Jumat, 12 Agustus 2016

CARA MENANAM CABAI DI POLYBAG

Cara Menanam Cabai Di Polybag - Cabai merupakan salah satu komoditas pertanian yang berharga sangat berfluktuasi. Apalagi menjelang hari-hari besar seperti halnya hari lebaran, harga cabai pasti melonjak tinggi. Hal ini yang memancing orang untuk menanam cabai, baik untuk dijual ataupun sekadar untuk persediaan sendiri. Sayangnya untuk yang tinggal diperkotaan ketersedian lahan untuk bercocok tanam sangatlah terbatas. Tapi hal ini bisa disiasati dengan menanam cabai dalam pot / polybag.
Cara menanam cabai dalam pot / polybag cukup mudah dilakukan. Menanam cabai dapat dilakukan baik di dataran tinggi maupun dataran rendah. Secara umum menanam cabai dapat dilakukan pada ketinggian 0-2000 meter di atas permukaan laut. Suhu optimal untuk tanaman cabai ada pada kisaran 24-27 derajat C, tapi masih dapat tahan terhadap suhu yang lebih dari itu. Sifat ini tergantung dari jenis varietas cabai.

Salah satu jenis cabai yang cocok untuk ditanam di pekarangan ialah cabai keriting. Jenis ini relatif lebih tahan terhadap iklim tropis & rasanya pedas banyak disukai di pasaran. Berikut ini kami paparkan tentang cara menanam cabai keriting dalam polybag.


Pemilihan benih cabai


Di pasaran banyak macam varietas cabai keriting, mulai dari hibrida sampai varietas lokal. Cara menanam cabai lokal dan hibrida tak mempunyai perbedaan yang berarti. Hanya saja beberapa cabai hibrida dianjurkan dirawat dengan produk obat-obatan tertentu. Varietas hibrida banyak didatangkan dari Taiwan dan juga Thailand, sedangkan varietas lokal banyak ditanam di Rembang, Kudus, sampai Tanah Karo, Sumatera Utara.

Sekarang ada varietas lokal hasil seleksi, produktivitasnya-pun lebih baik daripada varietas lokal tanpa seleksi. Benihnya dijual di dalam kemasan kaleng seperti tampak yang diproduksi Sang Hyang Sri. Dari segi teknis, cara menanam cabai keriting lokal lebih sederhana & anti ribet dibandingkan cara menanam cabai hibrida. Cabai lokal lebih adaptif dengan kondisi lingkungan dibanding cabai hibrida. Hanya saja produktivitasnya masih kalah dibandingkan hibrida.


Penyemaian benih cabai


Cara menanam cabai dalam polybag sebaiknya tak langsung dilakukan dari benih / biji. Pertama-tama benih cabai harus disemaikan terlebih dahulu. Proses penyemaian ini bertujuan untuk menyeleksi pertumbuhan benih, memisahkan benih yang tumbuhnya kerdil, cacat ataupun yang berpenyakit. Selain itu juga untuk menunggu kesiapan bibit sampai cukup tahan ditanam di tempat yang lebih besar lagi.

Tempat persemaian dapat berupa polybag ukuran kecil (8×9 cm), daun pisang, baki (tray) persemaian / petakan tanah. Cara yang paling ekonomis adalah dengan menyiapkan petakan tanah untuk media persemaian.

Buatlah petakan tanah dengan ukuran secukupnya, campurkan kompos dengan tanah kemudian aduk sampai rata. Butiran tanah dibuat sehalus mungkin supaya perakaran bisa menembusnya dengan mudah. Buat ketebalan petakan tersebut 5 sampai 10 cm, di atasnya buat larikan dengan jarak 10 cm.

Masukkan benih cabai dalam larikan dengan jarak 7,5 cm lalu siram untuk membasahi tanah dan tutup dengan abu / tanah. Setelah itu tutup dengan karung goni basah selama 3-4 hari, pertahankan supaya karung goni tetap basah. Pada hari ke-4 akan muncul bibit dari permukaan tanah, lalu buka karung goni. Sebaiknya petakan ditudungi dengan plastik transparan untuk melindungi bibit cabai yang masih kecil dari panas berlebih & siraman air hujan langsung. Tanaman cabai siap dipindahkan ke polybag yang besar setelah berumur 3-4 minggu, / tanaman telah mempunyai 3-4 helai daun.


Penyiapan media tanam cabai


Pilih polybag yang berukuran di atas 30 cm, supaya media tanam cukup kuat menopang pertumbuhan tanaman cabai yang rimbun. Selain polybag, dapat juga digunakan pot dari jenis plastik, semen, tanah / keramik. Atau bisa juga menggunakan wadah-wadah bekas yang tak terpakai lagi, beri lubang pada dasar wadah untuk saluran drainase.

Cara menanam cabai dalam polybag dapat menggunakan media tanam dari campuran tanah, kompos, pupuk kandang, sekam padi, arang sekam & lain-lainnya. Silahkan baca cara membuat media tanam polybag untuk penjelasan lebih detail.

Beberapa contoh komposisi media tanam di antaranya adalah (1) Campuran tanah dengan kompos dengan komposisi 2:1, (2) Campuran tanah, pupuk kandang & arang sekam dengan komposisi 1:1:1, atau (3) Campuran tanah & pupuk kandang dengan komposisi 2:1. Apabila menggunakan pupuk kandang, sebaiknya pilih pupuk yang sudah matang. Lihat jenis dan karakteristik pupuk kandang.

Buat media tanam sehalus mungkin dengan cara mengayaknya. Campurkan sekitar 3 sendok NPK dalam tiap polybag. Aduk sampai campuran tersebut benar-benar rata. Lapisi bagian dalam polybag dengan sabut kelapa, pecahan genteng / pecahan styrofoam. Gunanya supaya air tidak menggenangi daerah perakaran tanaman.


Cara Menanam Cabai Di Polybag
Cabai di Polybag


Pemindahan bibit cabai


Setelah bibit tanaman serta media tanam siap, pindahkan bibit tanaman cabai dari tempat persemaian ke dalam polybag. Lakukan pekerjaan ini pada saat pagi hari atau sore hari, dimana matahari tak terlalu terik untuk menghindari stres pada tanaman.

Lakukan pemindahan bibit dengan hati-hati, jangan sampai terjadi kerusakan di perakaran tanaman. Buatlah lubang tanam pada polybag sedalam 5-7 cm. Apabila persemaian dilakukan di atas polybag / daun pisang, copot polybag & daun pisang lalu masukan seluruh tanah dalam tempat persemaian ke dalam lubang tanam. Apabila persemaian dilakukan di atas petak tanah / tray, pindahkan dengan tanah yang menempel di perakaran dan masukkan ke dalam lubang tanam.


Pemeliharaan dan perawatan cabai



  1. Pemupukan, berikan pemupukan tambahan dengan dosis satu sendok makan NPK setiap polybag sekali perbulannya. Atau apabila ingin menanam cabai dengan cara organik, sebagai gantinya semprotkan pupuk organik cair pada masa pertumbuhan daun & pertumbuhan buah. Tambahkan satu kepal kompos / pupuk kandang kambing pada saat tanaman mau berbuah.
  2. Penyiraman - tanaman cabai sebaiknya disiram sekurang-kurangnya 3 hari sekali. Jika matahari bersinar terik, siram tanaman setiap hari.
  3. Pengajiran - setelah tanaman cabai tumbuh sekitar 20 cm, berikanlah ajir bambu. Ajir ini berfungsi untuk menopang tanaman agar berdiri tegak.
  4. Perompesan - tunas-tunas muda yang tumbuh di ketiak daun sebaiknya dihilangkan (atau dirompes). Perompesan dimulai pada hari ke-20 setelah tanam, perompesan biasanya dilakukan 3 kali sampai terbentuknya cabang. Gunanya supaya tanaman tidak tumbuh kesamping saat batang belum terlalu kuat menopang.
  5. Hama dan penyakit - penggunaan pestisida sebaiknya hanya dilakukan apabila tanaman terlihat terserang hama / sakit. Apabila terlihat ada hama putih semprot dengan pestida, jika terlihat ada bakal ulat semprot dengan insektisida secukupnya, jika terlihat jamur gunakan fungisida. Untuk bercocok tanam cabai organik gunakan pestisida alami.



Cabai di Polybag


Pemanenan Cabai


Umur cabai dari mulai tanam sampai panen bervariasi tergantung dari jenis varietas dan lingkungan. Masa panen terbaik adalah ketika buah belum sepenuhnya berwarna merah, masih ada garis hijaunya. Buah seperti ini sudah masuk bobot yang optimal 7 buah cabai masih dapat tahan 2-3 hari sebelum terjual oleh pedagang di pasar. Waktu panen sebaiknya dilakukan di pagi hari setelah embun kering. Hindari waktu panen pada malam & siang hari.

Demikianlah pembahasan mengenai Cara Menanam Cabai di Polybag semoga dengan adanya ulasan tersebut bisa berguna dan bermanfaat bagi kamu semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar