Dosis anjuran 1: ZA 100 kg + TSP / SP-36 60 kg + KCl 50 kg per hektar. Pupuk susulan diulang tiap 4 bulan sekali dengan dosis yang sama;
  • Dosis anjuran 2: mulai umur 3 bulan setelah tanam dipupuk dengan ZA 125 kg / urea 62,5 kg + TSP / SP-36 75 kg setiap ha. Pada umur 6 bulan dipupuk kandang 10 ton/ha.

Cara pemberian pupuk dibenamkan atau dimasukkan ke dalam parit sedalam 10-15 cm diantara barisan tanaman nanas, lalu tutup dengan tanah. Cara lain: disemprotkan pada daun terutama pupuk Nitrogen dengan dosis 40 gr Urea per liter / ± 900 liter larutan urea per hektar.

Pengairan & Penyiraman

Sekalipun tanaman nanas tahan terhadap iklim kering, tapi untuk pertumbuhan tanaman yang optimal dibutuhkan air yang cukup. Pengairan /penyiraman dilakukan 1-2 kali dalam seminggu / tergantung keadaan cuaca.

Tanaman nanas dewasa masih perlu pengairan untuk merangsang pembungaan & pembuahan secara optimal. Pengairan dilakukan 2 minggu sekali. Tanah yang terlalu kering bisa menyebabkan pertumbuhan nanas kerdil & buahnya kecil-kecil. Waktu pengairan yang paling baik ialah sore dan pagi hari dengan menggunakan mesin penyemprot / embrat.

Gulma

Penurunan produksi nanas bisa disebabkan oleh banyak & dominannya gulma karena pemberian mulsa yang kurang baik sehingga pertumbuhan rumput subur.

Panen


Ciri & Umur Panen

Panen buah nanas dilakukan setelah nanas berumur 12 sampai 24 bulan, tergantung dari jenis bibit yang digunakan. Bibit yang berasal dari mahkota bunga berbuah pada umur 24 bulan, sampai panen buah setelah berumur 24 bulan. Tanaman yang berasal dari tunas batang dipanen setelah umur 18 bulan, sedang tunas akar setelah berumur 12 bulan. Ciri-ciri buah nanas yang siap untuk dipanen:
  1. Mahkota buah terbuka;
  2. Tangkai ubah mengkerut;
  3. Mata buah lebih mendatar, besar & bentuknya bulat;
  4. Warna bagian dasar buah kuning;
  5. Timbul aroma nanas yang harum yang khas.


Cara Panen

Tata cara panen buah nanas adalah dengan memilih buah nanas yang menunjukkan tanda-tanda siap panen. Pangkal tangkai buah dipotong secara mendatar atau miring dengan pisau tajam & steril. Pemanenan dilakukan secara hati-hati supaya tak rusak dan memar.

Source : disperta.jambiprov.go.id

Demikian Pembahasan Tentang 10 Cara Budidaya Nanas Yang Baik Dan Benar Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Pembaca.