Jumat, 19 Agustus 2016

Budidaya Seledri Organik Di Polybag

Budidaya Seledri Organik Di Polybag - Tanaman seledri (Apium graveolens) termasuk ke dalam keluarga Umbelliferae, tanaman yang sering dijadikan herbal / tanaman berkhasiat obat. Daun seledri dikonsumsi sebagai lalapan & penghias hidangan. Bijinya dijadikan bahan penyedap & hasil ekstrak minyak seledri dimanfaatkan sebagai obat.

Budidaya Seledri Organik Di Polybag
Budidaya Seledri
Usaha tani budidaya seledri sangat cocok dilakukan di dataran tinggi dengan ketinggian 1000 sampai 1200 meter dari permukaan laut. Tapi tanaman ini masih toleran ditumbuhkan di dataran rendah. Tanaman ini kurang tahan terhadap curah hujan yang tinggi.

Jenis tanah yang dikehendaki dalam budidaya seledri ialah tanah yang gembur serta mengandung banyak bahan organik. Tanaman ini tumbuh baik pada tingkat keasaman tanah pH 5,5-6,5. Apabila tanah terlalu asam maka sebaiknya tambahkan kapur / dolomit.

Cara menanam seledri


Ada dua cara menanam seledri yakni perbanyakan generatif (dari biji) & perbanyakan vegetatif (dari anakan). Perbanyakan generatif biasanya diterapkan untuk budidaya seledri skala luas / komersial. Untuk budidaya skala pekarangan seperti dalam pot / polybag, perbanyakan secara vegetatif lebih mudah dilakukan.

Perbanyakan generatif dmulai dengan menyemai biji terlebih dahulu. Setelah biji tumbuh menjadi bibit, lalu bisa dipindahkan ke dalam pot atau polybag. Berikut langkah-langkahnya;


  • Sebelum biji disemai, rendamlah terlebih dahulu dalam air hangat kuku (50 sampai 60 derajat celcius) selama 1 jam.
  • Siapkan tempat persemaian berupa bedengan / baki semai. Media semai terdiri dari campuran tanah & kompos yang sudah diayak dengan perbandingan 2:1.
  • Berikan naungan dengan plastik bening pada bedengan semai guna menlindungi tanaman dari kucuran air hujan langsung & terik matahari.
  • Buatlah alur garitan di atas bedengan sedalam 0,5 cm dengan jarak antar alur 10 sampai 20 cm. Tebarkan benih ke dalam alur tersebut & tutup tipis dengan tanah kemudian siram untuk mempertahankan kelembabannya.
  • Siram dengan air secukupnya setiap pagi / sore untuk mempertahankan kelembaban media persemaian. Media jangan terlalu basah & jangan pula sampai kekeringan.
  • Bibit siap dipindahkan ke pot / polybag setelah 1 bulan atau setelah tumbuh 3 sampai 4 helai daun.
  • Perbanyakan vegetatif biasanya dilakukan apabila kita sudah mempunyai tanaman seledri sebelumnya. Cara perbanyakannya, ambil anakan yang ada dalam rumpun tanaman seledri yang telah ada. Lalu pindahkan ke pot atau polybag baru. Selanjutnya tanaman dapat diperbanyak dari rumpun seledri yang tumbuh.
  • Setelah bibit siap dipindahkan, siapkan pot / polybag ukuran sedang. Isi dengan media tanam yang terdiri dari campuran tanah, kompos serta arang sekam dengan perbandingan 1:1:1. Ayak terlabih dulu bahan-bahan itu. Penggunaan arang sekam tujuannya supaya media tanam memiliki porositas yang baik & bobot media menjadi ringan sehingga pot / polybag gampang dipindahkan.
  • Apabila tak ada arang sekam dapat diganti dengan sekam padi, jerami padi atau serbuk gergaji. Hati-hati dalam membuat media tanam, gunakanlah bahan-bahan yang bebas dari hama & penyakit. 

Perawatan budidaya seledri


Lakukan penyiraman setiap pagi & sore hari hingga tanaman berumur 1 minggu. Setelah itu frekuensi penyiraman cukup dilakukan 2 sampai 3 kali dalam satu minggu. Tergantung pada kondisi cuaca, usahakan media tak terlalu becek / kering.

Untuk budidaya seledri organik ini pemberian pupuk organik cair sangat efektif diberikan sebagai pupuk susulan. Pupuk organik cair banyak dijual di toko pertanian dengan beragam merek, atau bisa juga dibuat sendiri. Selain pupuk cair bisa juga menggunakan pupuk kompos, pupuk kandang ataupun pupuk hayati.

Encerkan pupuk organik cair sebelum disiramkan pada tanaman seledri. Biasanya 10 ml pupuk cair diencerkan dengan 1 liter air sebelum digunakan. Untuk lebih khsususnya ikutilah petunjuk yang ada dalam kemasan pupuk tersebut. Siramkan pupuk yang sudah diencerkan dengan dosis 100 ml per polybag. Frekuensi pemupukan dilakukan setiap 1 sampai 2 minggu sekali.

Budidaya seledri dalam pot / polybag sebenarnya relatif jarang terkena hama / penyakit. Tapi pada budidaya seledri skala luas serangan banyak dijumpai. Tak ada salahnya kita mengetahui jenis-jenis hama & penyakit tersebut.

Ada beberapa hama yang sering dijumpai dalam budidaya seledri. Beberapa diantaranya ialah ulat tanah, keong, kutu & tunggau. Hama-hama tersebut dapat diberantas dengan dipungut langsung dengan tangan. Apalagi untuk penanaman di dalam polybag.
Sedang jenis-jenis penyakit budidaya seledri ini adalah cercospora, bercak septoria & virus aster yellow. Untuk menghindari serangan penyakit-penyakit itu, lakukanlah pencegahan sejak dini. Pencegahan dilakukan sejak pemilihan benih, menjaga sanitasi kebun & pemupukan yang baik.

Apabila serangan penyakit sudah cukup parah, bisa dilakukan penyemprotan dengan pestisida organik.

Panen budidaya seledri


Panen budidaya seledri dapat dilakukan berkali-kali. Panen pertama biasanya terjadi setelah tanaman berumur 1 sampai 3 bulan setelah tanam, tergantung varietasnya. Pertumbuhan seledri dikatakan sudah maksimum setelah daunnya rimbun & anakannya banyak.
Seledri dipanen dengan cara memotong pangkal batangnya secara periodik. Frekuensi pemanenan dapat dilakukan 1-2 minggu sekali. Panen berakhir apabila pertumbuhan anakan sudah tak produktif lagi. Panen bisa juga dilakukan dengan cara dicabut.

Demikianlah pembahasan mengenai Budidaya Seledri Organik Di Polybag semoga dengan adanya ulasan tersebut bisa berguna dan bermanfaat bagi kamu semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar